Dosen yang belum bersertifikasi diharapkan fokus memenuhi syarat sertifikasi dosen yang sudah ditetapkan. Kenapa? Sebab dengan sertifikasi yang sudah di tangan maka dosen akan mendapat pengakuan sebagai dosen profesional. 

Selain itu, ada banyak kesempatan akademik bisa diraih dosen yang telah tersertifikasi. Belum lagi dengan keuntungan finansial yang didapatkan melalui tambahan tunjangan profesi atau yang sering disebut tunjangan sertifikasi. 

Namun, lulus sertifikasi dosen atau serdos tentu bukan perkara mudah. Terlihat dari beberapa dosen yang perlu mengulang di sertifikasi berikutnya. Maka diperlukan persiapan yang matang, salah satunya memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan. Apa saja? 

Syarat Sertifikasi Dosen Terbaru 

Syarat sertifikasi dosen memang diketahui mengalami perubahan, awal kali pertama perubahan ini adalah di tahun 2021. Dimana serdos masuk ke proses pengembangan prosedur, yang memiliki tagline Serdos Smart 2021. 

Tahun 2022, serdos masih menggunakan syarat serupa seperti di tahun 2021 dan berikut adalah detailnya: 

1. Memiliki NIDN atau NIDK 

Syarat pertama untuk ikut sertifikasi dosen adalah memiliki NIDN, sehingga serdos hanya bisa diikuti oleh para dosen tetap. Sebab sesuai dengan undang-undang, hanya dosen tetap yang berhak mengajukan NIDN ke kementerian. 

Selain itu, khusus untuk Dokter Pendidik Klinis atau Dokdiknis, yaitu dokter yang juga aktif menjadi dosen di fakultas kedokteran misalnya. Bisa mengikuti serdos dengan memiliki NIDK (Nomor Induk Dosen Kontrak). 

Jadi, syarat memiliki NIDN atau NIDK pada dasarnya hanya ditujukan kepada dosen tetap dan dokdiknis di Indonesia. Jika dosen masih kontrak atau merupakan dosen honorer maka belum bisa ikut serdos. 

2. Memegang Jabatan Fungsional 

Syarat sertifikasi dosen yang kedua adalah memegang jabatan fungsional yang minimal adalah Asisten Ahli. Jadi, disinilah bukti pentingnya dosen melek dan peduli terhadap jabatan fungsional atau karir akademiknya. 

Sebab tanpa jabatan fungsional maka dosen tidak bisa mengikuti serdos. Jika tidak bisa ikut maka akan kehilangan banyak sekali kesempatan akademik. Mulai dari program beasiswa sampai dana hibah. 

Jadi, saat merintis karir sebagai dosen kejar status dosen tetap dan segera ajukan NIDN ke operator kampus. Baru kemudian fokus mengajukan jabatan fungsional Asisten Ahli agar bisa segera ikut serdos. 

Baca Juga:

10 Kerja Sampingan Dosen yang Paling Menguntungkan

12 Tipe Mengajar Dosen Masa Kini di Kampus, Valid kan?

12 Tipe Mengajar Dosen Masa Kini di Kampus, Valid kan?

3. Memiliki Pangkat dan Golongan Ruang

Syarat selanjutnya adalah memiliki pangkat dan golongan ruang, hal ini berlaku untuk dosen PNS di Indonesia. Sedangkan untuk dosen non PNS atau mengajar di PTS maka wajib mengurus SK Inpassing di kantor LLDIKTI wilayah setempat. 

4. Memiliki Masa Kerja Minimal 2 Tahun 

Dosen yang bisa ikut serdos wajib memenuhi syarat sertifikasi dosen keempat, yaitu memiliki masa kerja 2 tahun. Artinya, dosen yang baru mengajar selama 1 tahun atau 2 tahun kurang seminggu sekalipun. Belum bisa mengikuti serdos. 

Perhitungan 1 tahun adalah dari tanggal SK diangkat dosen tetap diturunkan sampai tanggal gelombang serdos dibuka. Jadi, silahkan dihitung dengan baik dan cari tahu sejak awal sudah bisa ikut serdos di tahun berapa. 

Sehingga menjelang tahun tersebut sudah mempersiapkan seluruh persyaratannya. Baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya administratif. Seperti menyimpan seluruh dokumen sertifikat hasil tes. 

5. Memenuhi BKD Selama 2 Tahun Penuh 

Syarat sertifikasi dosen berikutnya adalah memenuhi BKD atau Beban Kinerja Dosen selama 2 tahun. Sehingga dosen wajib menyusun BKD secara disiplin dan melaporkannya sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. 

Selain itu isi BKD ini harus memenuhi ambang batas ketentuan, yakni antara 12-16 SKS per semester. Jika ada satu saja laporan BKD di suatu semester memiliki jumlah SKS kurang dari target. Maka kesempatan ikut serdos sudah melayang. 

6. Memenuhi Nilai Ambang Batas TKDA 

Dosen yang hendak mengikuti serdos juga diwajibkan untuk memenuhi nilai ambang batas TKDA. TKDA adalah tes untuk kemampuan dasar akademik dosen yang tes ini dilakukan di lembaga tes yang dipercaya oleh Kemendikbud Ristek. 

Jadi, cek dulu lembaga mana saja yang memang dipercaya oleh pihak pemerintah atau Kemendikbud Ristek. Sebab jika TKDA dilakukan di lembaga lain yang kredibilitasnya tidak terjamin maka nilai tidak diakui. 

Sangat disayangkan sudah keluar biaya, tenaga, dan lain sebagainya untuk ikut tes. Bahkan bisa lebih dari sekali demi mengejar skor ambang batas jika kemudian tidak diakui. 

7. Memenuhi Nilai Ambang Batas TKBI 

Selanjutnya adalah memenuhi nilai ambang batas untuk TKBI atau Tes Kemampuan Bahasa Inggris. TKBI menjadi tanda bahwa dosen di Indonesia memiliki kebutuhan dan kewajiban untuk menguasai bahasa Inggris. 

Tes ini sama seperti TKDA yang hanya bisa diikuti dosen di lembaga terpercaya dan diakui oleh Kemendikbud Ristek. Maka sekali lagi penting untuk mencari lembaga tes yang memang diakui agar usaha keras tidak sia-sia. 

TKBI sendiri biasanya berbentuk tes TOEFL dan bisa juga IELTS. Dosen bisa ikut tes ini kapan saja karena masa berlaku sertifikat hasil tes tidak hanya 2 tahun. Melainkan bisa diakui sampai kapanpun ketika dosen ikut serdos. 

Baca Juga:

Prinsip Penilaian Angka Kredit Dosen

Membangun Produktivitas Dosen Dalam Menulis

Membangun Produktivitas Dosen Dalam Menulis

8. Memiliki Sertifikat PEKERTI 

Ikut serdos juga perlu memiliki sertifikat PEKERTI. Hal ini menjadi syarat sertifikasi dosen yang wajib dipenuhi dimana PEKERTI adalah program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi para dosen.

Program pelatihan ini sifatnya wajib dan diselenggarakan secara kontinyu oleh beberapa perguruan tinggi, lembaga tes, dan organisasi profesi yang sudah memenuhi kualifikasi menjadi penyelenggara. 

Silahkan mencari tahu penyelenggara PEKERTI yang lokasinya paling dekat dengan kampus maupun tempat tinggal. Sehingga setelah diselesaikan bisa segera ikut serdos. 

9. Memiliki Sertifikat AA

Selanjutnya, dosen juga wajib memiliki sertifikat AA atau Applied Approach. AA juga merupakan program pelatihan khusus untuk dosen yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik di perguruan tinggi. 

Pelatihan ini menjadi pelatihan tingkat lanjutan setelah mengikuti pelatihan PEKERTI. Pelatihan ini juga diselenggarakan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, silahkan memilih yang lokasinya paling mudah dijangkau. 

10. Data SISTER Sudah Eligible 

Syarat sertifikasi dosen yang terakhir adalah data di aplikasi SISTER sudah diupdate sehingga eligible. Artinya, pada proses atau tahap awal sertifikasi dosen tim penilai akan menarik data portofolio dosen di SISTER. 

Penting untuk disesuaikan dengan BKD terakhir dan begitu juga dengan kinerja penting lainnya. Sehingga dari data inilah tim penilai bisa menentukan dan melihat apakah dosen sudah memenuhi syarat ikut serdos atau belum. 

Alangkah baiknya data profil di SISTER diperbaharui secara berkala sehingga setiap kali ada karya publikasi baru sudah terupdate. Tujuannya agar mendekati hari H pembukaan gelombang serdos tidak pusing memikirkan akun SISTER. 

Sepuluh syarat sertifikasi dosen tersebut jika dipenuhi maka bisa melancarkan jalan untuk ikut proses serdos. DImana serdos ini digelar setiap tahun dan per tahun setidaknya ada 3 gelombang yang masing-masing terdiri dari beberapa tahap. Silahkan mempersiapkan diri sebaik mungkin. 


Artikel Terkait:

Syarat-Syarat yang Dipenuhi Dosen agar Naik Jabatan Akademik

Jenis-Jenis Dosen di Perguruan Tinggi

Jenis-Jenis Dosen di Perguruan Tinggi


Tahukah Anda bahwa salah satu cara untuk meningkatkan poin KUM adalah menerbitkan buku. Aturan ini tertuang dalam PO PAK 2019.

Sayangnya, kesibukan dalam mengajar, membuat dosen lupa dengan kewajiban lainnya yaitu mengembangkan karir. Maka dari itu, Penerbit Deepublish hadir untuk membantu para dosen meningkatkan poin KUM dengan menerbitkan buku.

Kunjungi halaman Daftar Menerbitkan Buku, agar konsultan kami dapat segera menghubungi Anda.

Selain itu, kami juga mempunyai E-book Gratis Panduan Menerbitkan Buku yang bisa membantu Anda dalam menyusun buku. Berikut pilihan E-Book Gratis yang bisa Anda dapatkan: