Dalam sebuah penelitian, tentu dibutuhkan metode kajian atau metode penelitian yang sesuai dengan objek atau studi yang diteliti. Dari banyaknya berbagai metode dan juga kajian studi penelitian, salah satu penelitian yang memiliki ciri khas adalah metode penelitian Cohort.

Cohort atau yang juga dikenal dengan Kohort merupakan desain penelitian yang berbeda dengan desain penelitian lainnya. Biasanya kajian ini digunakan untuk melakukan penelitian atau kajian epidemiologi. Desain penelitian Cohort ini juga tak sembarang digunakan. Biasanya hanya digunakan pada studi tertentu saja.

Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai Cohort, mulai dari pengertian Cohort, jenis-jenis dari desain penelitian Cohort, apa saja kelebihan Cohort, apa saja kekurangan dari desain penelitian Cohort, dan bagaimana saja contoh-contoh metode penelitian ini.

Pengertian Cohort

Pada dasarnya, analisis atau desain penelitian Cohort ini berasal dari ilmu kependudukan. Cohort ini merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis atau mengevaluasi adanya suatu perubahan perilaku dari sekelompok orang dengan fitur demografis umum di dalam suatu periode atau kurun waktu tertentu.

Desain penelitian Cohort juga dapat diartikan sebagai studi yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dan juga efek mengenai penyakit atau masalah kesehatan. Studi tersebut kemudian memilih kelompok studi yang berdasarkan dengan adanya perbedaan faktor risiko.

Kelompok yang dipilih dapat dibagi ke dalam beberapa macam kategori, yaitu kategori demografis atau statistik, atau subkelompok, berdasarkan usia, ras, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kemahiran dalam berbahasa Inggris, atau bisa juga berdasarkan kategori yang lainnya.

Setelah memilih kelompok tersebut, kemudian di dalam studi yang dilakukan, perlu dilakukan sepanjang periode tertentu agar peneliti dapat melihat berapa banyak subjek di dalam masing-masing kelompok yang mengalami efek penyakit atau adanya masalah kesehatan.

Sehingga kemudian desain penelitian Cohort ini menjadi bentuk studi longitudinal tertentu di mana akan mengambil sampel dari sekelompok orang yang memiliki karakteristik yang menentukan sesuatu. Atau bisa jadi, biasanya kelompok yang terpilih tersebut telah mengalami peristiwa umum di dalam suatu periode tertentu, misalnya kelahiran, kelulusan, dan lain sebagainya.

Menurut Himmelfarb Health Science Library, desain penelitian Cohort ini merupakan sebuah desain penelitian yang mana ada satu atau lebih sampel yang kemudian disebut sebagai Kohort yang diikuti secara prospektif dan dilakukan evaluasi status yang selanjutnya berhubungan dengan suatu penyakit.

Kemudian didapati hasil yang dilakukan untuk menentukan suatu karakteristik untuk menentukan paparan pesera awal atau adanya faktor risiko yang berkaitan. Saat studi tersebut dilakukan, biasanya hasil dari partisipan pada setiap kelompok akan diukur dan dilakukan pengkajian yang ada hubungannya dengan karakteristik tertentu yang sudah ditentukan.

Meski demikian, analisis Cohort ini juga biasanya digunakan untuk menelaah atau meneliti berbagai bidang kajian ilmiah, termasuk di dalamnya sosiologi ekonomi, tergantung bagaimana definisi dan juga penelitian Cohort tersebut dijadikan sebagai studi longitudinal.

Cohort sendiri awalnya ditemukan oleh seorang ilmuwan populasi bernama Whelpton. Whelpton merupakan orang pertama yang melakukan analisis Cohort atau studi longitudinal pada 1949 silam. Tujuannya melakukan analisis menggunakan Cohort tadi adalah untuk meneliti adanya peningkatan angka kelahiran setelah Perang Dunia Kedua di Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, para peneliti Nazi menggunakan proses atau metode Cohort ini untuk mengklasifikasikan efisiensi kebijakan di dalam populasi rezim. Tentu saja ada tujuan dari dilakukannya penelitian dengan metode Cohort ini. Tujuan dari penelitian Cohort ini adalah untuk menentukan adanya hubungan antara angka kelahiran dan juga jarak antara kelahiran pada setiap individu.

