⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Pengertian Kalimat Deklaratif, Ciri-Ciri, dan Contoh Lengkapnya

kalimat deklaratif

Salah satu jenis kalimat yang kerap digunakan untuk berkomunikasi adalah kalimat deklaratif. Walaupun saat berbicara kita tidak mengetahui jenis kalimat apa yang sedang digunakan, akan tetapi penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja jenis kalimat termasuk kalimat deklaratif sehingga Anda bisa berkomunikasi dengan baik.

Kalimat deklaratif adalah jenis kalimat berdasarkan amanat wacananya. Artinya, kalimat tersebut dilihat dari bagaimana makna yang diwujudkan berdasarkan oleh tanggapan dari pembaca atau pendengar.

Selanjutnya, apa itu kalimat deklaratif, bagaimana ciri-ciri kalimat tersebut, dan bagaimana penggunaan kalimat tersebut akan dijelaskan secara detail di bawah ini.

Pengertian Kalimat Deklaratif Menurut Para Ahli

Secara umum, kalimat deklaratif merupakan salah satu ragam kalimat dalam bahasa Indonesia yang mana kalimat tersebut  berisi pernyataan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian deklaratif adalah bersifat pernyataan yang ringkas dan jelas.

Dengan demikian bisa diartikan bahwa kalimat deklaratif menggunakan tanda baca terakhir yakni tanda baca titik (.) pada akhir kalimat. Bisa juga diartikan bahwa kalimat deklaratif adalah salah satu jenis kalimat yang mana tidak memerlukan jawaban, baik dari pembaca atau pendengarnya. 

Hal ini karena kalimat deklaratif memiliki tujuan memberikan informasi satu arah sehingga mendapatkan respons dan perhatian serta pemahaman dari pembaca atau pendengarnya.  Kalimat yang merupakan deklaratif ini juga sering disebut sebagai kalimat pernyataan karena tujuannya memberikan informasi kepada pembaca atau pendengar.

Artinya, kalimat deklaratif memiliki tujuan untuk memberi tahu pembaca atau pendengar tentang segala sesuatu yang diketahui oleh pembicara atau penulisnya dengan tujuan isi kalimat tersebut dapat diterima dengan baik oleh pembaca atau pendengar. Kalimat deklaratif yang berisi informasi ini memberikan penjelasan terhadap suatu hal yang sifatnya fakta.

Dengan berbagai definisi tersebut, sehingga bisa dipahami bahwa pengertian kalimat deklaratif ini sangat cocok disebut sebagai kalimat berita, karena seperti penjelasan sebelumnya, kalimat ini memang merupakan kalimat yang berisi informasi atau berita yang disampaikan kepada pembaca atau pendengar.

Berbagai berita atau informasi yang terdapat pada kalimat deklaratif merupakan kejadian yang benar-benar terjadi, sehingga apa yang disampaikan kepada pembaca atau pendengar adalah yang sebenar-benarnya terjadi dan isinya lengkap, menyeluruh, dan juga detail. Akan tetapi, ada kalanya kalimat ini juga menjelaskan mengenai opini dari penulis atau pembicara.

Kalimat deklaratif ini biasanya sering dijumpai di berbagai artikel media massa, berita di media massa, media elektronik, berita di televisi, berita di radio, dan juga percakapan sehari-hari.

Setelah mengetahui pengertian kalimat deklaratif secara umum, selanjutnya perlu diketahui juga bagaimana pengertian kalimat deklaratif menurut para ahli. Tentu saja para ahli memiliki pandangan masing-masing mengenai kalimat yang merupakan deklaratif tersebut. Oleh sebab itu di bawah ini merupakan pengertian deklaratif menurut para ahli.

1. Buku Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis

Menurut buku Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis, kalimat deklaratif merupakan kalimat yang merupakan jenis kalimat berdasarkan amanat wacananya. Artinya, kalimat tersebut dilihat dari bagaimana makna yang diwujudkan berdasarkan oleh tanggapan dari pembaca atau pendengar.

2. Tika Hatika (dalam Modul Kemendikbud Tema 6 Bahasa Indonesia)

Menurut Tika Hatika di dalam Modul Kemendikbud Tema 6 Bahasa Indonesia, kalimat deklaratif memiliki fungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. Maka dari itu, kalimat tersebut tidak memerlukan tanggapan berupa jawaban dari pembaca atau pendengar.

3. M. Ramlan

M. Ramlan mengungkapkan bahwa kalimat deklaratif memiliki intonasi berita, tidak terdapat kata tanya berupa ‘apa, siapa, kenapa, di mana, dan sebagainya’, dan juga tidak berisi kata ajakan misalnya ‘ayo, jangan, mari, silakan, dan juga sebagainya’. Intonasi kalimat deklaratif datar dan penulisannya diakhiri tanda titik sehingga terkesan tanpa intensi apa pun selain memberikan informasi.

4. Surono

Surono berpendapat bahwa kalimat deklaratif disebut juga dengan istilah kalimat berita. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang tidak ada penanda khusus seperti kalimat interogatif atau kalimat imperatif.

5. Alwi

Menurut Alwi, kalimat deklaratif ini dalam bentuk tulisnya diakhiri dengan tanda titik dan dalam bentuk lisan ditandai oleh nada turun. Kalimat deklaratif ini biasanya digunakan pembicara atau penulis untuk membuat pernyataan, sehingga isinya merupakan berita bagi pendengar atau pembaca.

6. Cook (dalam Tarigan)

Cook mengungkapkan bahwa kalimat deklaratif adalah kalimat yang dibentuk untuk menyiarkan informasi tanpa mengharapkan responsi tertentu.

7. Ramlan

Selanjutnya, Ramlan berpendapat bahwa kalimat deklarasi memiliki fungsi yaitu untuk memberitahukan sesuatu kepada orang lain sehingga tanggapan yang diberikan hanyalah berupa perhatian seperti tercermin pada pandangan mata yang menunjukan adanya perhatian.

8. Rahardi

Rahardi mengungkapkan bahwa kalimat deklaratif merupakan kalimat yang bertujuan untuk memberitahu suatu kejadian kepada mitra tutur, baik itu pembaca atau pendengar.

9. Putrayasa

Menurut Putrayasa, kalimat deklaratif merupakan kalimat yang diakhiri dengan tanda titik dan dilafalkan dengan nada turun di akhir kalimat.

Baca Juga:

Macam-Macam Konjungsi dan Contoh Lengkapnya

Pengertian Akronim, Jenis-Jenis dan Contoh Lengkap

Pengertian Kata Ganti, Jenis-Jenis, Contohnya

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Fungsi Kalimat Deklaratif

Setelah memahami bagaimana pengertian kalimat deklaratif secara umum dan pengertian dari kalimat tersebut menurut pendapat para ahli, dapat diketahui bahwa kalimat deklaratif ini memiliki fungsi yang khas dalam penyampaiannya. Fungsi dari kalimat tersebut yaitu untuk menyampaikan informasi berupa fakta dan opini.

Oleh sebab itu, kalimat tersebut memiliki fungsi kalimat yang berbeda dengan fungsi dari kalimat lainnya. Karena secara umum, kalimat yang merupakan deklaratif ini juga berfungsi untuk memberikan informasi berita yang isinya menyampaikan mengenai fakta, pernyataan, ataupun pendapat.

Melalui informasi yang disampaikan tersebut, maka pembaca atau pendengar akan ikut mengetahui informasi atau suatu peristiwa yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada. Sehingga dalam hal ini, kalimat deklaratif ini mampu membantu membagikan informasi dengan mudah dan juga tepat guna.

Selain itu, dengan menyampaikan informasi menggunakan kalimat deklaratif, pembaca atau pendengar bisa dengan mudah memahami informasi yang mereka terima, karena kalimat tersebut sudah didukung dengan adanya struktur kalimat yang sesuai dalam kaitannya untuk menyampaikan informasi.

Ciri-ciri Kalimat Deklaratif

Meski sudah mengetahui bagaimana pengertian dan juga fungsi dari kalimat deklaratif, tentu saja untuk membedakan bagaimana kalimat deklaratif dengan kalimat yang lain diperlukan karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan kalimat yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, di bawah ini akan disampaikan karakteristik atau ciri-ciri kalimat deklaratif.

1. Bersifat Informatif

Kalimat deklaratif merupakan kalimat yang bersifat informatif. Karakteristik atau ciri-ciri kalimat ini merupakan ciri khas yang paling terlihat karena sudah diketahui bahwa kalimat yang merupakan deklaratif ini berisi tentang informasi yang disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya.

Informasi yang disampaikan adalah sesuai fakta yang terkadang ditambahkan dengan sedikit opini dari penulis atau pembicara yang menyampaikan informasi tersebut. Selain itu, informasi yang disampaikan di dalam kalimat bisa disampaikan langsung oleh pelaku atau orang lain, sesuai bagaimana yang dilihat dari penyampai berita tersebut.

Meski demikian, penyampai informasi dituntut untuk menuliskan informasi apa adanya, jika informasi tersebut datang dari orang lain atau sumber yang lain. Sehingga kalimat ini tidak memiliki sifat sensasi, karena jika hal tersebut terjadi, maka fungsi kalimatnya akan hilang.

2. Bersifat Tidak Memaksa

Karakteristik atau ciri-ciri lain dari kalimat deklaratif ini adalah sifatnya tidak memaksa. Artinya, dalam menyampaikan informasi, kalimat ini tidak dibuat untuk memaksakan seseorang baik pembaca atau pendengar untuk memberi tanggapan atau lain sebagainya, termasuk reaksi dari penerima informasi tersebut.

Oleh sebab itu, bagi penerima informasi bisa mengekspresikan reaksi dengan bebas, sesuai dengan kehendak mereka masing-masing, atau bahkan bisa tidak memberi reaksi apa pun. Karena dengan bagaimana pun, kalimat ini fungsinya hanya untuk menyampaikan informasi saja.

3. Tidak Memerlukan Respons

Seperti yang dijelaskan pada poin kedua bahwa kalimat deklaratif ini tidak memiliki sifat memaksa, maka kalimat ini juga disampaikan oleh penulis atau pembicara dengan tujuan menginformasikan sesuatu. Sehingga, kalimat ini tidak memerlukan respons baik jawaban atau opini dari pembaca atau pendengar.

Hal ini karena di dalam kalimat ini sudah disampaikan informasi secara jelas, lugas, dan juga tidak berbelit-belit, sehingga pemilik informasi hanya perlu menyampaikan informasi dan tidak menuntut adanya tanggapan dari pembaca atau pendengar. Mengapa demikian? Karena kalimat ini atau yang juga disebut sebagai kalimat berita tidak harus ditanggapi.

4. Memiliki Intonasi Netral

Selain itu, kalimat deklaratif ini memiliki intonasi yang netral atau datar. Meski di dalam kalimat berisi informasi yang lugas dan tegas, akan tetapi intonasi dalam penyampaian kalimat ini tidak dibuat naik turun atau datar saja seperti orang berbicara pada umumnya.

Dalam susunan kalimatnya, biasanya juga hanya menggunakan tanda baca titik di akhir dan menggunakan koma jika diperlukan. Tidak ada tanda baca kompleks di dalamnya, baik tanda tanya atau tanda seru. Dengan demikian, pelafalan intonasinya juga netral dan juga datar dengan harapan agar pendengar mampu memahami informasi yang disampaikan.

5. Diakhiri dengan Tanda Titik

Karakteristik atau ciri terakhir dari kalimat deklaratif adalah diakhiri dengan tanda titik (.). Artinya, kalimat ini tentu memiliki intonasi yang netral atau datar, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selain membuat intonasinya netral atau datar, tanda baca titik ini juga menunjukkan kepada pembaca bahwa mereka tidak perlu memberi respons.

Sehingga pembaca hanya cukup mengetahui informasi apa yang terdapat di dalam kalimat yang disampaikan oleh penulis atau pembicara.

Baca Juga:

Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif yang Sering Terjadi

Kesalahan Penggunaan Tanda Baca

Kesalahan Penggunaan Huruf Miring

Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

35 Contoh Kalimat Deklaratif

Karena sudah diketahui berbagai hal mengenai kalimat deklaratif, tentu saja perlu diketahui bagaimana saja contoh kalimat tersebut. Perlu kembali ditekankan bahwa dalam penulisan atau pengucapannya, kalimat ini tidak memiliki aturan penulisan yang ketat, sehingga hanya diperlukan unsur pokok saja dan tanda baca titik di akhir kalimat.

Pola penulisannya bisa mengikuti pola penulisan SPOK atau bisa juga tidak mengikuti pola tersebut. Poin penting dalam menulis kalimat deklaratif adalah kalimat berisi informasi secara runtut dan sistematis agar mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Selain itu, kalimat deklaratif juga disusun dalam bentuk yang pasif maupun bentuk aktif, karena dengan demikian, kalimat akan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Di bawah ini adalah beberapa contoh kalimat deklaratif baik dalam bentuk aktif maupun pasif.

  • Pemuda dari Desa Wonorejo mengadakan liga sepak bola di lapangan desanya yang akan mulai diselenggarakan minggu depan.
  • Pemerintah telah berupaya menurunkan harga minyak goreng, akan tetapi ketersediaannya di lapangan masih sangat sulit diperoleh.
  • Kenaikan harga tahu dan tempe yang akan dimulai pekan depan membuat para pengrajin tahu dan tempe mogok kerja.
  • Di beberapa wilayah kabupaten atau kota di Jawa Timur, angka penyebaran kasus Covid-19 terus meningkat.
  • Ayah sudah berpesan padaku untuk memintamu datang ke pertemuan lebih awal.
  • Ibu memasak di dapur menggunakan penggorengan yang kemarin aku beli di swalayan.
  • Jembatan yang baru dibangun satu bulan lalu tiba-tiba roboh saat aja hujan lebat.
  • Masyarakat meminta keringanan dan kemudahan dalam hal pencairan bantuan sosial karena dampak Covid-19.
  • Lahan pertanian di Jawa Tengah mulai kering karena tidak diguyur hujan selama beberapa pekan.
  • Kucing milik Nadia melahirkan 5 ekor anak.
  • Kakak lupa membawa kunci kantornya padahal sudah berangkat 15 menit yang lalu.
  • Penggunaan aplikasi ramah anak tersebut baiknya sudah disosialisasikan, mengingat sebentar lagi harus sudah digunakan sebagai syarat sekolah.
  • Perempuan itu merasa tenang ketika mendengarkan musik meskipun sedang sibuk bekerja.
  • Para kontraktor di salah satu kota itu merasa rugi karena banyak proyek yang berhenti akibat adanya tanah longsor.
  • Banjir terjadi di beberapa wilayah di DKI Jakarta akibat hujan deras yang terjadi selama beberapa hari belakangan.
  • Kecelakaan mobil yang terjadi di ruas Tol Cipularang memakan korban setidaknya 20 orang lebih.
  • Hingga saat ini, tim BASARNAS terus melakukan upaya evakuasi karena bencana banjir yang terjadi di Jawa Barat.
  • Pemerintah memberi bantuan berupa sembako untuk para pengungsi yang ada di lereng Gunung Merapi.
  • Para pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah mulai merasakan kemudahan akan adanya layanan telemedicine.
  • Pagi ini, jalanan sepi karena pemerintah mulai menerapkan aturan PPKM di beberapa wilayah di Indonesia.
  • Sebanyak 50 santri di pondok tersebut mengalami keracunan akibat makanan yang dikirimkan dari donatur resmi mereka ternyata sudah mulai basi.
  • Beberapa orang membantu mengangkat pohon yang roboh di jalanan arteri di Yogyakarta karena angin puting beliung beberapa menit yang lalu.
  • Adik sudah pulang sekolah sejak tadi.
  • Setelah 12 jam proses operasi, akhirnya Nia lega karena ia tidak lagi merasakan sakit.
  • Gejala yang dialami pasien Covid-19 varian Omicron ini tidak berat, jika pasien sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.
  • Kedatangan Menteri Sosial tadi pagi guna menyerahkan bantuan kepada para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.
  • Pencurian di perumahan elite di bilangan Jakarta Selatan tersebut ternyata dilakukan oleh orang terdekat.
  • Acara konser yang berlangsung di Sumatera beberapa waktu lalu dihentikan paksa karena diduga melanggar aturan dan protokol kesehatan.
  • Seluruh peserta ujian sudah datang dan memasuki ruang kelas masing-masing.
  • Pagi tadi, Pak Bambang sudah pergi dari rumahnya untuk pergi ke pasar guna berbelanja bahan makanan.
  • Pak RT mengimbau warga masyarakatnya untuk tetap menjaga kebersihan rumah meski tidak ada jentik nyamuk demam berdarah.
  • Hari ini, seluruh siswa di Kota Malang pulang lebih cepat karena kabut tebal akibat erupsi Gunung Semeru.

Artikel Terkait:

Pengertian Kalimat, Unsur, dan Contoh SPOK nya

Kalimat Opini: Pengertian, Ciri-Ciri, Perbedaan dan Contoh Lengkap

Kalimat Efektif: Pengertian, Prinsip, Karakteristik, dan Contoh

6 Ciri Kalimat Efektif yang Perlu Diperhatikan

21 Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Perbedaannya dengan Kalimat Efektif

Syarat Kalimat Efektif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Kalimat Imperatif: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

130+ Contoh Kalimat Tunggal

80+ Contoh Konjungsi Antarkalimat

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama