⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Proposal Penelitian : Fungsi, Jenis, Isi, dan Contoh

proposal penelitian

Tahapan dalam melakukan penelitian cukup panjang, salah satunya ada tahap menyusun dan mengajukan proposal penelitian. Proposal merupakan bagian penting dalam kegiatan penelitian, untuk mengajukan penelitian tersebut ke pihak-pihak terkait. 

Misalnya untuk mengajukan dana kepada pihak kampus menggunakan dana internal. Sebab penelitian dosen tentu membutuhkan biaya dan tidak memungkinkan untuk ditanggung dengan dana pribadi. 

Supaya bisa mendapatkan pendanaan, maka proposal perlu disusun dengan seksama. Yakni menyampaikan detail rencana penelitian dan menyesuaikan strukturnya dengan ketentuan. 

Apabila mengalami kendala dalam menyusun proposal maka bisa mempelajarinya lebih dalam. Salah satunya dengan membaca informasi di bawah ini. 

Pengertian Proposal Penelitian

Memahami apa itu proposal penelitian akan membantu menyusunnya dengan baik dan benar. Sehingga bisa mendapatkan persetujuan sekaligus mendapatkan pendanaan yang memastikan penelitian dapat terlaksana. 

Hal pertama yang perlu dipahami adalah pengertian dari proposal itu sendiri. Secara umum, proposal adalah rencana kegiatan yang dituliskan dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan. 

Sedangkan proposal penelitian secara sederhana bisa diartikan sebagai rencana kegiatan penelitian yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan dalam penelitian tersebut. 

Proposal kemudian akan menyajikan informasi detail terkait penelitian yang akan dilaksanakan. Mulai dari topik, latar belakang pemilihan topik, hipotesis dari hasil penelitian, sampai RAB (Rencana Anggaran Biaya). 

Dosen merupakan pengajar sekaligus peneliti di Indonesia yang tentu akrab dengan kegiatan menyusun proposal. Apalagi proposal menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan pendanaan. Baik yang bersumber dari perguruan tinggi, pemerintah, maupun mitra. 

Proposal yang disusun dengan baik dan memiliki susunan RAB yang logis, memiliki kesempatan untuk diterima. Sehingga bisa mendapatkan dana hibah dan kemudian bisa melakukan penelitian dengan nyaman karena tidak was-was biaya yang tersedia kurang. 

Fungsi Proposal Penelitian

Penyusunan proposal penelitian menjadi sebuah kewajiban dan kebutuhan bagi para dosen. Sebab proposal penelitian memiliki banyak fungsi, seperti: 

1. Mendapatkan Persetujuan 

Fungsi pertama dari proposal yang diajukan sebelum melaksanakan penelitian adalah untuk mendapatkan persetujuan. Dari siapa? Yakni dari berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya. 

Misalnya pada penelitian dosen maka harus meminta persetujuan dari pihak kampus. Jika penelitian didanai oleh mitra maka perlu meminta persetujuan dari mitra tersebut. Begitu juga jika didanai oleh pemerintah. 

Sebab tanpa dukungan materi maupun dukungan dalam bentuk lain dari pihak-pihak tersebut. Maka penelitian tidak bisa dilaksanakan. Sehingga memerlukan persetujuan pihak-pihak tersebut dan diminta melalui pengajuan proposal tadi. 

2. Menyampaikan Arti Penting Penelitian yang Dilakukan

Fungsi kedua dari pembuatan dan pengajuan proposal penelitian ke sejumlah pihak, khususnya yang menyediakan pendanaan. Adalah untuk menjelaskan atau menyampaikan arti penting penelitian yang akan atau ingin dilakukan. 

Dosen perlu meyakinkan pihak-pihak yang bisa mendukung terwujudnya penelitian yang dilakukan. Semua ini disampaikan di dalam proposal sehingga perlu penjabaran tentang arti penting dan tingkat urgensi penelitian tersebut. 

3. Menjelaskan Seluruh Kebutuhan Penelitian 

Proposal dalam penelitian tidak hanya berisi topik penelitian dan latar belakangnya saja. Melainkan juga ada penjelasan mengenai kebutuhan peralatan, bahan, SDM beserta jumlahnya, besaran anggaran, dan lain-lain. 

Sehingga fungsi berikutnya dari proposal ini adalah menjelaskan semua kebutuhan tersebut kepada pihak-pihak terkait. Supaya bisa mendapatkan dukungan dan bantuan yang sesuai kebutuhan. 

4. Sarana Memperoleh Seluruh Kebutuhan Penelitian 

Fungsi paling utama dari proposal penelitian yang diajukan dosen adalah menjadi sarana memperoleh seluruh kebutuhan penelitian. Jadi, isi proposal tidak hanya menjelaskan seluruh kebutuhan penelitian. 

Akan tetapi secara tidak langsung juga meminta bantuan dari pihak-pihak erkait untuk menyediakan kebutuhan penelitian tersebut. Biasanya pihak yang menerima proposal akan memberi bantuan berbentuk dana. Sehingga bisa dipakai dosen untuk memenuhi kebutuhan penelitian seperti yang tercantum di proposal. 

Baca Juga:

11 Jenis Laporan Penelitian yang Baik Benar

Pendekatan Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya

Responden Penelitian: Karakteristik dan Syarat-Syaratnya

Jenis Proposal Penelitian

Dalam menyusun proposal yang menjelaskan penelitian yang akan dilaksanakan, dosen kemudian perlu memilih jenis yang sesuai. Biasanya disesuaikan dengan metode penelitian yang akan dilakukan. 

Sebab proposal sendiri di dunia penelitian memang ada beberapa jenis, yang tentu satu sama lain memiliki perbedaan. Jika dilihat dari aspek isi proposal maka terbagi menjadi 5 (lima) jenis, yaitu: 

1. Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal penelitian kuantitatif adalah proposal penelitian berupa pemecahan masalah ilmiah yang sifatnya dapat dihitung secara pasti. Ada kata “dihitung” membuat proposal ini cocok untuk penelitian kuantitatif. 

Dimana data penelitian berbentuk angka bulat yang kemudian bisa dihitung baik dari jumlah, pengurangan, pembagian, nilai rata-rata, dan sebagainya. Jadi, jika penelitian memakai data kuantitatif. 

Sudah tentu proposal yang disusun juga perlu memakai skema kuantitatif agar bisa disampaikan dengan tepat dan jelas sehingga mudah dipahami. Proposal jenis ini dinilai yang paling mudah disusun. Meski begitu bukan berarti penyusunannya bisa sembarangan. 

2. Proposal Penelitian Pendidikan

Berikutnya adalah proposal penelitian pendidikan yang merupakan proposal untuk penelitian di bidang pendidikan. Proposal jenis ini ditujukan untuk penelitian di lingkungan pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi. 

Kegiatan pendidikan tentu tidak asing, dan banyak penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang mumpuni. Misalnya penelitian tentang metode pengajaran hybrid, untuk mengetahui efektivitasnya menunjang pembelajaran. 

3. Proposal Penelitian Kualitatif

Jenis selanjutnya adalah proposal kualitatif yang merupakan kebalikan dari proposal kuantitatif yang dijelaskan sebelumnya. 

Proposal kualitatif adalah proposal penelitian yang berfokus pada pemahaman humanistik (perilaku manusia) yang bersifat dinamis dan kontekstual. Sehingga data dalam penelitian tidak berbentuk angka sehingga tidak bisa dihitung. 

Biasanya hasil penelitian maupun data yang digunakan merupakan penilaian personal dari subjek penelitian. Misalnya tingkat kepuasan masyarakat, tingkat kelezatan makanan di sebuah restoran, dan sejenisnya. 

4. Proposal Penelitian Kesehatan

Berikutnya adalah proposal kesehatan. Adapun proposal penelitian kesehatan adalah proposal yang berisi kegiatan atau rencana kegiatan penelitian di bidang kesehatan. 

Sehingga penelitian yang dijelaskan di dalamnya dilakukan di lingkungan kesehatan. Seperti rumah sakit, klinik, maupun mengangkat topik berupa penyakit dan obat-obatan jenis tertentu. 

5. Proposal Penelitian Pengembangan

Terakhir adalah proposal pengembangan, yaitu proposal penelitian yang berisikan pengembangan suatu ilmu pengetahuan. Sesuai namanya, proposal ini untuk penelitian pengembangan. 

Yaitu penelitian yang dilakukan dari penelitian sebelumnya dengan topik yang sama dengan harapan bisa dikembangkan. Misalnya ingin mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik, lebih solutif, lebih efisien, dan seterusnya. 

Bagaimana Susunan Proposal Penelitian

Proposal adalah sebuah tulisan yang sifatnya ilmiah, maka terikat oleh beberapa kaidah. Dimulai dari tata bahasa yang wajib formal dan juga terikat oleh aturan struktural. Sehingga susunan proposal sifatnya saklek, apapun bidang yang diteliti dalam penelitian. 

Secara umum, susunan proposal penelitian atau struktur susunannya sebagai berikut:

  • Judul penelitian, merupakan bagian pertama dan menjadi yang utama karena menyajikan topik penelitian di bagian awal proposal. 
  • Pendahuluan, bagian selanjutnya adalah pendahuluan yang masuk di bab pertama dalam proposal. Isinya mencakup Latar belakang dan perumusan masalah, tujuan, sasaran, keluaran, dan ruang lingkup/batasan.
  • Tinjauan pustaka, merupakan ringkasan dari hasil penelitian dan teori-teori dasar yang menjadi referensi maupun latar belakang pengambilan topik penelitian. Biasanya merupakan penjelasan dari penelitian sebelumnya. 
  • Metode penelitian, merupakan bagian di dalam proposal yang menjelaskan jenis metode penelitian yang digunakan. Mencakup juga penjelasan tentang beberapa piin berikut pendekatan, variabel dan indikator, populasi dan sampel atau fokus dan lokus, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan dan analisis data, subjek penelitian, instrumen, dan tahapan penelitian (atau disesuaikan dengan pendekatan penelitian kualitatif, kuantitatif, atau penelitian pengembangan).
  • Jadwal pelaksanaan penelitian, merupakan bagian dari proposal yang menjelaskan mengenai jadwal pelaksanaan penelitian. Sehingga ada rencana pelaksanaan pada tanggal berapa dan selesai di tanggal berapa. 
  • Rencana publikasi hasil penelitian, menjelaskan mengenai rencana publikasi terhadap hasil penelitian. Publikasinya bisa dalam bentuk artikel ilmiah ke jurnal maupun prosiding, bisa dalam bentuk buku, atau yang lainnya. 
  • Daftar pustaka, merupakan bagian yang menjelaskan seluruh daftar referensi yang digunakan untuk melakukan penelitian dan penyusunan laporan maupun proposalnya di tahap awal. 
  • Lampiran, merupakan bagian yang melampirkan sejumlah dokumen penting dan berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Misalnya halaman pengesahan, halaman persetujuan pihak tertentu, dan lain sebagainya. 
  • Bebas plagiarisme, merupakan bukti bahwa proposal yang disusun bebas plagiarisme. Bagian ini bisa saja tidak ada, sebab disesuaikan dengan ketentuan pihak penyedia dana hibah penelitian. 
  • Daftar riwayat hidup, merupakan CV atau daftar riwayat hidup peneliti atau pihak yang mengajukan proposal penelitian. 
  • Rencana anggaran biaya (RAB), merupakan bagian yang menjelaskan detail rencana pembiayaan atau pengeluaran terkait seluruh kebutuhan penelitian. Misalnya ada biaya sekian ratus ribu untuk sewa peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian yang diajukan. 

Susunan atau struktur proposal tersebut adalah susunan umum. Bisa jadi ada perubahan sesuai kebijakan penyedia dana hibah. Biasanya dalam program dana hibah, format proposal sudah ditentukan. Sehingga strukturnya tidak mirip 100% seperti di atas. 

Baca Juga:

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli dan Cara Membuatnya

Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh Lengkap

Data Penelitian: Pengertian, Klasifikasi, dan Contoh Lengkap

Isi Proposal Penelitian

Berikutnya adalah membahas mengenai isi proposal penelitian. Inti dari penyusunan proposal ini adalah menjelaskan topik penelitian, agenda kegiatan, manfaat, dan juga rencana biaya atau anggaran. 

Isi proposal mencakup semua informasi tersebut untuk kemudian disampaikan ke pihak tertentu yang mendukung penelitian. Secara garis besar isi proposal tidak berbeda jauh dengan pembahasan terkait struktur proposal yang dijelaskan sebelumnya. 

Namun agar lebih mendetail, berikut beberapa poin di dalam isi proposal:

1. Pendahuluan 

Isi yang pertama adalah pendahuluan yang masuk di bab pertama. Pendahuluan menjelaskan alasan penelitian dilakukan dan apa hasil yang ingin dicapai dari penelitian tersebut. 

Hal ini disampaikan di awal untuk menjelaskan sejak halaman pertama proposal tingkat urgensi atau arti penting penelitian yang akan dilakukan. Harapannya, isi proposal sudah bisa terbaca dari bab pendahuluan ini. Maka perlu disampaikan dengan jelas. 

2. Latar Belakang 

Berikutnya adalah latar belakang penelitian yang juga masuk di bab pertama bersama dengan pendahuluan. Sesuai namanya, latar belakang menjelaskan alasan dibalik pemilihan topik penelitian. 

Peneliti bisa menjelaskan alasannya dengan seksama, idealnya menggunakan alasan yang jelas dan konkrit. Meskipun begitu bisa juga menggunakan pengalaman dan penilaian pribadi sebagai latar belakang. 

Sebagai contoh, saat dosen mengambil topik dampak diabetes bagi kesehatan mental keluarga. Latar belakangnya bisa dari pengalaman personal saat salah satu orangtua penderita diabetes. Sehingga dilakukan penelitian ini. 

3. Rumusan Masalah 

Isi proposal penelitian berikutnya adalah rumusan masalah. Rumusan masalah biasanya berbentuk daftar pertanyaan yang menjadi alasan kenapa topik penelitian diambil. 

Misalnya mengajukan pertanyaan mengenai apa itu diabetes? Bagaimana dampaknya bagi pasien? Bagaimana dampaknya bagi keluarga pasien? Solusi apa yang tepat untuk menjaga mental keluarga pasien? 

4. Tujuan Penelitian 

Berikutnya adalah tujuan penelitian, yang isinya cukup menjelaskan jawaban dari pertanyaan di dalam rumusan masalah. Sehingga tujuan penelitian jelas, yakni menjawab berbagai pertanyaan yang melatarbelakangi pemilihan topik penelitian. 

5. Manfaat Penelitian 

Manfaat penelitian juga perlu dicantumkan di dalam proposal yang akan diajukan ke pihak penyedia dana penelitian. Melalui bagian ini, peneliti bisa menjelaskan arti penting dan manfaat besar jika hasil penelitian berhasil ditemukan. 

6. Tinjauan Pustaka

Selanjutnya adalah bab tinjauan pustaka. Pada bab ini, peneliti menjabarkan berbagai metode serta teori penelitian yang akan digunakan, agar relevan dengan penelitian yang dilakukan. 

Sehingga ada proses untuk menjelaskan teori penelitian di bab landasan teori yang kemudian digunakan sebagai dasar penelitian. Sehingga penelitian yang dilakukan logis, bisa diterima dengan akal, dan dipahami manfaat ataupun tujuannya. 

7. Landasan Teori 

Landasan teori adalah isi bab berikutnya di dalam proposal penelitian. Apa isinya? Yakni seluruh teori hasil penelitian sebelumnya yang bisa menjadi dasar penelitian. Maupun yang memperkuat topik penelitian yang diambil. 

Tanpa landasan teori maka topik penelitian dianggap kurang relevan, tidak memiliki tingkat urgensi, dan juga tidak bisa dilaksanakan. Sehingga landasan teori penting agar bisa memperkuat data dan isi proposal yang diajukan. 

8. Metode Penelitian 

Sebuah penelitian tentu menggunakan metode tertentu, metode ini perlu dijelaskan di dalam proposal penelitian. Tentunya masuk ke bab khusus, yaitu bab metode penelitian. 

Isinya menjelaskan jenis metode penelitian yang digunakan serta alasan kenapa metode ini digunakan. Sehingga penelitian yang dilakukan jelas dan terstruktur sebab sudah memilih metode yang dirasa paling sesuai. 

9. Kerangka Penelitian 

Isi proposal penelitian selanjutnya adalah bab kerangka penelitian. Secara sederhana bab ini merupakan ringkasan dari seluruh bab di dalam proposal yang dijelaskan lebih singkat dan jelas. 

10. Penutup 

Terakhir adalah bab penutup yang berisi kesimpulan dari rencana kegiatan penelitian yang diajukan. Selain berisi kesimpulan, bab ini juga berisi daftar pustaka yang mencantumkan seluruh referensi yang menjadi dasar penelitian. 

Contoh Judul Proposal Penelitian

Dalam pembuatan proposal penelitian memang harus memperhatikan struktur agar sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, penting untuk memilih atau menyusun judul proposal dengan baik dan benar. 

Judul proposal idealnya bisa menyampaikan topik penelitian dan menambahkan lokasi penelitian dilakukan. Contoh-contoh judul proposal:

  • Perbedaan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Geografi dengan Metode Diskusi dan Metode Ceramah
  • Pengaruh Pengajaran Vocabulary dengan Menggunakan Metode Total Physical Response Terhadap Prestasi Belajar Vocabulary
  • Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa yang Diajar dengan Alat Peraga dan Tanpa Alat Peraga pada Bidang Studi Matematika
  • Perbandingan Pembelajaran Bermodel Konstruktivisme dengan Metode Eksperimen dan Metode Oral Ditinjau dari Prestasi  Belajar Fisika Siswa pada Sub Pokok Bahasan Hukum Archimedes
  • Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Keengganan Siswa untuk Berkonsultasi Kepada Guru Pembimbing.
  • Analisis Tingkat Pemahaman Siswa Kelas 1 SD Melati dalam Pembelajaran Bab Keluarga Menggunakan Permainan Ular Tangga

Judul proposal penelitian harus menarik, mempresentasikan inti penelitian, dan juga dibuat singkat dan padat namun jelas. Beberapa contoh di atas bisa menjadi sumber referensi agar judul yang disusun baik dan benar. 

Artikel Terkait:

Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Kualitatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Karakteristik

Penelitian Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Empiris: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-Ciri, Alasan, dan Caranya

Penelitian Korelasional: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Penelitian Deskriptif: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama