Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Pengertian Dongeng, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap

pengertian dongeng

Pengertian Dongeng. Setiap orang pasti pernah membaca atau mendengar dongeng, bukan? Sebagai pengertian dongeng merupakan cerita yang biasa kita baca atau dengar sejak kecil. Tak hanya di sekolah, dongeng juga biasanya dibacakan oleh orang tua di rumah maupun di mana saja saat kita kecil. Tidak heran jika pengertian dongeng seharusnya sudah lekat di telinga kita.

Dari hari ke hari, pengertian dongeng dan berbagai jenis ceritanya kian berkembang. Kini beragam dongeng ditulis dan bisa dinikmati oleh pembaca atau pendengar dengan lebih bervariasi. Tak hanya dari buku, pengertian dongeng saat ini juga sudah bisa dinikmati di berbagai media, misalnya dari YouTube, video, dan lain sebagainya.

Pengertian Dongeng

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi. Bahkan sejak zaman dahulu, dongeng berisi kejadian dan hal-hal aneh yang seolah-olah terjadi. Dongeng juga merupakan salah satu cerita rakyat (folktale) yang cakupannya beragam dan berasal dari beragam masyarakat di berbagai belahan dunia.

Awalnya, pengertian dongeng berkaitan dengan cerita primitif tentang masyarakat yang juga menyisipkan unsur supranatural dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti animisme, dinamisme, dan lain sebagainya. Istilah dongeng juga biasanya dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi.

Pengertian dongeng merupakan hiburan yang menyenangkan untuk anak dan memberikan manfaat positif bagi masa kecilnya. Dongeng jadi sebagai sarana pendidikan karakter, yang dampaknya sangat bisa dirasakan sejak zaman dahulu kala. Sejak dulu, nenek moyang dan orang tua kita membuat dongeng yang menyelipkan unsur pendidikan dan moral sebagai sarana hiburan.

Oleh sebab itu, dongeng yang disisipi unsur pendidikan dan moral sebagai sarana hiburan ini kemudian menjadi wahana anak-anak untuk dapat mengasah imajinasi, alat pembuka cakrawala, dan mampu mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik karena dongeng juga jadi media yang diharapkan dapat menjadi nilai kehidupan. 

Dongeng dikenal sebagai cerita yang dalam banyak hal sering dinilai tidak masuk akal atau hanya sekadar fantasi. Pengertian dongeng biasanya melibatkan unsur dan kejadian luar biasa yang biasanya mencakup cerita rakyat populer, seperti contohnya dongeng berjudul Cinderella, Putri Salju, Sangkuriang, dan lain sebagainya.

Namun karena banyaknya jenis cerita di dunia ini, kita seringkali kesulitan membedakan antara dongeng-dongeng tentang asal usul sastra dan lisan. Karena sejak awal, dongeng-dongeng sastra telah menemukan jalan mereka untuk kembali ke tradisi lisan. Karena pengertian dongeng ini jadi bentuk karya sastra lama yang berkembang sejak dulu.

Umumnya, pengarang cerita dongeng ini tidak bisa dikenali, karena pengertian dongeng merupakan bentuk cerita yang sudah turun-temurun sejak zaman nenek moyang terdahulu. Meski fiktif, pengertian dongeng ini terkesan sebagai cerita yang benar-benar terjadi di zaman dahulu.

Selanjutnya, dongeng yang memiliki nilai moral dan pesan dengan harapan agar bisa menghibur dan mengajarkan pesan hidup pada anak-anak ini jadi media pendidikan yang masih relevan sampai saat ini, meski ceritanya seolah-olah sudah terjadi sejak zaman dahulu kala.

Pengertian Dongeng Menurut Ahli

Setelah mengetahui pengertian dongeng secara harfiah, kini akan dijelaskan berbagai pengertian dongeng menurut para ahli. Dalam gagasannya, ahli di bidang yang relevan mengungkapkan berbagai pengertian dongeng yang berbeda. Di bawah ini, berbagai pengertian dongeng menurut para ahli.

