Cara Penulisan et al – Setiap kali mengerjakan skripsi dan mencari sumber referensi, pastinya dibagian daftar pustaka atau di bagian badan tulisan terdapat penulisan et al. Barangkali ada yang masih bingung dan tidak tahu maksud dari et al tersebut.  Buat.

Atau mungkin Anda sudah terbiasa menulis sitasi, tapi masih belum begitu paham terkait penulisan et al. Mengingat penulisan et al ini akan sering kita temukan di halaman daftar pustaka.

download ebook gratis

Yang mana penulisan tersebut memiliki maksud. Jadi penulisan et al hanya diperuntukan apabila dalam sebuah buku atau sebuah jurnal ditulis lebih dari dua orang. 

Penulisan et al ini tidak dapat diterapkan untuk penulis karya ilmiah atau karangan yang ditulis dua orang. Apakah penulisan et al hanya diperuntukan untuk jumlah penulis sebanyak 3 orang? Jawabannya tidak, berlaku juga diperuntukan apabila penulis lebih dari empat orang.

Maka dari itu, berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika Ingin menulis Sitasi, khususnya terkait dengan penggunaan et al. barangkali masih asing dengan istilah sitasi. Sitasi biasanya diletakan di bagian dalam artikel atau inti pembahasan.

Dimana sitasi ini merupakan kutipan dari hasil karya orang lain, kemudian di bagian akhir kutipan disertai dengan sumber. Sumber tersebut berasal berisi nama penulis dan tahun sitasi tersebut dikeluarkan. 

Jadi ketika membahas penulisan et al sebenarnya kita akan banyak membicarakan tentang seputar penulisan sitasi. Pertanyaannya adalah, apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan sitasi? Nah, berikut beberapa poin penting yang wajib Anda tahu, Simak ulasannya berikut ini. 

Aturan Main Penulisan Sitasi

cara membuat sitasi | sitasi

Sebelum fokus pada pembahasan penulisan et al, ada aturan yang harus diperhatikan saat menuliskan sitasi. Pertama, sitasi ditulis di awal atau bisa juga ditulis di akhir kutipan.

Kedua, penulisan sitasi tidak seperti menuliskan nama panjang penulis seadannya. Tetapi hanya mencantumkan nama belakang penulis saja, kemudian disertai dengan tahun sumber kutipan itu diterbitkan, barulah disertai dengan isi teks yang dikutip. 

Ketiga, jika sitasi ditulis oleh dua orang, dan masing-masing penulis memiliki nama panjang, maka nama yang ditulis hanya nama belakang dari masing-masing penulis buku. teknis penulisan antara nama belakang penulis 1 dengan nama belakang penulis 2 diberi tanda hubung “&”.

Di sini perlu diingat, penggunaan tanda hubung tidak menggunakan kata “dan” tetapi harus symbol “&”. Kecuali, literatur yang digunakan dari awal hingga akhir menggunakan bahasa inggris, maka penulisan sitasi bisa menggunakan kata hubung “and”. 

Keempat, ini fokus dan inti dari pembahasan penulisan et al. Jadi apabila sitasi ditulis lebih dari dua orang, maka tidak semua penulis dituliskan seluruh nama nya.

Tetapi hanya ditulis satu nama paling awal saja, kemudian di bagian belakangnya diikuti oleh et al. Ingat, nama pertama yang ditulis, tetap menuliskan nama belakangnya. 

Barangkali Anda masih penasaran, sebenarnya et al itu asalnya dari mana sih? Ternyata istilah et al berasal dari bahasa latin yang diambil dari kepanjangan et alia atau bahasa populernya and others, atau jika dibahasakan menggunakan bahasa popular kepanjangan dari dan kawan-kawan yang disingkat dengan dkk. 

Kelima, aturan penulisan sitasi yang tidak kalah penting selain penulisan et al adalah masalah sumber kutipan atau sumber literature.

Apabila sumber literature adalah terjemahan maka sitasi yang dituliskan adalah menuliskan nama aslinya, bukan nama penerjemahnya, dan ini yang seringkali kurang dipahami, karena masih ada yang menyatukan si penerjemahnya.

Jadi untuk kasus ini, penerjemah hanya dituliskan di bagian daftar pustaka saja, bukan di bagian sitasi. 

Teknis penulisan et al pada sitasi

Barangkali ada yang masih bingung bagaimana menulis sitasi? Mengingat ketika menulis di lapangan banyak hal yang akan ditemukan. Nah, beberapa masalah yang mungkin sering banyak ditanyakan terkait teknis penulisan, bisa disimak di ulasan pembahasan berikut ini. 

Identitas Sitasi Buku

Judul Sitasi : Cara Menemukan Kebahagian Dengan Cara Sederhana

Nama penulis sitasi : Irukawa Elisa, Adelia Saputri, Wibowo Ahmad dan Fanny Praja

Tahun terbit sitasi : 2020

Penerbit : Deepublish 

Dari contoh data-data yang ada di atas jika konteksnya untuk penulisan sitasi, semua data di atas tidak semua digunakan. Hanya nama dan tahun terbit sitasinya saja. bentuk identitas sitasi pun tidak selalu berbentuk terbitan buku, tetapi terbitan jurnal ilmiah pun juga bisa dilakukan. 

#1. Contoh penulisan et al sitasi jika di awal kalimat :

Irukawa et al (2020) mengungkapkan bahwa kebahagian itu tidak dicari, tetapi diciptakan. Kebahagian itu juga tidak selalu pencapaian yang besar, tetapi pencapaian yang sangat-sangat sederhana dan sepele pun bisa menjadi sumber kebahagian. 

#2. Contoh penulisan et al Jika di Tengah Kalimat

… Kebahagian itu tiak dicari, tetapi diciptakan, hal ini disetujui oleh Irukawa et al (2020) yang mengungkapkan bahwa kebahagian itu juga tidak selalu berbentuk pencapaian besar, tetapi pencapaian yang sederhana…

#3. Contoh penulisan et al jika di akhir kalimat

… kebahagian itu tidak dicari, tetapi diciptakan. Kebahagian itu juga tidak selalu pencapaian yang besar, tetapi pencapaian yang sangat-sangat sederhana dan sepele pun bisa menjadi sumber kebahagian (Irukawa et al, 2020)

#4. Catatan Seputar Penulisan et Al pada Sitasi

Adapun beberapa catatan yang mungkin sering diabaikan atau tidak terpikirkan terkait dengan penulisan et al. salah satunya tentang teknis penulisan et al dapat diganti dengan ‘dkk”.

Jika Anda ingin menggunakan dkk, maka harus konsisten dari awal hingga akhir. Begitupun sebaliknya, jika ingin menggunakan et al juga harus konsisten sampai akhir. 

Pertanyaan lain, mungkin ada yang bingung dimana sih mendapatkan identitas buku tersebut? Jadi identitas dapat dilihat di KDT buku (jika dalam bentuk buku), sedangkan yang bentuk jurnal lokasi identitas sitasi bisa diperoleh dengan mencari-cari sendiri. biasanya di header footer atau di halaman sampul jurnal tetap ada identitas lengkap tentang situasi tersebut. 

Satu tambahan catatan lagi, penulisan sitasi dengan penulisan daftar pustaka berbeda. Penulisan sitasi data yang dibutuhkan hanya nama penulis dan tahunnya saja. sedangkan untuk penulisan daftar pustaka, data yang diambil adalah data yang tercantum dari contoh identitas di atas tadi. 

Penulisan sitasi umumnya dituliskan dalam laporan karya ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas karya orang lain.

Tidak hanya itu, penulisan sitasi dengan mencantumkan sumber juga sebagai bentuk pertanggungjawaban bahwa naskah yang Anda tulis memang berdasarkan kajian literatur atau lewat penelitian. Sehingga memberikan kepercayaan dari pembaca. 

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak menuliskan et al pada sitasi. Sebenarnya tidaklah sulit, dan Anda pun bisa melakukannya, karena memang lebih gampang dan simpel. Semoga dengan sedikit pembahasan ini memberikan manfaat dan ada gambaran.

Baca lebih lanjut dalam artikel berjudul : Cara Menulis Sitasi Dari Jurnal, Buku dan Website.

Anda TAK HARUS PUNYA NASKAH siap cetak untuk mendaftarkan diri Jadi Penulis di penerbit buku kami. Dengan mendaftarkan diri, Anda bisa konsultasi dengan Customer Care yang siap membantu Anda dalam menulis sampai menerbitkan buku. Maka, Anda tak perlu ragu untuk segera MENDAFTAR. Silakan isi form di Daftar Menjadi Penulis

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download