Ingin Resensi Buku Dimuat? Kenali 6 Identitas Buku di Penerbit Buku

penerbit buku

Apakah Anda memiliki obsesi meresensi buku dan dimuat di surat kabar atau di tabloid? Namun sampai detik ini belum pernah lolos seleksi redaksi? Jika resensensi Anda ingin tembus surat kabar/media, Anda harus wajib tahu 6 elemen identitas buku yang sudah ditulis oleh penerbit buku asal.

Ada banyak alasan redaksi surat kabar/media tidak menerima resensi Anda. Salah satunya bisa disebabkan karena review kurang lengkap, tidak menyantumkan penerbit buku dan tidak menyantumkan identitas buku. Menyantumkan identitas buku selain penting untuk penerbit buku, juga penting untuk surat kabar yang akan memuat. Karena ini terkait dengan kode etik media cetak dalam menampilkan hasil resensi dari penulis. Ulasan kali ini akan mengulas tentang enam identitas buku yang dicantumkan selama meresensi. Berikut ulasannya.

Judul Buku

Identitas buku yang baik untuk buku fiksi maupun nonfiksi adalah penulisan judul. Judul buku ibarat kepala manusia. Dimana kita akan menilai seseorang selain dari fisik, kita akan melihat kepandaian seseorang yang lekat dengan kemampuan otak. Begitupun dengan buku, selain dari cover, hal yang menentukan judul tulisan buku adalah judul. Judul buku yang mampu menarik pembaca adalah judul yang dikemas secara singkat dan pendek.

Meskipun ditulis secara singkat dan pendek, pembaca mampu mengajak pembeca ingin membaca lebih isi buku, dan membelinya. Sedikit berbeda dengan resensi buku. Prinsip meresensi buku adalah memperkenalkan buku kepada pembaca. Dasar memperkenalkan adalah menyebutkan identitas nama buku. Judul buku dalam meresensi buku ibarat sebagai nama seseorang. Saat pertamakali memperkenalkan diri, hal pertama disebutkan adalah judul buku dan nama penulisnya. Bagaimanapun juga, meresensi buku itu sama ketika kita memperkenalkan teman kita ke teman kita yang lain.

Nama Pengarang

Selain judul buku, setiap buku sudah pasti ada pengarangnya. Dalam meresensi buku, hal pokok yang harus dicantumkan adalah menyantumkan nama penulis buku. Disetiap karya buku yang ditulis memiliki nama yang berfungsi sebagai penanggungjawab isi buku. Sama halnya ketika Anda membuat resensi, Nama Anda juga tercantum. Fungsi nama Anda muncul tidak lain dan tidak bukan sebagai penanggungjawab isi resensi buku.

Nama Penerbit Buku

Identitas buku yang tidak kalah penting dicantumkan saat menulis resensi buku adalah mencantumkan nama penerbit buku. Penerbit buku sebagai pencetak buku. Peran penerbit buku sebagai pendistribusi, penjual sekaligus sebagai media yang mentransformasikan tulisan penulis menjadi buku yang siap didistribusikan dan disebarluaskan ke banyak khalayak masyarakat.

Ketebalan Buku

Ketebalan buku penting dicantumkan dalam meresensi buku. Memang sekilas terkesan tidak begitu penting. Kenyataannya cara ini lebih efektif untuk memberi gambaran pembaca atau calon pembeli memperkirakan ketabalan buku dan menafsirkan harga buku. Hanya dengan melihat ketebalan buku, pembaca atau calon pembeli dapat memperkirakan harga tersebut tergolong murah atau mahal. Alasan lain kenapa saat meresensi buku harus menyantumkan jumlah halaman karena peresensi berhadapan pada banyak pembaca. Tentu saja, ada ada banyak macam karakter pembaca, ada yang sangat memperhitungkan jumlah halaman buku ada juga yang cuek dengan masalah halaman. Bagaimanapun juga, tebal naskah juga sebagai identitas.

Tahun Terbit buku

Pentingnya menyantumkan tahun terbit dalam meresensi buku untuk memudahkan pembaca mengupdate informasi terbaru. Resensi buku dibuat untuk buku-buku keluaran terbaru, fungsinya memang memperkenalkan kepada pembaca dan memperbarui bahan bacaan. Tidak hanya itu, tahun terbitan buku berfungsi untuk memberi gambaran apakah buku yang Anda review tergolong buku terbitan terbaru, atau terbitan lama.

Nomor Edisi Buku

Elemen yang tidak kalah penting untuk dicantumkan saat membuat resensi buku adalah menyantumkan nomor edisi buku.  Nomor ini difungsikan sebagai identitas. Nomor edisi buku di sini bisa juga disebut dengan ISBN. Kepanjangan ISBN adalah International Standard Book Number . Nomor pada ISBN berisi kode buku yang unik, dan sesuai dengan informasi tentang penerbit dan identitas buku. Isi ISBN terdiri dari 13 digit, setiap ISBN satu buku dengan judul buku lain memiliki identitas yang berbeda.

Itulah keenam identitas buku yang wajib dicantumkan saat meresensi buku. Selain keenam di atas, khusus dapur redaksi identitas buku termasuk juga ilustrai jilid buku yang meliputi buku tersebut berwarna atau tidak. Selain itu ada juga ukuran buku, ada banyak ukuran buku. Ada ukuran buku B5, A4, A5 dan unesco. Sedangkan untuk kepentingan resensi buku yang dilakukan oleh reviewer ukuran buku dan ilusstrasi jilid buku tidak perlu ditampilkan dalam resensi. Identitas dari penerbit buku yang kamu cantumkan saat meresensi cukup 6 elemen di atas. (Elisa)

 

Referensi:

https://baabun.com/contoh-resensi-buku/. Diakses 12 Oktober 2018

http://www.snowlife-elisa.com/2017/03/cara-menerbitkan-buku-sendiri.html Diakses 12 Oktober 2018

https://medium.com/@sahabatnesia/cara-meresensi-buku-non-fiksi-terlengkap-8db23e4740a7]. Diakses 12 Oktober 2018.



This post has been seen 61 times.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.