1. James Danandjaja

Pengertian dongeng menurut James Danandjaja adalah sebuah cerita rakyat lisan yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh si empunya cerita. Dongeng juga tidak terikat oleh suatu tempat atau waktu, karena dongeng diceritakan terutama untuk menghibur.

2. Kamisa (1997)

Kamisa berpendapat bahwa pengertian dongeng adalah suatu cerita yang dituturkan atau dituliskan dan sifatnya menjadi hiburan. Dongeng biasanya tidak benar-benar terjadi dalam suatu kehidupan. Dongeng adalah suatu bentuk karya sastra yang ceritanya tidak benar-benar terjadi atau fiktif yang bersifat menghibur dan terdapat ajaran moral yang terkandung di dalam cerita tersebut.

3. Nurgiantoro (2005)

Menurut Nurgiantoro, pengertian dongeng ialah suatu cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal.

4. Agus Triyanto (2007)

Agus Triyanto mengungkapkan pengertian dongeng adalah suatu cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi dan berfungsi untuk menyampaikan suatu ajaran moral (mendidik) dan juga menghibur. Jadi, dongeng adalah salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya tidak benar-benar terjadi atau fiktif.

5. Depdiknas (2010)

Menurut Depdiknas, pengertian dongeng adalah suatu cerita yang sifatnya asli atau fakta.

6. Liberatus Tengsoe (1988)

Liberatus Tengsoe berpendapat bahwa pengertian dongeng adalah cerita khayal semata yang sulit dipercaya kebenarannya. Di dalam dongeng, disajikan hal-hal ajaib, aneh, dan tidak masuk akal. Dahulu dongeng diciptakan untuk anak kecil yang isinya penuh dengan nasihat.

Dongeng pertama kali muncul pada zaman sastra Purba di Indonesia dan sejak dulu, dongeng digolongkan sebagai sastra orai atau sastra lisan. Dongeng dahulu kala disajikan dari mulut ke mulut dan akhirnya jadi cerita yang turun-temurun dikenal masyarakat luas.

7. Thomson dikutip dari Danandjaja (2007)

Sementara itu, Thomson mengungkapkan pengertian dongeng menjadi empat golongan besar, yakni:

a. dongeng binatan (animal tales)

b. dongeng biasa (ordinary folktales)

c. lelucon dan anekdot (jokes and anecdotes)

d. dongeng berumus (formula tales)

8. Pudentia (1998)

Pengertian dongeng menurut Pudentia “ada dua ciri pokok yang digunakan di dalam dongeng, yaitu (1) dikatakan dan didengar, dan (2) situasi tatap muka.”

Maksud pengertian dongeng menurut Pudentia adalah penulis menjelaskan bahwa yang termasuk ciri-ciri sastra lisan yaitu ada yang menjadi pembicara untuk mengutarakan atau menyampaikan dan ada pula yang menjadi pendengar dalam keadaan tatap muka tanpa ada penghalang waktu.

9. Semi (1998)

Semi berpendapat bahwa pengertian dongeng adalah biasanya menceritakan tentang sebuah asal mula suatu tempat atau suatu negeri, atau mengenai suatu peristiwa-peristiwa yang aneh dan menakjubkan tentang kehidupan manusia atau binatang.

10. Woolfson (dalam Puspita: 2009)

Woolfson mendapatkan hasil riset yang menunjukkan bahwa pengertian dongeng merupakan aktivitas tradisional yang jitu dan bagi proses belajar dan melatih aspek emosional di dalam kehidupan anak-anak. Sebab ketika seseorang masih kanak-kanak, keadaan psikologisnya lebih mudah dibentuk dan dipengaruhi.

Oleh sebab itu, ketika faktor yang memengaruhi adalah hal yang positif, maka emosi anak akan jadi positif juga. Maka, pengertian dongeng akan menjadi salah satu faktor yang sangat bermanfaat bagi bekal anak untuk kehidupannya di masa mendatang.

11. Poerwadarminto (dalam Handajani: 2008)

Poerwadarminto menuturkan pengertian dongeng adalah kejadian zaman dahulu yang aneh-aneh atau cerita yang tidak terjadi. Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan walaupun banyak juga yang melukiskan tentang kebenaran berisikan pelajaran modal dan bahkan sindiran.

Dongeng dikisahkan dengan beragam harapan, keinginan-keinginan, dan nasihat yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat.

12. Handajani (2008)

Handajani mengemukakan pengertian dongeng yang dikemas dengan perpaduan antara unsur hiburan dengan unsur pendidikan. Unsur hiburan di dalam dongeng dapat ditemukan pada penggunaan kosakata yang bersifat lucu, sifat tokoh yang jenaka, dan penggambaran pengalaman tokoh yang jenaka.

Sedangkan dongeng yang memiliki unsur pendidikan dikisahkan yakni ketika dongeng tersebut mengenalkan dan mengajarkan kepada anak mengenai berbagai ilmu luhur, pengalaman spiritual, pengalaman intelektual, dan munculnya berbagai masalah sosial di masyarakat.

13. Badrun (1983)

Badrun berpendapat bahwa pengertian dongeng adalah suatu cerita prosa hasil seni rakyat yang hidup subur dalam angan-angan masyarakat, impian dan sebuah kenyataan bercampur menjadi satu dalam dunia angan-angan.

14. Charles Perrault

Menurut Charles Perrault, pengertian dongeng merupakan cerita pendek mengenai petualangan khayal dengan situasi dan tokoh-tokoh yang gaib dan luar biasa.

15. Trisna (2009)

Trisna berpendapat bahwa pengertian dongeng merupakan cerita zaman dahulu.

Baca Juga:

Jenis-jenis Dongeng

Setelah memahami tentang pengertian dongeng dan juga pengertian dongeng menurut ahli, kita juga harus mengetahui apa saja jenis-jenis dongeng yang sejak dahulu sudah kita kenal cerita-ceritanya. Inilah jenis-jenis dongeng yang ada di dunia.

1. Cerita Binatang (Fabel)

Dongeng yang merupakan cerita binatang atau fabel adalah dongeng yang menceritakan tentang binatang. Tokoh-tokoh di dalamnya adalah binatang yang digambarkan memiliki watak dan sifat seperti manusia. Cerita fabel termasuk salah satu dongeng yang banyak diceritakan oleh orang tua.

Sama seperti jenis dongeng lainnya, pengertian dongeng fabel ini juga memiliki pesan moral yang dapat dipetik. Dalam perkembangannya, dongeng tidak hanya memakai binatang sebagai tokohnya, tetapi juga tumbuhan, dan lain sebagainya. Contoh fabel adalah “Kancin dan Buaya”.

2. Cerita Jenaka

Pengertian dongeng dan jenis yang terdapat di dalam dongeng selanjutnya adalah cerita jenaka. Cerita jenaka merupakan cerita lucu yang membuat orang akan tertawa. Di dalam cerita jenaka, muncul perasaan yang menyenangkan saat membaca atau mendengarkan dongeng tersebut. Salah satu jenis dongeng jenaka adalah “Kabayan”.

3. Cerita Legenda

Dongeng dengan cerita legenda menceritakan mengenai hubungan cerita dari suatu tempat atau asal-usul suatu tempat. Cerita-cerita legenda di Indonesia ini bisa dibilang cukup banyak. Hal ini karena banyaknya pula tempat bersejarah yang ada di Indonesia dan dikemas melalui dongeng yang mengandung nilai-nilai moral dan pendidikan.

Contoh dongeng legenda di antaranya adalah “Danau Toba”, “Tangkuban Perahu”, dan masih banyak lagi.

4. Cerita Mitos

Pengertian dongeng dan jenis dongeng selanjutnya adalah cerita mitos. Mitos merupakan dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya tidak masuk akal.

Biasanya, di dalam mitos diselipkan cerita-cerita mengenai hal supranatural atau hal-hal gaib yang terjadi, berupa dewa dewi, makhluk halus, dan lainnya. Salah satu cerita mitos di antaranya “Roro Jonggrang”.

5. Cerita Sage

Cerita sage memang kurang dikenal di masyarakat dibandingkan cerita legenda, mitos, dan fabel. Pengertian dongeng cerita sage adalah salah satu jenis dongeng yang mengandung unsur sejarah dan telah tercampur dengan fantasi rakyat. Contoh cerita sage adalah “Panji Laras” dan “Tutur Tinular”.

6. Cerita Parabel

Pengertian dongeng cerita parabel adalah dongeng yang berisi unsur pendidikan dan keagamaan. Cerita parabel ini juga kurang populer di masyarakat, sama halnya dengan cerita sage. Beberapa contoh cerita parabel adalah “Damarwulan” dan “Sepasang Selop Putih”.

Ciri-ciri Dongeng

Untuk membedakan apakah cerita yang disajikan tersebut merupakan dongeng atau bukan, tentu kita harus mengetahui ciri-ciri dongeng setelah memahami pengertian dongeng. Bagaimana dan apa saja ciri-ciri dongeng akan dibahas di bawah ini.

1. Disebarkan Secara Lisan

Sejak zaman dahulu, dongeng disebarkan atau diwariskan secara lisan. Dongeng kemudian dikenal setelah disebarkan dari mulut ke mulut melalui kata-kata dan dari generasi ke generasi berikutnya.

2. Disebarkan dalam Waktu Cukup Lama

Orang akan memahami pengertian dongeng dan isinya karena disebarkan dalam waktu cukup lama, sejak zaman nenek moyang tersebut. Karena penyebarannya secara lisan, maka dongeng juga sampai ke telinga pendengar dalam waktu yang cukup lama.

3. Ada Berbagai Versi

Karena penyebaran dongeng dilakukan secara lisan, maka tak heran jika ada dongeng yang muncul dengan berbagai versi.

4. Bersifat Anonim

Penulis atau pencipta dongeng ini biasanya tidak diketahui siapa. Namun, dongeng ini tetap dikenal dan populer bagi masyarakat terutama anak-anak.

5. Memiliki Pola

Pengertian dongeng biasanya memiliki ciri-ciri mempunyai bentuk berumus atau berpola, seperti kata klise, kata-kata pembukaan, dan penutup yang baku.

6. Mempunyai Fungsi

Dongeng juga tidak diciptakan semata-mata tanpa arti. Pengertian dongeng yang selanjutnya dikenal tersebut diciptakan memiliki fungsi dan kegunaan dalam kehidupan kolektif atau bermasyarakat, sebagai alat pendidikan, pelipur lara, sebagai bentuk protes sosial, dan proyeksi akan keinginan yang terpendam.

7. Bersifat Pralogis

Pengertian dongeng selanjutnya memiliki ciri bersifat pralogis atau memiliki logika tersendiri yang tidak sesuai dengan logika umum atau di luar nalar manusia.

8. Menjadi Milik Bersama

Karena tak diketahui siapa penulis atau penciptanya yang pertama kali, maka orang-orang bisa merasa memilikinya sehingga dongeng akhirnya menjadi cerita milik bersama.

9. Bersifat Polos

Dongeng biasanya bersifat polos dan lugu, sehingga seringkali kelihatannya kasar dan terlalu spontan ketika penyampaiannya lebih mendalam. Hal ini dapat dimengerti bahwa dongeng juga merupakan sebuah proyeksi emosi manusia yang paling jujur.

10. Penokohannya Tidak Detail

Di dalam dongeng biasanya juga tidak dijelaskan secara detail bagaimana sifat atau penokohan suatu tokohnya.

Baca Juga:

Unsur-unsur Dongeng

Setelah memahami pengertian dongeng, kita tahu bahwa dongeng memiliki ciri-ciri. Selain ciri-ciri, dongeng juga mengandung unsur-unsur yang dapat membangun dongeng tersebut. Berikut ini unsur-unsur di dalam dongeng.

1. Tema

Tema merupakan ide pokok atau gagasan ide utama dalam sebuah dongeng.

2. Latar

Latar di dalam pengertian dongeng artinya keterangan mengenai suasana waktu, ruang, dan saat terjadinya peristiwa di dalam dongeng tersebut.

3. Alur

Dongeng memiliki alur peristiwa yang membuat dongeng tersebut berjalan dan mengisahkan suatu hal.

4. Tokoh

Di dalam dongeng, terdapat tokoh atau pelaku yang melakoni cerita tersebut.

5. Penokohan

Tokoh di dalam dongeng tersebut memiliki penampilan dan watak masing-masing yang digambarkan di dalam penokohan suatu cerita atau dongeng.

6. Amanat

Di dalam pengertian dongeng, disebutkan bahwa dongeng memiliki pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat. Artinya, dongeng ini mengandung amanat yang disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya.

Bagaimana Penulisan Cerita Dongeng

Siapa saja bisa membuat dongeng dengan versi masing-masing setelah kita belajar mengenai pengertian dongeng, ciri-ciri dongeng, dan unsur-unsur dongeng. Jika ingin membuat dongeng, inilah beberapa tips menulis cerita dongeng.

1. Menentukan Tokoh

Langkah pertama yang harus dilakukan saat menulis dongeng adalah menentukan dulu siapa tokoh yang ada di dalam dongeng tersebut. Bayangkan bagaimana bentuk fisiknya, sifatnya, pakaiannya, dan suaranya. Gunakan juga nama yang mudah dikenal dan mudah diingat.

Penulis atau pembuat dongeng biasanya menulis dongeng berdasarkan cerminan diri di dalam tokohnya. Misalnya pada dongeng “Peri Senandung”, diceritakan bahwa seorang peri tersebut suka bernyanyi atau bersenandung.

2. Menciptakan Konflik

Setiap dongeng pasti memiliki konflik cerita masing-masing. Oleh sebab itu, ciptakan konflik di dalam dongeng yang akan dibuat. Misalnya seperti kisah “Si Kancil Mencuri Timun”, yang memiliki konflik timun yang dimiliki Pak Tani terus menerus habis karena ulah si Kancil. Semakin menarik konflik yang dibuat, maka cerita akan semakin seru.

3. Menentukan Alur dan Setting Cerita

Setelah menentukan tokoh dan konflik, penulis juga harus menentukan apa yang terjadi pada tokoh cerita yang mendapatkan konflik dan bagaimana tokoh tersebut mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah, bagaimana halangan yang ditemui, dan akhirnya mencapai harapan yang diinginkan.

Tentukan juga di mana kejadian cerita tersebut berlangsung. Perlu diingat bahwa dongeng tak harus tentang kejadian di alam nyata. Penulis bisa menciptakan negeri impian di dalam dongeng, misalnya latar kejadiannya berada di Negeri Uang. Asyik bukan?

4. Tulis Cerita

Semua unsur di dalam dongeng sudah ditemukan, dan kini penulis bisa menceritakan kisah di dalam dongeng berdasarkan kalimat demi kalimat. Jika ingin lebih menarik, penulis bisa menggambarkan alur cerita atau membuat narasi dan dialognya agar tidak membosankan. Jangan lupa pilih sudut pandang yang menarik dan semua orang bisa menerima ceritanya.

5. Banyak Membaca

Sebelum menulis dongeng, penulis juga diharapkan banyak membaca mengenai berbagai dongeng yang sudah tercipta untuk mendapatkan inspirasi menulis.

6. Berlatih

Jangan lupa juga untuk terus berlatih agar tulisan di dalam dongeng sistematis dan mudah dimengerti pembaca.

Artikel Terkait:

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Mau dapat update promo dan artikel eksklusif? Tulis e-mail di bawah!
logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama