Jenis Paragraf – Teknik menulis buku tidak pernah lepas dari apa yang namanya paragraf, sehingga pengenalan jenis paragraf adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Teknik menulis paragraf adalah penyajian gagasan secara struktural yang diperoleh dari gagasan pokok dalam setiap kalimat. Setiap kalimat wajib memiliki gagasan pokok yang saling mendukung satu sama lain. Hal ini dikerjakan agar penyampaian pesan dalam satu paragraf dapat lebih terarah.

download ebook gratis

Jika kalimat satu yang lainnya memiliki kontras dengan kalimat sebelumnya ataupun sesudahnya, maka perbaikilah. Namun, hal ini tidak sertamerta berlaku karena bisa jadi ada suatu tujuan penempatan kalimat tersebut. Maka dari itu, paragraf harus memiliki tujuan yang jelas selain kolektifitas kalimatnya.

Dalam teknik menulis buku, paragraf adalah komponen utama penunjang penyampaian pesan penulis kepada pembaca. Jenis-jenis paragraf dapat menjadi acuan alasan mengapa penulis buku tersebut. Dalam kata lain, tema buku yang ditulis oleh sang penulis harus didukung dengan paragraf yang madani.

Contohnya, jika ingin menulis buku motivasi, kita harus memperkaya isi buku dengan paragraf yang bersifat persuasif dan naratif. Mengapa? Dengan paragraf persuasif penulis dapat merayu pembaca untuk mengikuti setiap motivasi yang dituliskan sang penulis.

Paragraf persuasif juga adalah sugesti terbaik untuk mempengaruhi seseorang. Lalu, dengan paragraf naratif, penulis dapat memberikan kronologi pengalaman inspiratif yang juga dapat membangkitkan motivasi si pembaca.

Kenali 3 Jenis Paragraf Dalam Teknik Menulis Buku Ini

Maka dari itu, penting bagi penulis yang ingin menuliskan bukunya untuk memahami jenis paragraf. Berikut ini 3 jenis paragraf dalam menulis buku yang wajib kamu ketahui.

1. Paragraf Naratif

Paragraf naratif adalah paragraf yang memaparkan suatu peristiwa secara kronologis dan memiliki alur yang pasti. Paragraf ini sering digunakan sebagai media dalam penulisan karya tulis yang menuntut penggambaran alur cerita tersebut. Struktur paragraf naratif sering ditemukan dalam buku fiksi ataupun buku-buku yang membutuhkan ‘kisah’, sebagai penyokong utama.

Contohnya:

Pada tahun 1970 Muhammad Wahid baru berusia 12 tahun. Saat itu dia berhenti melanjutkan sekolah untuk membantu perekonomian keluarganya. Wahid yang terlahir oleh keluarga yang kurang mampu, selalu dicemooh oleh tetangganya sendiri karena latar belakang keluarganya. Ibunya tidak bekerja karena mengidap penyakit yang berkelanjutan dan ayahnya hanyalah seorang pemulung sampah yang cacat. Ketika Wahid masih bersekolah, ayahnya pernah menjadi buruh bangunan selama 10 tahun. Namun, kecelakaan yang terjadi pada bulan Mei lalu membuat ayah Wahid pincang karena terpeleset dari lantai 3 bangunan. Semenjak itu, Wahid membantu ayahnya bekerja setiap saat.

Jika dilihat dengan seksama, paragraf ini mempunyai alur dalam penceritaan gagasan pokoknya. Adapun alur itu adalah dengan pengenalan tokoh. Dalam pengenalan tokoh tersebut, disebutkan waktu kejadian dan apa yang sedang dialami oleh sang tokoh.

Paragraf tersebut juga mengenalkan beberapa tokoh pendukung sebagai pendukung intisari paragraf tersebut. Berikut ini poin-poin naratif yang bisa kita dapat.

  • Wahid berusia 12 tahun di tahun 1970, sehingga Wahid lahir tanggal sekitar tahun 1958
  • Ayah wahid bekerja sebagai buruh ketika Wahid berusia 2 tahun
  • Wahid berhenti sekoah semenjak ayahnya bekerja sebagai pemulung

2. Paragraf Ekspositif

Teknik menulis paragraf ekspositif adalah paragraf yang menyajika kejadian suatu peristiwa yang bertujuan untuk melakukan reteller (pemberitahuan kembali) kepada pihak lain. Menurut Rusyana (1984), paragraf ini menyajikan sesuatu peristiwa atau objek dengan cara menjelaskan, menerangkan, dan memberitahukan agar orang laing mengetahuinya.

Jenis paragraf ini menggunakan bahasan untuk menjawab 5W + 1H (what, who, when, where, why + how), sehingga informasi yang tertera bersifat lengkap.

Contohnya:

London akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2012. Dalam pemungutan suara di Raffles City Convention Centre, Singapura pada 6 Juni 2005, London unggul empat suara atas rival beratnya, Paris, dengan perbandingan suara 54 melawan 50. Perdana Menteri Tony Blair menanggapi hal ini sebagai suatu momen bersejarah. Pencalonan kota London ini mendapatkan dukungan dari pemerintah kota dan seluruh warga London. Dia menyambut pengumuman kemenangan itu di lapangan golf yang berada di Scotlandia, dekat tempat penyelenggaraan pertemuantingkat tinggi negara maju atau G-8.

Dari wacana eksposisi di atas, terdapat tulisan yang disajikan untuk dapat menjawab 5W + 1H. Pertama, paragraf tersebut menjelaskan ‘apa’ yang dibahas dan jawabannya adalah London. Untuk menjelaskan ‘kapan’, dapat diketahui di alinea pertama kalimat kedua. Lalu, untuk menjawab ‘siapa’, paragraf tersebut menyebutka Perdana Menteri Tony Blair dan warga London.

‘Mengapa’ Perdana Menteri Tony Blair memberi suatu sambutan dikarenakan oleh kepercayaannya bahwa ini adalah momen yang bersejarah. Oleh karena itu, jenis pertanyaan selanjutnya dapat diketahui dengan mencermati setiap kalimat dalam paragraf tersebut.

3. Paragraf Persuasif

Paragraf persuasif adalah jenis paragraf yang berisi gagasan dan ditujukan untuk membujuk dan mengajak orang untukk melalukan sesuatu yang diharapkan oleh sang penulis. Paragraf ini memuat pernyataan ajakan, anjuran, atau pemberitahuan untuk mengajak pembaca pada tujuan dan maksud dalam wacana penulis.

Menulis buku dalam kasus ini, digunakan sebagai media pengumpul bujukan yang pada akhirnya digabung sebagai buku bertema inspiratif ataupun motivatif.

Contohnya:

Setiap orang yang normal akan senang kepada kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan dirinya. Bahkan bagi umat Islam diyakini bahwa upaya menciptakan kebersihan itu merupakan bagian dari keimanan. Oleh karena itu, orang yang menciptakan kebersihan berarti memperkokoh keimanannya. Untuk itulah sebaiknya setiap saat kita harus menjaga dan menciptakan kebersihan agar iman kita semakin tebal.

Pada contoh di atas, pemaham diajak unutk memahami bahwa kebersihan adalah sesuatu yang penting. Bahkan penulis melakukan pendekatan religius terhadap pembaca yang beragama Islam, untuk dapat meningkatkan kepekaan terhadap kebersihan.

Dalam kata lain, penulis melakukan perpaduan keyakinan umum dengan keyakinan spiritual agar pembaca muslim dapat tergerak untuk menjaga kebersihan.

Pada beberapa kasus, penulis dapat menambahkan data penting untuk menguatkan ajakan dari penulis untuk pembaca. Data tersebut dapat berupa kutipan dari pakarnya dan juga data real yang terjadi di lapangan.

Biasanya, penambahan data ini berdampak kepada kuantitas paragraf yang digunakan menjadi meningkat.

Meskipun begitu, pembaca akan lebih mudah tertarik dengan penambahan data tersebut karena pembaca akan dapat mempunyai gambaran yang lebih luas.

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utama

Umumnya, paragraf dimulai dengan garis baru dan mengandung satu ide pokok. Kalau teman-teman perhatikan, dalam suatu tulisan, biasanya paragraf ditandai dengan penulisan yang menjorok ke dalam di baris pertama. 

Selain ide pokok, paragraf juga terdiri dari rangkaian kalimat. Kalimat ini memuat ide atau gagasan yang terhubung satu sama lain.

Jenis paragraf dibagi menjadi beberapa macam. Pembagian jenis paragraf ini bergantung pada segmentasi yang dilihat yakni berdasarkan letak kalimat utama, berdasarkan isi, maupun berdasarkan tujuan. Pada bagian ini, kita akan membahas jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya. 

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di awal paragraf. Paragraf ini bersifat deduksi dan dikembangkan dari pernyataan umum ke khusus.

Pada paragraf deduktif kalimat utamanya berada di awal paragraf, sedangkan kalimat penjelasanya terletak setelah kalimat utama. Ciri yang mudah ditemui adalah gagasan utama atau ide pokok biasanya berupa pernyataan umum.

Contoh 1:

Komodo merupakan hewan langka yang dilindungi. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, per 2017 tercatat 2.884 ekor komodo di Taman Nasional Komodo. Kadal terbesar di dunia ini termasuk dalam daftar hewan dilindungi karena jumlahnya sedikit. Penyebab langkanya komodo akibat habitat komodo yang semakin hari semakin tercemar. 

Penjelasan: Kalimat pertama merupakan kalimat utama. Kalimat kedua dan seterusnya merupakan kalimat pendukung untuk menjelaskan kalimat pertama. 

Baca Juga: Kalimat Efektif Pengertian, Prinsip, Karakteristik, dan Contoh Lengkapnya

Contoh 2: 

Ibu adalah sosok yang besar peranannya dalam sebuah keluarga. Sebagian besar orang setuju dengan pernyataan itu. Kita tidak bisa menyiapkan segala kebutuhan hidup tanpa bantuannya. Mulai dari perlengkapan, makanan, dan kebutuhan yang lain dilakukan ibu tanpa pernah mengeluh. Hal ini semakin membuat kita sadar, agar gak membantah segala nasehat ibu dan menghargainya lebih baik lagi.

Penjelasan: kalimat pertama merupakan kalimat utama bahwa ibu memiliki peran besar dalam sebuah keluar. Kalimat kedua dan seterusnya merupakan kalimat pendukung yang menjelaskan peranan ibu pada kalimat pertama. 

2. Paragraf Induktif

Berkebalikan dengan paragraf deduktif, gagasan utama paragraf iduktif berada di akhir kalimat dalam paragraf. Paragraf ini diawali dengan penyebutan peristiwa khusus atau penjelasan yang berfungsi pendukung gagasan utama.

Ciri lain yang menandai kalimat induktif adalah penggunaan konjungsi “jadi”, “akhirnya”, “akibatnya”, “oleh karena itu”, “maka dari itu”, “berdasarkan uraian di atas”, dan “dengan demikian”. Konjungsi tersebut menunjukkan kesimpulan atau relasi sebab-akibat.

Contoh: 

Selain enak dijadikan bahan campuran es, buah kelapa juga memiliki manfaat lain seperti daunnya bisa dijadikan bahan untuk kerajinan tangan dan juga kulitnya yang berupa serabut yang memiliki berbagai macam kegunaan, selain itu kulit cangkangnya  atau sering kita sebut batok kelapa pun bisa dimanfaatkan untuk membuat perlengkapan alat dapur seperti mangkuk dan sendok sayur. Itulah bukti bahwa buah kelapa sangat bermanfaat.

Penjelasan: kalimat pertama merupakan penjelasan rinci yang mendukung kalimat-kalimat setelahnya. Kalimat pertama merupakan kalimat pendukung, kemudian kalimat terakhir adalah kesimpulan atau pokok kalimatnya. 

3. Paragraf Ineratif

Jenis paragraf ineratif termasuk dalam paragraf yang dilihat dari gagasan pokoknya. Paragraf ineratif merupakan paragraf yang terdiri atas kalimat utamaya terletak di tengah paragraf. Dengan demikian, paragraf ini mempunyai pola khusus-umum-khusus atau kalimat penjelas-kalumat utama-kalimat penjelas. 

Kalimat penjelas yang ada di awal paragraf ini berfungsi sebagai pengantar atau pembuka paragraf ini. Sementara itu, kalimat utama yag ada di tengah paragraf berfungsi sebagai gagasan utama dari paragraf ini. Adapun kalimat penjelas di akhir paragraf mempunyai fungsi sebagai penega atau kesimpulan dari paragraf ini.

Baca Juga: Pengertian Teks Berita Ciri-Ciri, Jenis, Pedoman, dan Contoh Lengkap

Contoh 1: 

Menyepelekan kesehatan tubuh saat bekerja malam akan membuat badan justru rentan terkena sakit saat melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan bagi orang yang bekerja di malam hari sangatlah penting dilakukan. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan agar pekerja malam dapat menjaga kesehatannya antara lain: mengkonsumsi makanan sehat, tidur sejenak di waktu istirahat, dan berolahraga sebelum bekerja.

Penjelasan: pada contoh di atas, kalimat pertama dan ketiga merupakan kalimat penjelas paragraf tersebut. Sementara itu, kalimat kedua yang ada di tengah adalah ini atau kalimat utama paragraf tersebut.

Contoh 2: 

Pengguna internet di negeri ini sudah kian meningkat. Sayangnya, meningkatnya jumlah pengguna tersebut tidak sebanding dengan tingkat kedewasaan penggunanya. Oleh karenanya, sosialisasi penggunaan internet secara dewasa patut untuk dilakukan oleh semua pihak. Adapun bentuk sosialisasi tersebut bisa berupa seminar, video tutorial penggunaan internet secara dewasa, dan sejumlah cara lainnya.

Penjelasan: dua kalimat di awal paragraf di atas adalah kalimat penjelas. Sementara, kalimat ketiga adalah kalimat utamanya. Adapun kalimat terakhir pada paragraf tersebut adalah kalimat penjelas sekaligus penutup paragraf tersebut.

Kesimpulannya, dalam kegiatan menulis buku penulis harus memperhatikan setiap detail kalimat yang digunakan. Detail kalimat tersebut nantinya dapat menjadi pelengkap puzzle yang lebih besar yaitu gagasan pokok paragraf. Menuju bagian yang lebih besar lagi, kumpulan paragraf tersebut juga akan menjadi pelengkap puzzle tema besar penulisan buku tersebut.

Maka dari itu, belajarlah untuk memahami setiap bagian dalam menulis buku, termasuk dalam pemahaman jenis paragraf. Hingga pada akhirnya, kegiatan menulis buku yang dilakukan akan menjadi lebih berkualitas. Selamat menulis buku! [Mas Aji Gustiawan]

Referensi:

Kusmana, Suherti, 2014, Kreativitas Menulis, Yogyakarta: Penerbit Ombak.

penerbit buku

Anda TAK HARUS PUNYA NASKAH siap cetak untuk mendaftarkan diri Jadi Penulis di penerbit buku kami. Dengan mendaftarkan diri, Anda bisa konsultasi dengan Customer Care yang siap membantu Anda dalam menulis sampai menerbitkan buku. Maka, Anda tak perlu ragu untuk segera MENDAFTAR. Silakan isi form di Daftar Menjadi Penulis. 🙂

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download