Dalam melaksanakan kegiatan penelitian tentu perlu menentukan topik serta metode penelitian yang akan digunakan. Metode riset atau penelitian perlu ditentukan sejak awal untuk mendukung kelancaran penelitian yang dilakukan. 

Metode riset sendiri jenisnya sangat beragam dan setiap peneliti bebas menentukan metode mana yang akan digunakan. Hanya saja tetap harus memperhatikan karakter penelitian yang dilakukan, karena metode tertentu kurang cocok untuk data jenis tertentu. 

Oleh sebab itu, memahami mengenai apa itu metode riset, manfaat, maupun aspek lain yang berkaitan dengan metode tersebut sangatlah penting. Supaya tidak kesulitan dalam menentukan metode riset yang tepat dan bisa mendapatkan hasil sesuai harapan. 

Definisi Metodologi Penelitian 

Hal pertama yang perlu dipahami terkait metode penelitian adalah pengertiannya. Dilihat dari definisi ternyata ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Prof. Dr. Sugiyono 

Pendapat yang pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Sugiyono yang menjelaskan bahwa metodologi penelitian adalah cara ilmiah dalam upaya menemukan data demi goal dan kegunaan tertentu.

Sehingga menurut Prof. Sugiyono, metode riset adalah sebuah cara yang digunakan untuk menemukan data penelitian. Dimana data ini bisa mendukung perolehan hasil penelitian yang valid dan juga yang bermanfaat. 

2. Muhidin Sirat 

Pendapat yang kedua adalah dari Muhidin Sirat. Dijelaskan bahwa metodologi penelitian adalah cara menentukan dan memilih topik permasalahan, untuk dijadikan sebagai penentuan judul penelitian itu sendiri.

Menurut Muhidin, metode riset mengacu pada tata cara yang digunakan peneliti untuk menemukan topik penelitian. Topik penelitian sendiri biasanya berupa masalah yang perlu dicari solusinya karena mempengaruhi hajat hidup banyak orang. 

3. Prof. M.E. Winarno 

Selanjutnya adalah definisi yang disampaikan oleh Prof. M.E. Winarno. Dijelaskan bahwa metodologi penelitian adalah sebuah kegiatan ilmiah yang dijalankan dengan teknik sistematis. 

Penelitian termasuk ke dalam kegiatan ilmiah yang harus terstruktur. Artinya penelitian tidak bisa dilakukan serampangan tanpa tahapan yang jelas. Sebab akan mempengaruhi hasil penelitian yang didapatkan. 

4. Muhammad Nasir

Ahli berikutnya yang mendefinisikan metodologi penelitian adalah Muhammad Nasir. Menurutnya, metode riset adalah cara utama yang dipergunakan untuk para penelitian menjalankan penelitian. 

Sehingga metode riset merupakan sebuah cara yang dipilih oleh peneliti untuk menjalankan kegiatan penelitian. Suatu penelitian butuh cara untuk menyusun tahapan yang tepat dan sistematis. Sehingga hasil penelitiannya valid dan berkualitas. 

“Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan. 

Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Jika digabung dan juga menarik kesimpulan dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas. 

Maka metode penelitian adalah tata cara bagaimana seorang peneliti melakukan kegiatan penelitian. Cara meneliti yang tepat akan membantu mendapatkan data penelitian dan hasil penelitian yang tepat juga. 

Manfaat Metodologi Penelitian

Kegiatan penelitian membutuhkan metodologi penelitian yang tepat karena manfaat dari metode riset ini sangat beragam. Diantaranya adalah: 

1. Memudahkan Kegiatan Penelitian 

Sebuah metode riset sejatinya adalah sebuah daftar tata cara dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Sehingga lewat metode ini para peneliti bisa menyusun tahapan penelitian dengan baik dan benar. 

Tujuannya agar kegiatan penelitian berjalan lancar karena dikerjakan dari hal mendasar dan paling mudah terlebih dahulu. Kemudian terus berlanjut ke hal lain yang lebih sulit, kompleks, sampai bisa menarik kesimpulan (hasil penelitian). 

Tanpa metode riset, peneliti dijamin bingung bagaimana memulai dan mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Maka metode riset menjadi komponen penting untuk menunjang penelitian itu sendiri. 

Penelitian yang menjadi lebih mudah dan bebas hambatan akan membantu melancarkan penelitian tersebut. Sekaligus meringankan beban tim penelitian sehingga bisa bekerja dengan optimal dari awal sampai akhir. 

2. Membantu Mengatasi Berbagai Keterbatasan 

Kegiatan penelitian tentunya akan melibatkan banyak pihak dan membutuhkan dukungan semua pihak tersebut. Semakin banyak pihak yang terlibat maka semakin beragam masalah bisa dihadapi. 

Namun mengurangi keterlibatan berbagai pihak tentunya bukan solusi terbaik. Sebab kegiatan penelitian membutuhkan sumbangsih pihak-pihak tersebut. Maka solusinya bukan menghindari masalah melainkan mengelolanya dengan baik. 

Lewat metode penelitian yang tepat maka berbagai masalah ini bisa diatasi dengan baik. Sehingga manfaat kedua dari metode riset ini adalah untuk mengatasi masalah atau hambatan dari penelitian yang dilakukan, sehingga dijamin lancar. 

3. Meningkatkan Kualitas Hasil Penelitian 

Sebuah penelitian membutuhkan metode riset yang tepat untuk membantu meningkatkan kualitas hasil penelitian. Metode riset membuat penelitian lebih terstruktur sehingga tahapannya jelas dan prosesnya berjalan lancar. 

Jika penelitian dilakukan secara sistematis maka akan meningkatkan kualitas hasil penelitian. Kesimpulan yang ditarik oleh peneliti dapat dipercaya dan sifatnya lebih valid dibanding penelitian yang tidak sistematis. 

Oleh sebab itu, untuk memastikan hasil penelitian berkualitas dan diakui oleh semua pihak. Maka penelitian tersebut membutuhkan metode riset, yang tentunya tepat sesuai karakter data di dalam penelitian. 

4. Membantu Mendapatkan Hasil Penelitian yang Solutif 

Sebuah penelitian bertujuan untuk menyelesaikan masalah, hasil penelitian diharapkan bisa menyelesaikan masalah tersebut. Metode penelitian ternyata berperan penting untuk mendapatkan hasil penelitian demikian. 

Maka penting sekali untuk menggunakan metode riset agar hasil penelitian bisa didapatkan dan sifatnya solutif. Alias bisa menyelesaikan masalah yang menjadi topik penelitian. Bagaimana manfaat ini bisa didapatkan? 

Metode riset membantu melakukan riset atau penelitian dengan sistematis, sehingga diperoleh data yang valid dan prosesnya juga lancar. Sehingga bisa mendapatkan solusi terbaik dari masalah yang sedang diteliti karena dilakukan dengan penuh perhitungan. 

Baca Juga:

11 Jenis Laporan Penelitian yang Baik Benar

Pendekatan Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya

Responden Penelitian: Karakteristik dan Syarat-Syaratnya

Tujuan Metodologi Penelitian

Pentingnya metode riset dalam sebuah penelitian membuatnya menjadi unsur penting yang tidak boleh dilewatkan. Ternyata metode riset tidak hanya memiliki banyak manfaat dalam menunjang kegiatan penelitian. 

Melainkan juga memiliki beragam tujuan yang berperan penting dalam menjamin kelancaran penelitian. Secara umum, tujuan dari metode penelitian terbagi menjadi dua. Yaitu: 

1. Tujuan Metode Riset Secara Umum 

Metode riset dalam sebuah penelitian memiliki sejumlah tujuan umum berikut ini: 

  • Untuk memperoleh pengetahuan ataupun penemuan yang belum pernah ditemukan sebelumnya sehingga penelitian memiliki unsur kebaruan atau novelty.
  • Untuk dapat membuktikan data yang sudah didapatkan agar valid dan menghasilkan kesimpulan (hasil penelitian) yang valid juga. 
  • Untuk menguji kebenaran mengenai data yang telah didapatkan.
  • Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada sebab ilmu pengetahuan perlu terus dikembangkan agar bisa menjawab tuntutan zaman.
  • Tujuan Penelitian Secara Teoritis. 

2. Tujuan Metode Riset Secara Praktis 

Selain memiliki tujuan umum di atas, metode penelitian juga memiliki tujuan praktis. Yaitu untuk membantu melakukan penelitian yang menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan baru maupun pengetahuan yang mengembangkan ilmu pengetahuan sebelumnya. 

Sebab ilmu pengetahuan idealnya memang terus tumbuh dan berkembang agar bisa memberi manfaat secara luas. Sekaligus mendukung masyarakat di dunia untuk mengatasi masalah yang juga terus berkembang. 

Tanpa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kehidupan manusia akan stagnan dan rentan mengalami kepunahan. Sebab tidak mampu mengatasi masalah yang terus berkembang dan membutuhkan solusi yang lebih kompleks. 

Jenis Metodologi Penelitian

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, metode riset atau penelitian memiliki jenis yang cukup beragam. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

1. Metode Kualitatif 

Jenis metode riset yang pertama adalah metode kualitatif, yang menggunakan penilaian protivisme. Artinya, data di dalam penelitian didapatkan dari hasil jajak pendapat yang bentuknya bukan angka. 

Data bisa didapatkan dari proses hasil wawancara bisa juga dari hasil pengisian kuesioner dan polling. Jika mendapatkan data penelitian dalam bentuk bukan angka maka metode riset satu ini lebih cocok untuk digunakan. 

Misalnya data yang berhubungan dengan tingkat kepercayaan masyarakat, tingkat kepuasan pada sebuah produk, bagus tidaknya suatu layanan, dan sejenisnya. Sehingga data tidak bisa dijumlah dan harus dihitung dengan metode kualitatif. 

2. Metode Kuantitatif 

Jika ada metode kualitatif maka ada metode kuantitatif, dan termasuk jenis metode penelitian yang banyak digunakan selain metode kualitatif. Sebenarnya metode kuantitatif merupakan kebalikan dari metode kualitatif. 

Pada metode ini data penelitian dalam bentuk angka. Misalnya nilai mata pelajaran bahasa Inggris siswa kelas 3 SD di SD Negeri 1 Karawang. Nilai siswa tentunya berbentuk angka yang kemudian bisa dihitung dan diambil nilai rata-rata. 

Data berupa angka tidak membutuhkan teknik khusus untuk mendapatkan hasil perhitungan yang bisa ditarik kesimpulan. Selain itu ada banyak data yang sifatnya memang kuantitatif sehingga cocok dengan metode riset satu ini. 

3. Metode Survey 

Berikutnya adalah metode penelitian survey yang merupakan Metode penelitian survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini. 

Data yang didapatkan bisa berupa keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku, hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosiologis dan psikologis. 

Sejauh ini, data yang didapatkan dari metode riset survei adalah dari kegiatan wawancara dan pengisian kuesioner. Sehingga data tidak dalam bentuk angka dan metode ini masuk ke dalam kategori metode kualitatif. 

4. Metode Deskriptif 

Selanjutnya adalah metode deskriptif, yaitu prosedur penelitian atau pemecahan masalah yang diselidiki dengan gambaran subjek atau objek yang digunakan berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya.

Dalam sumber berbeda dijelaskan, bahwa metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan peristiwa langsung maupun tidak langsung. Jenis metode ini kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu: 

a. Metode Longitudinal 

Penelitian longitudinal (bahasa Inggris:longitudinal research) adalah salah satu jenis penelitian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu. 

Secara umum, metode riset satu ini digunakan untuk penelitian yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Misalnya penelitian yang berjalan selama 2 atau bahkan 3 tahun. 

b. Metode Cross Sectional 

Berikutnya adalah metode cross sectional, yaitu sebagai jenis penelitian observasional yang menganalisis data variabel yang dikumpulkan pada satu titik waktu tertentu di seluruh populasi sampel atau subset yang telah ditentukan. 

Jika metode longitudinal membutuhkan waktu pengamatan yang panjang sampai beberapa tahun. Maka cross sectional sifatnya jangka pendek, yakni data diambil dari hasil pengamatan saat itu juga. 

5. Metode Ekspos Facto 

Metode penelitian berikutnya adalah metode ekspos facto, yaitu metode riset yang menggunakan prinsip sebab akibat dalam proses pengambilan data. Sehingga dari metode ini tidak hanya didapatkan hasil pengamatan. 

Akan tetapi juga mengetahui penyebab atau faktor penyebab dari hasil pengamatan tersebut. Sehingga data sifatnya valid dan bisa dijelaskan secara detail. Hal ini akan membuat hasil penelitian juga bisa dijelaskan dengan detail. 

6. Metode Penelitian Pengembangan 

Jenis metode riset berikutnya adalah metode pengembangan, yaitu sebuah cara ilmiah untuk memperoleh data sehingga dapat dipergunakan untuk menghasilkan, mengembangkan dan memvalidasi produk.

Metode riset satu ini dikenal paling umum digunakan untuk penelitian di bidang pendidikan. Sebab tujuan utamanya adalah mendapatkan hasil penelitian yang mengembangkan hasil penelitian sebelumnya. 

Sekaligus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan agar bisa sesuai dengan tuntutan zaman yang dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Meskipun begitu tidak tertutup kemungkinan di masa mendatang metode riset satu ini digunakan di luar bidang pendidikan. 

7. Metode Kombinasi  

Selanjutnya ada metode penelitian kombinasi. Metode riset kombinasi adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pragmatisme (kombinasi positivisme dan postpositivisme). 

Metode ini bisa digunakan untuk meneliti objek yang sifatnya alami maupun buatan, objek buatan misalnya adalah objek di dalam laboratorium. Selain itu, proses pengambilan data atau pengamatan bisa secara langsung maupun tidak langsung. 

Misalnya mengumpulkan data dengan wawancara langsung ke objek penelitian, atau wawancara kepada pihak lain yang mengenal atau mengetahui objek penelitian tersebut. Selain itu, data juga bisa diambil dari hasil pengisian kuesioner. 

Baca Juga:

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli dan Cara Membuatnya

Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh Lengkap

Data Penelitian: Pengertian, Klasifikasi, dan Contoh Lengkap

Contoh Metodologi Penelitian

Agar lebih memahami lagi apa itu metode penelitian, maka berikut adalah contoh penulisannya dalam sebuah karya ilmiah:

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Pembuatan kopi dilakukan di rumah salah satu peneliti dan penelitian dilaksanakan di Laboratorium. Uji gula darah dilaksanakan di Apotik K. Pengujian kandungan flavonoid, fenolik, saponin, dan terpen dilaksanakan di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 28 April-20 September 2020.

3.2. Alat dan Bahan

a. Alat

  1. Neraca konvensional merk Tanika
  2. Wajan
  3. Kompor gas merk Rinnai
  4. Alu
  5. Sendok
  6. Gelas

b. Bahan

  1. Biji petai cina
  2. Air panas

3.3. Langkah Kerja

Dalam Pembuatan kopi biji petai cina dilakukan dengan satu perlakuan yaitu perlakuan 1(P1). Bahan yang digunakan adalah biji petai cina yang sudah matang. Proses pengolahan biji petai cina dapat dilihat dalam diagram alir pada gambar 1.

3.4. Penerapan Inovasi di Kehidupan

Untuk menerapkan kopi biji petai cina di kehidupan, kami melakukan analisis data. Analisis Analisis data dalam penelitian terdiri atas analisis data kualitatif dan kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan resep pembuatan kopi dari berbagai sumber. 

Selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh konsep acuan untuk pembuatan kopi biji petai cina. Setelah diketahui keberhasilan produk, selanjutnya dilakukan uji laboratorium dan uji coba terhadap sampel mencit (Mus musculus) dan manusia.

Uji laboratorium bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, fenolik, saponin dan terpen. Uji coba bertujuan untuk menguji keefektifan menurunkan kadar gula darah pada mencit dan manusia. Untuk uji coba, mencit akan diperiksa terlebih dahulu kadar gula darahnya, setelah itu diberi kopi biji petai cina dengan kadar 0,2 ml.

Setelah itu mencit akan diperiksa kembali perubahan kadar gula darahnya. Sedangkan pada manusia, responden diminta agar tidak makan terlebih dahulu dengan tujuan agar saat pengecekan tidak terpengaruh dengan kadar gula yang dihasilkan makanan tersebut. 

Kemudian responden akan dicek gula darahnya terlebih dahulu, lalu diberi kopi biji petai cina dengan kadar 100 ml. Setelah itu, responden akan dicek kadar gula darahnya kembali. 

Setelah semua data terkumpul, lalu membuat rekapitulasi perbandingan kadar gula darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi kopi biji petai cina dan terakhir dilanjutkan analisis data dengan perhitungan manual.

Artikel Terkait:

Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Kualitatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Karakteristik

Penelitian Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Empiris: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-Ciri, Alasan, dan Caranya

Penelitian Korelasional: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Penelitian Deskriptif: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya