Kata pengantar buku ajar selalu ditulis di bagian awal. Kenapa kata pengantar tidak diletakan di bagian inti tulisan atau di bagian akhir? Jawabannya pun sederhana, jika kata pengantar diletakan dibagian tengah dan belakang, tidak bisa disebut sebagai kata pengantar. 

Memang penulisan kata pengantar buku ajar diletakan di bagian awal sebelum bab inti dijabarkan. Penulisan kata pengantar buku ajar adalah bagian unsur yang paling penting dan wajib ada.

Bahkan, kata pengantar tidak hanya wajib ada di setiap penulisan buku saja lo, tetapi juga dalam penulisan lain seperti karya ilmiah, skripsi atau dalam sebuah laporan penelitian. 

Bobot kepentingan dari kata pengantar buku ajar sama seperti bobot pentingnya penulisan daftar isi, daftar pustaka, biografi peulis dan daftar tabel.

Kehadiran kata pengantar meskipun sedikit dan sepele, ternyata mampu menonjolkan sisi profesionalitas si penulis buku ajar tersebut loh. Selain itu, penulisan kata pengantar ternyata dapat diartikan pula sebagai bentuk rasa hormat penulis kepada pembaca. 

Melihat posisi dan kedudukan kata pengantar ternyata cukup penting, maka pada pembahasan kali ini akan mengupas pula tentang beberapa poin berikut ini. 

Peranan Penting Penulisan Kata Pengantar Buku

Peranan penting kehadiran kata pengantar berperan sebagai pengantar. Pengantar menjadi prolog awalan sebelum masuk ke inti. Dibagian depan, selain kata pengantar ada juga lembar pendahuluan. Nah, dua hal ini seringkali membingungkan. Banyak pula yang masih pemula tidak bisa membedakan diantara keduanya. 

Kata pengantar secara konten isi, berisi pengantar buku yang akan dibahas mengulas apa saja. Disertai dengan ucapan terimakasih penulis kepada orang yang mendukung. Inti kata pengantar adalah memperkenalkan secara singkat, tetapi bukan dari synopsis loh. sedangkan pendahuluan lebih menekankan pada latar belakang buku ajar tersebut Anda tulis dan kenapa Anda mengambil tema tersebut. 

Jenis-jenis Kata Pengantar 

Membicarakan jenis-jenis kata pengantar ternyata ada banyak sekali bentuknya. Mungkin bagi seorang dosen atau akademisi lebih sering melihat kata pengantar untuk karya ilmiah atau untuk penulisan buku ajar saja. Padahal, ada beberapa kata pengantar bentuk lain. 

Ada kata pengantar makalah, bagi akademisi sudah tidak asing lagi dengan kata pengantar makalah, karena sering membuat makalah itu sendiri. Tidak hanya dosen saja ternyata yang berkutat dengan makalah, seorang mahasiswa pun juga sebenarnya berkutat dengan makalah karena di dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi pasti menuliskan skripsi, karya tulis ilmiah ataupun membuat jurnal. 

Kata pengantar yang lain ada kata pengantar yang diperuntukan untuk pidato. Tentu saja kata pengantar untuk pidato berbeda dengan kata pengantar buku dan makalah.

Jadi kata pengantar pidato bentuknya sebagai kata pembukaan sebelum pidato inti itu dimulai. Nah, membuat kata pengantar pidato dituntut lebih kreatif nih, karena sebuah pidato harus menarik perhatian dari audience agar tidak bosan.  

Tidak berhenti disitu saja, jenis kata pengantar juga ada yang bentuknya surat. Nah, pemahaman sederhana dari pengantar surat lebih familiar kita kenal kalimat pembuka surat.

Umumnya surat ini sekarang lebih banyak diterapkan untuk keperluan melamar kerja, dimana pengirim surat dituntut untuk memperkenalkan diri siapa Anda. 

Kata pengantar esai juga sering diterapkan. Nah, sedikit berbeda kata pengantar esai dengan kata pengantar buku ajar. Kalo pengantar esai lebih menekankan pada menjelaskan secara singkat topic yang akan Anda ulas.

Baca juga : Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar

Panduan Membuat Kata Pengantar Buku Ajar 

Setelah mengulas beberapa hal tentang kata pengantar buku ajar dan macam-macam kata pengantar. Barangkali masih ada yang kesulitan bagaimana sih cara membuat kata pengantar buku ajar.

Sebenarnya tidak ada cara yang rumit. Karena ada banyak beberapa macam kata pengantar buku ajar, kita akan fokus membuat kata pengantar untuk buku ajar. 

Pertama, Karena kata pengantar adalah halaman pengantar yang berisi ucapan terimakasih dan ucapan rasa syukur, tentu saja di paragraf awal harus memuat akan hal tersebut. terkait dengan kalimat ucapan syukur sebenarnya tidak ada kalimat baku, bisa menggunakan kalimat dari rangkaian penulis. Karena selama ini banyak yang membuat kalimat ucapan syukur meniru dari buku-buku sebelumnya. 

Kedua, setelah menuangkan kalimat syukur langkah selanjutnya adalah mendeskripsikan secara sekilas tema atau topic yang Anda jabarkan. Ingat, jangan terlalu banyak, cukup berikan cuplikannya saja. tujuannya agar pembaca menjadi penasaran dengan isi detailnya. 

Ketiga, Di bagian ketiga barulah menyampaikan ucapan terima kasih. Catatan penting saat menuliskan kalimat terimakasih, pastikan untuk menuliskan secukupnya saja. jangan terlalu banyak menuliskan ucapan terimakasih.

Karena pembaca pun juga tidak begitu peduli akan hal itu, pembaca hanya peduli dengan ilmu dan pesan yang hendak disampaikan. Jangan lupa pula untuk menuangkan kalimat harapan penulis. 

Keempat, penulisan kata pengantar buku ajar yang paling penting dan harus ada adalah penulisan tanda tangan. Jadi dibagian bawah kanan atau kiri membubuhkan tanggal dan tanda tangan si penulis. 

Jadi ada empat unsur penting yang harus termuat dalam pembuatan kata pengantar buku ajar. Nah, adapun cara lain yang tidak kalah penting. Misalnya, buat kata pengantar menggunakan kalimat yang sopan, menggunakan bahasa formal (jangan menggunakan bahasa daerah)

Baca juga : Cara Membuat Kata Pengantar Modul dan Contohnya

Contoh Kata Pengantar Buku

Contoh 1

Kata PengantarPuji syukur kam panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini. buku ini membahas tentang Toksikologi LIngkungan. 

Penyusunan buku ini bertujuan untuk menyediakan bahan ajar dalam beberapa mata kuliah di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat baik pada Strata-1 (Sarjana) dan Strata-2 (Magister).

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa buku ini masih belum sempurna. Oleh karena itu diharapkan kritik dan saran dalam rangka penyempurnaan buku ini. 

Akhir kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca. 

Manado, Juni 2020Penyusun

*Sumampouw, Oksfriani J. & Pinontoan, Odi R. 2020. Toksikologi Lingkungan : Kajian dalam Kesehatan Masyarakat). Yogyakarta: Deepublish. 

Contoh 2

Kata PengantarTidak terasa, waktu terus berlalu. Sejak 1986 buku ini belum pernah diperbarui, sementara cetakan terakhir (cetakan ketiga) adalah dari tahun 1991. Jadi sudah Sembilan tahun berlalu. Dalam pada itu ilmu psikologi berkembang terus.

Demikian juga pendidikan psikologi. Termasuk di Indonesia. Kalau pada akhir tahun-tahun 1980-an hanya ada tiga fakultas psikologi negeri (Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada; di Universitas Airlangga masih merupakan jurusan dari Fakultas Sosial dan Ilmu Politik) dan beberapa fakultas psikologi swasta.

Di era milenium baru sekarang ini terdapat lebih dari 35 fakultas dan program studi psikologi, termasuk empat fakultas psikologi negeri (Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga) dan satu jurusan psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Sedangkan kurikulum pun sudah dua kali berubah dan program Magister Sains (MSi) Psikologi serta pendidikan profesi psikologi yang dipisahkan dari program sarjana psikologi juga merupakan perkembangan yang belum ada pada saat edisi kedua ditulis. 

Oleh karenannya, sudah saatnya sekarang untuk memperbarui buku yang ternyata dipergunakan secara meluas sebagai buku teks di berbagai fakultas dan program studi psikologi di Indonesia. 

Syukurlah salah satu kendala yang selama bertahun-tahun telah menghambat saya untuk memperbarui buku ini, yaitu belum adannya asisten yang handal, sekarang sudah teratasi, yaitu sejak putra saya sendiri, psikologi Astrid Novianti, menjadi asisten saya dalam mata kuliah Psikologi Umum I (Dimana sejarah dan aliran psikologi merupakan sebagian dari pokok bahasannya) di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Di antara waktu-waktu senggangnya, dia sempatkan untuk meneliti kembali dan merevisi serta melengkapi beberapa bagian yang masih kurang dari buku ini. untuk itu saya perlu mengucapkan terimakasih kepada Astrid. 

Di antara berbagai perubahan dan penyempurnaan (besar dan kecil) yang saya lakukan pada buku ini, yang perlu diperhatikan adalah penambahan bab mengenai Psikologi HOlistik/Humanistik sebagai aliran yang merupakan reaksi atas dominasi behaviorisme dan psikoanalisis di Amerika Serikat yang sekarang makin banyak dianut, dan bab tentang psikologi di Jerman dewasa ini (setelah trend psikologi beralih ke Amerika Serikat).

AKhirnya, sebagai penutup, Astrid Novianti menulis bab tentang psikologi di Indonesia dengan memasukan perkembangan mutakhir di dunia psikologi Indonesia. 

Sudah barang tentu, sebagai karya ilmiah, buku ini tidak akan pernah sempurna. Karena itu masukan-masukan dari pembaca dan pengguna buku ini, tetap kami harapkan untuk perbaikan bagi edisi-edisi berikutnya. 4 April 2020Prof. Dr. Salito W. Sarwono

*Sarwono, Sarlito W. 2002. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.

Baca juga : Bagaimana Menulis Pengantar yang Baik dalam Karya Ilmiah?

Contoh 3

Kata Pengantar Bismillahirrahmanirrahim,Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan, ketekunan dan kesabaran sehingga buku yang sudah lama dipersiapkan ini akhirnya dapat diselesaikan. 

Sumber bacaan pokok dari penulisan ini adalah buku The Rorschach Technique, an Introductory Manual yang ditulis oleh Bruno Klopfer dan Helen H. Davidson tahun 1962, sebagai pelengkap juga diambil dari buku-buku antara lain Bruno Klopfer Mary D. Ainsworth, Walter G. Klopfer, & Robert R. Holtz tahun 1954 dan 1956, John E. Exner tahun 1982 dan lain-lain.

Buku ini dipersiapkan terutama untuk mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mempelajari Tes Rorschach, karena sepanjang pengalaman penulis mengajar mata kuliah Tes Rorschach banyak mahasiswa yang mengeluh kurangnya bacaan dalam bahasa Indonesia. 

Buku ini terdiri dari tiga bagian, bab pertama berisi pengantar mengenai tes bercak tinta, bab kedua mengenai administrasi tes Rorschach, dan bab ketiga mengenai skoring. Interpretasi tes Rorschach tidak dimuat dalam buku ini. 

Penulisan buku ini diawali sejak tahun 1992 dalam bentuk diktat yang sederhana, kemudian dilakukan perbaikan maupun penyempurnaan berkali-kali sehingga terbentuklah buku ini. 

Penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkannya tulisan ini. penulis juga merasa bahwa buku ini jauh dari sempurna, oleh karena itu segala masukan baik berupa saran maupun kritik yang membangun sangat diharapkan. 

Akhirnya semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar dan mendalami tes Rorschach Yogyakarta, 2001PenulisM.A SubandiRatna Wulan

*Subandi & Wulan, Ratna. 2004. Tes Rorschach Administrasi dan Skoring. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. 

Contoh 4

Kata Pengantar Assalamualaikum Wr. Wb. Ilmu keperawatan berkembang pesat dan akan selalu ada informasi yang dapat diterapkan pada saat menghadapi pasien. Semakin kaya pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan seorang perawat, akan membuatnya menjadi semakin baik dalam membuat asumsi, mengemukakan ide, dan membuat kesimpulan.

Agar seorang perawat bisa mencapai hal-hal tersebut, maka sebagai perawat tentu harus mau belajar, sebab dengan belajar kemampuan intelektual dan emosional perawat dapat berkembang. Kemampuan tersebut mendukung perawat dalam berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah, serta membuat keputusan dengan tepat dan efisien. 

Sebagai perawat, harus selalu ingat, bahwa tidak ada dua pasien yang lebih yang memiliki masalah sama persis. Perawat harus selalu mengobservasi setiap pasien dengan saksama dan teliti, sehingga bisa mencari pemikiran dan penafsiran terhadap masalah pasien, meninjau masalah tersebut dari segi keilmuan, lalu melakukan analisa terhadap masalah pasien, dan membangun pendekatan yang tepat untuk merawat pasien. 

Guna menunjang perawat agar dapat mencapai setiap tujuan di atas, perawat perlu mempelajari serta melalui tahapan proses atau metodologi keperawatan.

Secara umum, proses atau metodologi keperawatan dibagi menjadi lima tahap,  yang akan dibahas di dalam buku ini. yaitu pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan asuhan keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi.

Pemahaman mengenai metodologi keperawatan sangat berguna bagi perawat agar lebih kreatif, bisa bertindak cepat dalam berbagai keadaan dan mampu membuat keputusan berkualitas untuk kebaikan pasien.

Jika perawat mampu memahami metodologi keperawatan dengan baik, dia akan menemukan dan merasakan bahwa perawatan terhadap pasien akan lebih baik karena keputusan klinis yang sudah dibuat. 

Buku ini menuntun profesi perawat untuk memahami metodologi keperawatan, menjelaskan berbagai aspek yang berlaku pada metodologi keperawatan yang diterapkan pada saat melakukan praktik asuhan keperawatan kepada pasien. Pemaparan materi akan dimulai dengan memahami apa itu metodologi, sehingga mengerucut kepada lima tahapan metodologi keperawatan.

Tidak ketinggalan juga pembahasan mengenai berpikir kritis, sebab pemikiran kritis perawat adalah pusat dari praktik keperawatan profesional dan berguna untuk selalu memperbarui cara pendekatan kepada pasien, belajar dari kesalahan, dan terus menerapkan pengetahuan-pengetahuan baru untuk mendapatkan pengalaman klinis baru.

Bagi kalangan mahasiswa Keperawatan layak memiliki buku ini sebagai pendamping bahan ajar perkuliahan.

Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat, saran serta kritik yang bersifat membangun dari para pembaca, sangat kami harapkan untuk kesempurnaan buku ini kedepannya. Wassalamualaikum Wr. Wb.
YogyakartaTim Penyusun

*Induniasih & Hendarsih, Sri. Metodologi Keperawatan. PT Pustaka Baru. 

Nah, dari keempat contoh kata pengantar buku ajar di atas bisa dilihat, ada beberapa gaya dan bentuk kata pengantar. Semoga dengan contoh di atas memberikan gambaran bagaimana cara membuat kata pengantar. 

Sebagai tambahan informasi, sebenarnya kata pengantar dan prakata juga memiliki kemiripan loh. Ternyata banyak yang salah mengartikan kata pengantar dan prakata.

Kata pengantar sering digunakan untuk penulisan buku, sedangkan prakata sering digunakan untuk untuk jurnal, karya ilmiah atau semacamnya.

Kata pengantar bisa ditulis oleh orang lain, sedangkan prakata wajib ditulis langsung oleh penulisnya. Semoga sekilas tambahan pendek ini juga tidak membuat Anda pusing. Semoga bermanfaat. 

Apakah Anda sedang atau ingin melakukan cara membuat buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di : Daftar Menjadi Penulis Buku

Baca juga : 3 Contoh Prakata Buku Langsung Dari Penulisnya

Referensi: 

Induniasih & Hendarsih, Sri. Metodologi Keperawatan. PT Pustaka Baru. 

Subandi & Wulan, Ratna. 2004. Tes Rorschach Administrasi dan Skoring. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. 

Sarwono, Sarlito W. 2002. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.Sumampouw, Oksfriani J. & Pinontoan, Odi R. 2020. Toksikologi Lingkungan : Kajian dalam Kesehatan Masyarakat). Yogyakarta: Deepublish.