fbpx

Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula

kesalahan dalam menulis cerpen,

Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula. Anda ingin menulis sebuah cerpen? Tidak sulit kok. Hanya saja dalam sebuah penulisan cerpen dibutuhkan kemampuan yang baik supaya cerita dapat tersampaikan ke pembaca. Yang perlu dipahami adalah cerpen alias cerita pendek berbeda dengan novel. Dari singkatannya saja sudah jelas, cerita pendek. Maka dalam penulisannya pun cerpen tidak membutuhkan tulisan yang berlembar-lembar seperti novel. Sebaliknya, cerpen hanya akan menyampaikan bagian-bagian tertentu saja dalam sebuah peristiwa atau cerita.

Lantas, apa itu cerpen? Sebenarnya, tidak ada rumusan yang baku mengenai apa itu cerpen. Kalangan sasterawan memiliki rumusan yang tidak sama. Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau yang biasa disingkat cerpen adalah cerita rekaan yang pendek. Ismail Marahimin, dalam buku Menulis Secara Populer menjelaskan bahwa cerpen memang harus pendek dan singkat.

Apa ukuran panjang-pendek suatu cerpen itu? Jumlah halamannyakah? Jumlah kata-katanyakah? Menjawab hal ini, rumusan Poe cukup menjelaskan. Meskipun ada yang berpendapat jumlah katanya tidak lebih dari 10.000 kata. Ada yang membatasi jumlah katanya antara 500 – 30.000 kata. Pada dasarnya bisa disimpulkan jika cerpen adalah sebuah cerita fiktif atau non fiktif yang jumlah katanya terbatas, tidak lebih dari 30.000 kata.

Apakah Anda tertarik untuk menulis cerpen? Cara menulis cerpen untuk pemula memang banyak dicari. Maka dari itu pada artikel ini kami akan mengulas:

 

Cara Menulis Cerpen untuk Pemula Secara Rinci

cerpen cinta

Cara Menulis Cerpen : Sisihkan Waktu 10-20 Jam

Cara menulis cerpen untuk pemula yang pertama adalah pastikan Anda menyisihkan waktu sekitar 10-20 jam dalam proses mencari ide hingga menulisnya. Sering kali kita menulis dengan langkah yang selalu berbeda, dan tentunya tergantung pada panjang cerita Anda (misalnya 2000-5.000 kata untuk cerita pendek) mungkin menghabiskan waktu antara 5-10 jam.

Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.

 

Mencari Ide

Cara menulis cerpen untuk pemula yang kedua adalah dengan mencari ide. Ide cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul yang lain.

Untuk mendapatkan ide cerita sebuah cerpen, Anda bisa mencarinya dari berbagai macam sumber. Misalnya dari menonton tv, browsing internet, membaca buku, melihat sendiri kejadian secara langsung, dan masih banyak cara lainnya. Kunci mencari ide adalah bukalah wawasan seluas mungkin, biarkan ide-ide gila masuk ke dalam otak Anda. Jika sudah mendapatkan ide, tulislah dalam kertas atau notes di gadget Anda apapun idenya. Baru setelah itu, Anda dapat memilah ide mana yang ingin Anda kembangkan dalam cerpen Anda.

 

Menulis Dengan Gaya Sendiri

Langkah selanjutnya cara menulis cerpen untuk pemula adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum mencoba. Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja.

Tak perlu dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya. Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu bagus. Itu adalah proses menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus. Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.

 

Cara Menulis Cerpen : Membuat Tema

Dalam unsur cara menulis cerpen untuk pemula dibutuhkan tema atau gagasan inti. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan. Tidaklah mungkin mendirikan sebuah bangunan tanpa pondasi. Dengan kata lain tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita. Tidak mungkin sebuah cerita tidak mempunyai ide pokok. Yaitu sesuatu yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembacanya.

Sesuatu itu biasanya adalah masalah kehidupan, komentar pengarang mengenai kehidupan atau pandangan hidup si pengarang dalam menempuh kehidupan luas ini. Pengarang tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tetapi ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.

 

Mulai Membuat Paragraf Pembuka

Cara menulis cerpen untuk pemula selanjutnya yakni dengan mulai menulis paragraf pembuka. Membuat paragraf pembuka juga tidak perlu rumit-rumit. Namun demikian, yang perlu diperhatikan bahwa bagian ini adalah bagian yang penting sebagaimana judul cerpen. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus menarik, agar pembaca terpancing untuk terus membacanya.

 

Membuat Alur dan Plot

Cara menulis cerpen untuk pemula selanjutnya yakni membuat alur dan plot. Alur dan plot merupakan unsur penting sebagai cara menulis cerpen untuk pemula yang baik. Unsur dan plot merupakan rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu.  Banyak anggapan keliru mengenai plot. Sementara orang menganggap plot adalah jalan cerita.

Dalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan tertentu. Rancangan tentang tujuan itu bukanlah plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot. Atau, secara lebih gamblang plot adalah menurut Aswendo Atmowiloto, plot adalah sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar. Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa.

 

Cara Menulis Cerpen : Penokohan

Penokohan juga menjadi unsur utama yang tidak boleh dilupakan sebagai cara menulis cerpen untuk pemula. Penciptaan citra tokoh dalam cerita merupakan cara menulis cerpen yang baik. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut.

Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam; sifat lahir  (rupa, bentuk) dan sifat batin  (watak, karakter). Dan sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui: tindakan, ucapan dan pikirannya tempat tokoh tersebut berada, benda-benda di sekitar tokoh, kesan tokoh lain terhadap dirinya, maupun deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang.

 

Latar atau Setting

Tidak kalah penting cara menulis cerpen untuk pemula yang baik yakni tidak melupakan latar atau seeting. Latar atau setting yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang  dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan teman dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas. Kalau latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot. Cerpen saya, Bayi-bayi Tertawa yang mengambil setting khas Palestina, dengan watak, budaya, emosi, kondisi geografi yang sangat khas Palestina tentu akan menjadi lucu jika settingnya dipindah di Ponorogo. Jelas bahwa setting akan sangat menentukan watak dan karakter tokoh.

 

Membuat Sudut Pandang

Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dari cara menulis cerpen untuk pemula yang baik adalah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang. Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pangan ini sangat erat dengan teknik bercerita. Sudut pandang cerpen yang paling umum digunakan adalah sudut pandang orang pertama alias penulis menggunakan subjek “aku”, “saya”, dan sejenisnya. Namun juga dapat kita jumpai dalam sebuah cerpen menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan subjek “mereka” ataupun tokoh lain.


 

Kontributor: Novia Intan

Ayo baca juga artikel: Cara Menulis Cerpen yang Baik – Unsur-Unsur Cerpen


PENERBIT BUKU DEEPUBLISH​

Situs ini adalah milik Penerbit Buku Deepublish dengan tujuan untuk membantu para calon penulis buku dalam menyelesaikan serta menyempurnakan naskah bukunya.

Pada situs ini pula Penerbit Buku Deepublish menawarkan kerjasama spesial yang sangat mudah, cepat, transparan, dan tentunya menguntungkan kepada para pendidik Indonesia.

Segala gambar dan konten yang digunakan memiliki hak cipta dari pemiliknya masing-masing. Situs ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh netizen di Indonesia.

hubungi deepublish

kantor deepublish

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581 

Telp/Fax kantor : (0274) 453-3427​

Kritik/Saran Pelayanan 1 : 0821 – 3533 – 8522
Kritik/Saran Pelayanan 2 : 0822 – 1148 – 9554

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

PENERBIT BUKU DEEPUBLISH​

hubungi deepublish

kantor deepublish

Situs ini adalah milik Penerbit Buku Deepublish dengan tujuan untuk membantu para calon penulis buku dalam menyelesaikan serta menyempurnakan naskah bukunya.

Pada situs ini pula Penerbit Buku Deepublish menawarkan kerjasama spesial yang sangat mudah, cepat, transparan, dan tentunya menguntungkan kepada para pendidik Indonesia.

Segala gambar dan konten yang digunakan memiliki hak cipta dari pemiliknya masing-masing. Situs ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh netizen di Indonesia.

Klik tombol dibawah ini untuk mengubungi Penerbit Buku Deepublish.

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581 

Telp/Fax kantor : (0274) 453-3427​

Kritik/Saran Pelayanan 1 : 0821 – 3533 – 8522
Kritik/Saran Pelayanan 2 : 0822 – 1148 – 9554

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© Penerbit Buku Deepublish