4 Tips Menulis Abstrak Pada Karya Ilmiah

4 Tips Menulis Abstrak Pada Karya Ilmiah

Anda kesulitan menulis abstrak pada jurnal atau karya ilmiah? Sebenarnya menulis abstrak itu mudah, karena ditulis menggunakan bahasa yang singkat, menggunakan kalimat padat dan berbobot.

Masalahnya, justru hal itulah yang membuat beberapa orang, mungkin termasuk Anda juga mengalami kesulitan hal serupa.

Abstrak pada karya ilmiah ditulis secara singkat dan padat. Fungsinya sebagai rangkuman singkat. Tidak hanya sebatas rangkuman, tetapi juga rangkuman yang sifatnya lebih powerfull.

Abstrak umumnya ditulis hanya satu atau dua pragraf. Jika dilihat proporsi dari keseluruhan makalaha tau jurnal, maka abstrak hanya 10%-nya dari makalah. Dalam ulasan kali ini, akan membahas tips abstrak, sebagai berikut.

Tulis Abstrak Disesi Terakhir Karya Ilmiah

Apakah Anda salah satu yang merasa kesulitan mengerjakan abstrak? Jika iya, mungkin Anda perlu menjalankan tips pertama dari kami. Yaitu mengerjakan seluruh makalah atau penelitian secara tuntas.

Selama proses penyelesaian naskah, sementara lupakan tentang abstrak, cukup fokus dengan kontens penelitian Anda.

Ketika makalah atau penelitian sudah tuntas, selesai dari awal hingga akhir, maka selanjutnya fokus pada abstrak. Dengan kata lain, abstrak ditulis dan dibuat setelah seluruh makalah/penelitian sudah selesai.

Kesalahan yang sering ditemui, banyak yang menulis abstrak sejak awal, sedangkan penelitian itu sendiri belum ditulis.

Kenapa abstrak ditulis dibagian akhir proses? Karena abstrak sebagai dari rangkuman. Karena bentuknya dalam bentuk rangkuman, maka abstrak ditulis selengkap mungkin.

Esensi sebuah rangkuman ditulis berdasarkan data dan fakta yang sudah ada di dalam makalah yang sudah ditulis dan diteliti.

Melakukan Tinjauan Instruksi

Ada banyak hal yang perlu ANda perhatikan sebelum menulis abstrak. Seperti yang Anda tahu, abstrak digunakan untuk banyak hal, mulai dari penulisan jurnal, karya ilmiah, penilitian dan masih banyak lagi.

Karena berbeda, tentu setiap penulisannya pun juga memiliki aturan dan instruksi yang berbeda-beda.

Tulislah abstrak sesuai dengan instruksi yang diminta. Misalnya abstrak ditulis mengacu pada ketentuan jumlah karakter, paragraph, jarak spasi dan masih aturan lain.

Umumnya aturan yang dimunculkan tiap masing-masing instansi memiliki standar berbeda-beda.

Menulislah Berdasarkan Kebutuhan Sosial Masyarakat

Hal terpenting sebelum menulis abstrak adalah, menulis berdasarkan kebutuhan dan permasalahan sosial masyarakat. Kita kembali pada tingkat kemanfaatan bagi masyarakat sosial.

Oleh sebab itu, penting membuat pembahasan riset yang releva, berbobot dan sesuai dengan minat sosial masyarakat.

Sehingga hasil penelitiannya pun menjadi solusi dan langsung dapat diaplikasikan. Begitupun dengan penulisan abstrak, seperti yang disinggung di atas, abstrak ditulis menggunakan bahasa sederhana namun berbobot.

Fungsnya pembaca saat membaca pertamakali langsung dapat menangkap inti permasalahannya.

Hal yang perlu menjadi perhatian saat menulis abstrak adalah melihat segmentasi. Jika abstrak masih diperuntukan untuk akademisi, maka bahasa dan ulasannya pun disesuikan dan menggunakan bahasa akadmisi.

Sebaliknya, jika digunakan untuk diperuntukan untuk masyarakat umum, maka penggunaan bahasa pun lebih ringan, sederhana dan mudah dipahami untuk orang awam sekaligus.

Hindari menggunakan istilah yang sulit, karena masyarakat luar belum tentu memahami istilah-istilah sulit tersebut.

Kuasai Macam-macam Abstrak

Pada prinsipnya, abstrak memiliki kesamaan tujuan. Lebih spesifik lagi, abstrak memiliki beberapa jenis. Ada abstrak deskriptif, abstrak informatif dan abstrak kritis.

Abstrak deskriptif ditulis berdasarkan pada tujuan dan maksud. Sedangkan dari segi metode penulisannya, abstrak deskriptif ditulis dikisaran 100 sampai 200 kata.

Jenis abstrak yang kedua adalah abstrak informatif ditulis lebih ringkas. Secara umum, abstrak informatif ditulis berdasarkan tinjauan umum yang tengah diteliti.

Dibandingkan abstrak deskriptif, abstrak informatif ditulis lebih panjang, jumlahnya sekitar satu paragraph hingga satu halaman.

Saat menulis abstrak deskriptif, perhatikan dan pertimbangkan beberapa hal seperti alasan Anda melakukan kajian/penelitian, cara Anda melakukan penelitian Anda, kemudian menyampaikan apa yang Anda tuliskan, terakhir perhatikan tentang penemuan penting Anda.

Abstrak kritis salah satu jenis abstrak yang hanya sering digunakan untuk situasi dan kondisi tertentu saja. Penulisan abstrak kritis ini lebih fokus pada cara mengulas dan menghubungkan kajian yang diteliti.

Misal lebih fokus mengupas tentang metode penelitiannya dan rancangan penelitian. Oleh sebab itu, wajar jika abstrak kritis ini jarang digunakan.

Itulah empat tips menulis abstrak dalam menulis karya ilmiah, jurnal maupun dalam kajian penelitian lain. (Elisa)

Referensi

  1. https://id.wikihow.com/Menulis-Abstrak (diakses pada 14 November 2018)
  2. https://snowlife-elisa.com (diakses pada 14 November 2018)


This post has been seen 1168 times.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.