Namun saat ini, metode Cohort ini diterapkan dengan baik, baik di dalam penelitian medis, termasuk di dalamnya penelitian farmakogenetika dan ekonomi, khususnya riset pasar yang digunakan untuk menganalisis adanya perbedaan dalam perilaku pengguna.

Baca Juga:

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli dan Cara Membuatnya

Manfaat Penelitian: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, dan Contoh

Pengertian Tabel, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

Validasi Data Penelitian: Pengertian, Metode, dan Contoh Lengkap

Jenis-jenis Cohort

Mengacu dari pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka Anda sudah mengetahui bahwa desain penelitian Cohort ini digunakan untuk meneliti studi yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dan juga efek mengenai penyakit atau masalah kesehatan. Studi tersebut kemudian memilih kelompok studi yang berdasarkan dengan adanya perbedaan faktor risiko.

Untuk pengaplikasiannya, studi Cohort ini dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah studi cohort prospektif dan yang kedua adalah studi cohort restrospektif.

1. Studi Cohort Prospektif

Studi Cohort prospektif ini adalah studi yang sudah direncanakan sebelumnya dan dilakukan dalam jangka waktu yang akan datang. Biasanya, studi cohort prospektif ini dilakukan apabila terdapat faktor risiko atau faktor penelitian yang diukur pada awal penelitian dan selanjutnya dilakukan follow up untuk melihat adanya suatu kejadian penyakit di masa yang akan datang.

Durasi waktu lamanya follow up tersebut dapat ditentukan berdasarkan lamanya waktu terjadinya penyakit tersebut.

2. Studi Cohort Retrospektif

Sementara itu, studi cohort retrospektif ini merupakan studi yang melihat data yang sudah ada atau mencoba mengidentifikasi adanya faktor risiko untuk suatu kondisi tertentu, yang mana interpretasi yang dilakukan terbatas karena peneliti tidak bisa kembali dan tidak bisa mengumpulkan data yang hilang.

Studi cohort retrospektif ini biasanya meneliti adanya faktor risiko dan efek dari suatu penyakit yang terjadi di masa lampau dan sebelumnya dimulai dengan penelitian. Dengan demikian, maka variabel pada studi cohort retrospektif ini bisa diukur melalui catatan historis.

Prinsip pada studi cohort retrospektif ini tetap sama dengan prinsip pada studi cohort prospektif, namun yang berbeda, pada studi ini pengamatannya dimulai pada saat akibat atau efek suatu penyakit sudah terjadi. Namun yang paling penting di dalam studi cohort retrospektif ini di mana populasi yang diamati tetap memenuhi syarat populasi Cohort.

Dan harus sesuai juga dengan pengamatan yang mana adanya faktor risiko masa lalu yang diperoleh melalui pencatatan data yang lengkap dan dengan demikian, bentuk dari penelitian cohort retrospektif ini hanya dapat dilakukan apabila ada data mengenai faktor risiko dan tercatat dengan baik sejak terjadinya paparan pada populasi yang sama dengan adanya efek yang ditemukan pada awal pengamatan.

Kelebihan Cohort

Dalam menjalankan atau melakukan studi Cohort ini, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini adalah kelebihan dari studi penelitian Cohort.

1. Subjek Dapat Dicocokkan

Subjek yang terdapat di dalam studi penelitian Cohort ini berupa kelompok dan dapat dicocokkan. Kemudian subjeknya juga digunakan untuk membatasi adanya pengaruh variabel perancu.

2. Kriteria dan Hasil

Terdapat standarisasi yang baik sesuai dengan kriteria atau hasil yang diinginkan.

3. Mudah dan Murah

Menggunakan studi penelitian Cohort ini, tentu biayanya lebih murah dan bahkan lebih mudah jika dibandingkan dengan pengujian atau uji coba terkontrol secara acak (RCT).

Kekurangan Cohort

Selain terdapat kelebihan di dalam penelitian Cohort ini, terdapat pula kekurangan dari studi penelitian Cohort. Berikut ini adalah kekurangan dari studi penelitian Cohort.

1. Sulit Diidentifikasi

Meski lebih mudah, studi penelitian Cohort ini objek atau kelompok ini bisa sulit diidentifikasi karena adanya variabel penelitian perancu.

2. Tidak Ada Pengacakan

Dalam studi penelitian Cohort ini, tidak ada pengacakan yang artinya dapat terjadi ketidakseimbangan dalam karakteristik pasien yang diteliti.

3. Membutuhkan Waktu

Meski lebih mudah dan murah, studi penelitian Cohort ini untuk mendapatkan hasil yang menarik memerlukan waktu untuk muncul.

Baca Juga:

Pendekatan Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya

90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah

Instrumen Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Desain Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Contoh-contoh Cohort

Studi Cohort ini sudah dilakukan di beberapa penelitian dan memiliki dampak besar pada penelitian tersebut. Bahkan, studi metode ini sudah menghasilkan banyak data yang melayani peneliti di berbagai bidang dan berdampak besar bagi bidang tertentu.

Berikut ini adalah salah satu studi Cohort yang terkenal dan digunakan hingga saat ini.

1. Nurses Healthy Study

Nurses Healthy Study merupakan sebuah studi pada analisis korelasi yang berhubungan dengan kesehatan perempuan dalam lingkup yang besar dan memiliki jangka panjang. Awal mulanya, studi ini dilakukan atau dilaksanakan pada tahun 1976 untuk menyelidiki adanya suatu potensi konsekuensi pada jangka panjang dari penggunaan alat kontrasepsi oral.

Di dalam studi pada Nurses Healthy Study tersebut, merekrut kohort perawat dari generasi kedua untuk melakukan Nurses ‘Health Study II’ yang dilaksanakan pada tahun 1989 dan juga kohort perawat dari generasi ketiga di seluruh Amerika Serikat dan juga Kanada pada tahun 2010.

Para perawat yang tergabung di Nurses Healthy Study yang pertama adalah wanita dengan kriteria sudah menikah dan berusia 30 sampai 55 tahun. Sementara itu untuk studi Nurses Healthy Study II dan Nurses Healthy Studi III dilakukan dengan tujuan untuk dapat melihat kelompok yang lebih beragam, termasuk di dalamnya ada wanita dengan usia 20 tahun hingga 46 tahun.

Di dalam penelitian tersebut, terdapat beragam wawasan penting mengenai kesehatan dan juga kesejahteraan yang telah diperoleh oleh para peneliti. Tentu saja wawasan tersebut menggunakan data yang sudah disajikan oleh Nurses Healthy Study yang mana telah dijalankan oleh Harvard School of Public Health.

Selain sudah dijalankan oleh Harvard School of Public Health, penelitian tersebut juga dilakukan oleh Brigham and Women’s Hospital yang mana keduanya berbasis di Boston, Massachusetts di United States.

Dengan studi penelitian Cohort yang dijalankan tersebut, ditemukan data yang akhirnya dapat membantu bidang kesehatan di seluruh dunia, khususnya di Inggris mengenai hubungannya dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurses Healthy Study.

2. Framingham Heart Study dan National Child Development Study (NCDS)

Pada penelitian yang dilakukan oleh Framingham Heart Study dan National Child Development Study (NCDS) dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, meneliti mengenai British birth cohort studies.

British birth cohort studies atau studi kohort kelahiran di Inggris ini mempelajari mengenai cakupan empat studi medis dan juga jangka sosial yang cukup panjang. Studi ini dilakukan selama kehidupan sekelompok peserta dan juga sejak lahir. Kemudian, temuan kunci pada penelitian ini kemudian muncul pada profil penelitian di International Journal of Epidemiology.

3. Birth to Twenty (BT20)

Sebuah penelitian besar lainnya yang berlangsung di Afrika adalah Birth to Twenty (BT20). Penelitian tersebut dimulai pada tahun 1990 yang mana meneliti atau melacak lebih dari 3.273 anak yang lahir pada minggu-minggu setelah insiden pembebasan Nelson Mandela dari penjara.

Menurut para pendukungnya di University of Witwatersrand, Johannesburg, BT20 disebut sebagai bahasa sehari-hari yaitu “Anak-anak Mandela”. Hal ini karena program tersebut dimulai setelah Nelson Mandela bebas dari penjara. Dan sesuai dengan namanya, studi tersebut akan terus berlanjut untuk memantau subjeknya.

Pemantauan tersebut berakhir saat usia subjeknya berada di usia 20 tahun yang mana tepat pada tahun 2010. Hingga tahun 2008, studi tersebut masih aktif diteliti dan memiliki pengaruh besar di bidang kesehatan terutama kelahiran bayi di Afrika.

4. Studi Hibah

Ada pula Studi Hibah yang sempat fenomenal di Inggris. Studi tersebut melacak sejumlah lulusan Harvard dari sekitar tahun 1950 hingga 1977. Di dalam Whitehall Study tersebut, setidaknya melacak 10.308 pegawai sipil Inggris dan Caerphilly Heart Disease Study.

Studi tersebut sudah berjalan sejak 1979 sejak peneliti mulai mempelajari sampel representatif dari 2.512 pria yang diambil dari kota Caerphilly, Welsh.

5. ASPREE-XT

Terdapat pula studi yang tak kalah populer dan berpengaruh menggunakan studi Cohort yaitu studi ASPREE-XT. Studi tersebut sengaja dirancang agar peneliti dapat menentukan apakah ada efek jangka panjang dari rata-rata 4 sampai dengan 5 tahun pengobatan.

Pengobatan yang dilakukan selama penelitian tersebut dilakukan menggunakan pengobatan aspirin dosis rendah setiap hari. Dan kemudian ukuran hasilnya diukur termasuk ketika terdapat ukuran hasil akibat kematian kanker. Dan pada September 2018 silam, setidaknya ada 16.703 peserta yang menjadi objek di ASPREE-XT di Australia. 

6. Penelitian Hill

Pada tahun 1954, Hill melakukan penelitian menggunakan studi Cohort untuk mengukur adanya risiko kematian dokter yang merokok. Di dalam penelitian tersebut, digunakan variabel dokter yang merokok paling tidak 25 batang atau lebih dalam satu hari dan dibandingkan dengan dokter yang tidak merokok.

7. Pemakaian IUD

Ada sebuah penelitian mengenai penggunaan alat kontrasepsi IUD. Di dalam penelitian tersebut, meneliti mengenai adanya hubungan antara kehamilan di luar rahim dengan pemakaian IUD. 

Di dalam penelitian ini diambil sebanyak 60 orang atau sampel yang memakai IUD dan juga sebanyak 40 orang yang tidak memakai IUD. Dari hasil pengamatan selama 5 tahun menunjukkan bahwa terdapat insidens kehamilan di luar rahim sebanyak 15 orang yang memakai IUD dan sebanyak 7 orang yang tidak memakai IUD.

8. Hubungan Alkohol dengan Stroke

Penelitian yang berlangsung beberapa waktu lalu mengenai penelitian mengenai adanya hubungan antara alkohol dengan terjadinya hemorage stroke. Penelitian tersebut mengambil 200 orang sebagai objeknya sebagai orang yang tidak minum alkohol.

Sementara itu, ada 300 sampel orang yang mengonsumsi alkohol selama 12 tahun belakangan. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata menunjukkan bahwa 198 orang peminum alkohol dan 96 orang bukan peminum alkohol mengalami stroke.

9. Hubungan Karsinoma dengan Rokok

Terdapat penelitian yang meneliti mengenai adanya hubungan karsinoma paru-paru dengan rokok yang dilakukan secara retrospektif. Penelitian tersebut mengambil 90 orang yang merokok dan 100 orang yang tidak merokok. 

Kedua kelompok tersebut disamakan berdasarkan umur, jenis kelamin, dan sosial ekonomi. Dan dalam penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa 50 orang yang merokok dan 40 orang yang bukan merokok mengalami Ca paru-paru.

Dengan adanya penjelasan lengkap mengenai apa itu pengertian Cohort, apa saja jenis-jenis studi Cohort, bagaimana kekurangan dan juga kelebihan dari studi Cohort, serta contoh studi Cohort yang telah dilakukan, maka diharapkan Anda akan lebih memahami mengenai studi Cohort secara mendalam.

Artikel Terkait:

Validasi Data Penelitian: Pengertian, Metode, dan Contoh Lengkap

Distribusi Probabilitas: Pengertian, Karakteristik, Macam, dan Contohnya

Reduksi Data: Pengertian, Tujuan, Langkah-Langkah, dan Contohnya

Jenis Data Penelitian yang Perlu Diketahui

Responden Penelitian: Karakteristik dan Syarat-Syaratnya

Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui