⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

8 Contoh Teks Eksplanasi, Pengertian, Jenis, Ciri-Cirinya

teks eksplanasi

Teks eksplanasi – Asing mendengar jenis teks ini? Sepertinya yang merasakan asing tidak hanya Anda saja. Sebenarnya banyak orang yang tidak tahu apa sih arti dari eksplanasi. 

Lantas tujuan dan ciri-cirinya apa sih? Tenang, pada kesempatan kali ini kita akan mengulas pengertian, struktur dan contoh dari teks eksplanasi. Berikut ulasannya. 

Pengartian Teks Eksplanasi

Secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan juga ‘bagaimana’ akan berbagai kejadian yang terjadi, baik itu kejadian alam, ilmu pengetahuan, budaya, sosial, dan masih banyak lagi.

Kejadian yang bisa dibuat sebagai teks eksplanasi tersebut biasanya ada di sekitar kita dan di dalam kejadian tersebut selalu memiliki hubungan antara sebab, akibat, dan juga proses. Teks eksplanasi juga dapat dipahami sebagai sebuah teks yang memiliki isi mengenai proses mengapa kejadian-kejadian tersebut bisa terjadi, bagaimana proses kejadiannya dan bagaimana hubungannya dengan suatu hal.

Pada dasarnya, teks eksplanasi ini menyajikan mengenai rentetan kejadian atau peristiwa yang tidak hanya bisa dirasakan sebagai bahan untuk dibaca oleh pembaca, akan tetapi juga memiliki tujuan yakni untuk memberikan pembelajaran kepada para pembaca agar mengetahui dan memahami proses terjadinya suatu kejadian atau peristiwa.

Pengertian Teks Eksplanasi Menurut Ahli

Pengertian teks eksplanasi dapat diartikan banyak hal. Tergantung siapa yang mengartikannya. Nah, berikut ada beberapa pendapat dari para tokoh tentang eksplanasi. 

1. Pardiyono 

Menurut pardiyono, teks eksplanasi adalah teks yang berusaha untuk menjabarkan proses terbentuknya sebuah fenomena alam. Tidak hanya yang berbentuk fenomena alam saja. Ternyata juga fenomena sosial. 

2. Knap dan Watkins 

Berbeda dengan pendapat Pardiyono, Knap dan Watkins mengartikan teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan dua orientasi. Orientasi pertama menekankan pada bagaimana dan mengapa fenomena itu terjadi. Orientasi kedua, lebih menekankan pada probabilitas kemunculan dalam sebuah teks eksplanasi. 

3. Tomi Rianto 

Menurut Tomi Rianto, eksplanasi merupakan bentuk teks yang mengulas tentang mengapa dan bagaimana terjadinya sebuah peristiwa. Apapun itu bentuk peristiwa, baik peristiwa alam, peristiwa sosial, peristiwa budaya hingga peristiwa ilmu pengetahuan sekalipun. 

Dilihat dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teks jenis ini adalah teks yang berusaha menerangkan atau menjelaskan sebuah proses terciptanya sebuah fenomena. Setiap fenomena dan peristiwa memiliki sebab akibat serta proses, tiga poin inilah yang mencoba untuk dijelaskan. 

Pengertian teks jenis ini secara umum, diambil dari bahasa asing explanation yang memiliki makna keterangan atau penjelas. Teks ini disusun secara kronologis yang mencantumkan sebab-akibat. Tentu saja penyampaian atau penjelasan yang dituliskan didasarkan secara ilmiah, sesuai dengan keilmuan atau teori. 

Baca Juga:

Tujuan Teks Eksplanasi 

Tujuan teks eksplanasi adalah berperan untuk melaporkan mengenai adanya suatu kejadian atau peristiwa, bagaimana tahapan atau prosesnya, bagaimana langkah kejadian atau peristiwa tersebut, sehingga pembaca mengetahui proses adanya kejadian atau peristiwa tersebut.

Dengan demikian, pembaca yang awalnya tidak mengetahui cerita atau proses dari suatu kejadian menjadi lebih memahami kejadian tersebut. Dalam teks eksplanasi juga akan menjelaskan mengenai bagaimana kejadian atau peristiwa terjadi serta adanya proses atau sebab akibat dari peristiwa tersebut.

Karena teks eksplanasi biasanya membahas mengenai alasan mengapa peristiwa itu terjadi dan apa akibat yang ditimbulkan, maka tujuan dari teks eksplanasi adalah untuk mengetahui hukum sebab dan akibat dari suatu peristiwa yang mana biasanya berisi tentang informasi lengkap dan mendalam mengenai kejadian tersebut.

Jenis Teks Ekplanasi

Jenis teks eksplanasi ada 4, yaitu teks eksplanasi sequential, teks eksplanasi faktorial, teks eksplanasi kausal, dan teks eksplanasi teoretis, Berikut adalah beberapa jenis teks eksplanasi yang perlu Anda ketahui.

1. Teks Eksplanasi Sequential

Teks eksplanasi sequential merupakan teks eksplanasi yang berisi deretan peristiwa yang sangat panjang dan juga detail yang mana di dalamnya memberikan tahapan-tahapan terjadinya peristiwa secara runtut. Teks ini biasanya digunakan untuk menulis teks yang mengandung tema biologi, misalnya membahas urutan daur hidup makanan dan lain sebagainya.

2. Teks Eksplanasi Faktorial

Teks eksplanasi faktorial merupakan teks yang memberikan penjelasan tentang konsekuensi atau dampak yang terjadi pada suatu proses yang ada. Oleh sebab itu, teks ini biasanya ditulis misalnya untuk teks penjajahan yang mana banyak sekali proses yang dilakukan dan apa dampaknya pada proses tersebut.

3. Teks Eksplanasi Kausal

Teks kausal merupakan teks yang mengandung penjelasan mengenai sebab dari suatu hal yang terjadi secara bertahap. Di dalam teks ini, menjelaskan mengenai terjadinya bencana alam, misalnya bencana longsor dan kemudian akan dijelaskan secara rinci tentang kejadian yang terjadi.

4. Teks Eksplanasi Teoretis

Teks eksplanasi teoretis merupakan salah satu jenis teks yang menggambarkan atau mengandung spekulasi sendiri mengenai terjadinya kejadian alam. Misalnya teks yang menceritakan gunung meletus dan dampak dari bencana alam tersebut akan menghadirkan bahaya yang lebih lagi.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi 

Sebenarnya teks eksplanasi ini sendiri memiliki ciri khas tertentu. nah, bagi Anda yang masih bingung, apa saja sih ciri-ciri spesifiknya? Berikut ciri-ciri teks eksplanasi:

1. Strukturnya Jelas 

Ciri yang paling menonjol dapat dilihat dari strukturnya yang jelas. Jadi struktur eksplanasi diawali dari pernyataan umum, kemudian dilanjutkan dengan urutan sebab akibat dan barulah ke interpretasi atau penyampaian dari si penulisnya. 

2. Faktual 

Sesuai dengan cirinya, yaitu data bersifat factual, berdasarkan dengan data, memuat pembahasan yang ilmiah, sesuai dengan keilmuan sains yang berlaku. Jadi, teks jenis ini bukanlah teks yang dibuat berdasarkan imajinasi. 

3. Informatif 

Teks memuat informasi terkini, sesuai dengan kebutuhan dengan masyarakat. Dengan kata lain, bersifat terbarukan dan tidak ketinggalan jaman. Kata informatif merunut pada dukungan teori dan kajian ilmiah, yang semakin membukakan cakrawala atau perspektif dari pembaca. 

4. Tidak Persuasif 

Teks eksplanasi berbeda dengan teks editorial. Jika editorial bersifat mempengaruhi, maka pada eksplanasi lebih menyampaikan fakta yang ada. Karena penjelasan yang disampaikan lebih pada penjelasan sebuah proses sebab akibat dari sebuah fenomena. 

5. Memuat Sequence Markers 

Sequence markers lebih menekankan pada urutan atau menggunakan tahapan poin. Misalnya, menggunakan urutan pertama, kedua, ketiga, keempat dan selanjutnya. Bagian akhir, memuat informasi dan data penting yang mampu menjawab peristiwa. 

Itulah ciri-ciri teks ini. Jika dibandingkan dengan teks yang lain, bisa dibilang teks ini yang tidak memiliki tendensi untuk mempengaruhi lewat data dan teori. Murni hanya menjelaskan dan menjawab sebuah fenomena.

Baca Juga:

Kaidah Teks Eksplanasi

Tak hanya memiliki tujuan saja, teks eksplanasi juga memiliki kaidah yang harus ditaati dalam membuat teks eksplanasi. Kaidah kebahasaan di dalam teks eksplanasi ini biasanya memiliki fungsi yaitu sebagai bahasa khas dari teks tertentu. Kaidah kebahasaan yang digunakan tersebut digunakan untuk membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya.

Kaidah kebahasaan teks eksplanasi yang harus diterapkan meliputi:

  1. Isi teks eksplanasi berdasarkan fakta yang sebenarnya terjadi, yang mana hal ini termasuk nonsastra.
  2. Teks eksplanasi banyak menggunakan konjungsi kausalitas atau sebab akibat (misal: sebab, karena, oleh sebab itu, sehingga, oleh karena itu, dan lain sebagainya). Juga konjungsi kronologis atau hubungan waktu (misal: kemudian, lalu, pada akhirnya, setelah itu, dan lain-lain).
  3. Teks eksplanasi juga biasanya menggunakan kata ganti yang berwujud kata benda dan bukan kata ganti orang, misalnya demonstrasi, gempa, banjir, embrio, gerhana, kebakaran, dan lain sebagainya.
  4. Teks eksplanasi banyak menggunakan istilah teknis atau istilah ilmiah yang sesuai dengan topik yang sedang dibahas.
  5. Teks eksplanasi banyak menggunakan kata kerja pasif, misalnya terlihat, terwujud, terbagi, dimulai, terakhir, ditimbun, dan juga dilahirkan.
  6. Teks eksplanasi menggunakan kata kopula, misalnya adalah dan merupakan.

Struktur Teks Eksplanasi 

Ditinjau dari struktur teks eksplanasi, memiliki beberapa urutan penting. Penasaran bukan? Struktur teks eksplanasi meluputi:

1. Judul 

Seperti halnya pada penulisan teks yang lain, tentu saja judul wajib ada. Terkait dengan penulisan judul yang baik, tulis menggunakan bahasa singkat, padat dan jelas. Penulisan judul tidak perlu ditulis terlalu panjang, justru akan menghilangkan esensi dari apa yang hendak dijelaskan. Tulis saja to the point mengenai fenomena yang akan dipaparkan. 

2. Pernyataan Umum

Barulah masuk ke struktur yang kedua, Anda bisa mengawalinya dengan membuat pernyataan umum. Bagaimana membuat pernyataan umum, Anda bisa menuliskannya dengan informasi singkat tentang fenomena tersebut. 

Misalnya, diawali dari pernyataan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Atau mengapa fenomena itu baru terjadi sekarang, tidak dari kemarin atau yang akan datang. 

3. Menjelaskan Urutan Sebab – Akibat 

Bagian inti dari penulisan teks eksplanasi adalah menjelaskan urutan sebab akibatnya. Di sinilah mulai dijelaskan lebih deskriptif tentang proses terjadinya, tahapan apa saja sampai bisa terjadi fenomena tersebut, kemudian apa dampak yang ditimbulkan?, bagaimana cara menyikapi fenomena serupa jika terulang di masa yang akan datang?. 

4. Interpretasi 

Di Bagian interpretasi ini bisa diisi dengan opini atau perspektif si penulis, tentu saja berdasarkan dengan data dan menjelaskan fenomena itu sendiri. di bagian akhir, barulah ditutup dengan bagian kesimpulan. Kesimpulan cukup ditulis secara singkat, padat dan jelas. 

Itulah beberapa struktur yang tidak kalah penting diperhatikan dalam membuat teks eksplanasi. Penulisan eksplanasi menggunakan bahasa baku. Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada pembaca. Setidaknya hindari penggunaan bahasa daerah atau semacamnya. 

6 Contoh Teks Eksplanasi 

Setelah mengetahui pengertian, tujuan, ciri-ciri dan strukturnya, belum afdol jika belum tahu contoh dari teks eksplanasi. Berikut adalah contoh teks eksplanasi: 

1. Contoh Teks Eksplanasi tentang Angin Topan

Bagaimana Topan Bisa Terbentuk?
Angin topan sering merobohkan rumah dan pohon, bahkan bisa menerbangkan apa saja yang berada di dekatnya. Nah, sebenarnya bagaimana proses terbentuknya topan ya? 
Apa yang Membentuk Topan?

Topan terbentuk di lautan bersuhu panas. Air yang panas akan lebih cepat menguap. Uap air yang berasal dari lautan itu jumlahnya sangat banyak. Uap itu naik dan membentuk awan kumulonimbus. Nah, di dalam gumpalan awan ini ada pusaran angin yang kuat. Pusaran angin ini semakin kencang hingga berputar-putar dan terbentuklah topan.

Mengapa Topan Membawa Hujan?
Angin topan biasanya terjadi bersamaan dengan hujan yang lebat. Kira-kira kenapa, ya? Yup, benar. Topan itu terbentuk dari banyak awan yang saling berkumpul. Di dalam topan terdapat banyak sekali awan mendung. Awan inilah yang akan menurunkan hujan lebat. Maka itu, kalau topan akan terjadi, langit pasti akan tertutup awan mendung.
* Sumber: https://bobo.grid.id/read/08679523/bagaimana-topan-bisa-terbentuk

2. Contoh Teks Eksplanasi tentang Gerhana Bulan

Peristiwa Gerhana Bulan 

Gerhana bulan diketahui sebagai salah satu peristiwa alam yang tidak terjadi setiap hari. Peristiwa ini dipengaruhi oleh posisi bulan, bumi, dan matahari. Sehingga terjadi berulang selama beberapa waktu mengikuti pergerakan bumi dan bulan. 

Gerhana bulan bisa terjadi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika. Akan saat ketika terjadi perpotongan antara bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Pada titik node inilah terjadi gerhana bulan.

Terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat ketika terjadi gerhana bulan. Hal ini karena berbeloknya sinar matahari yang masih tersisa menuju arah bulan yang disebabkan oleh atmosfer bumi.

Sinar matahari yang dibelokkan tersebut memiliki spektrum cahaya kemerahan. Inilah alasannya mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap yang biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman disaksikan dengan mata telanjang. Bagi umat muslim, saat peristiwa gerhana bulan terjadi maka disunnahkan untuk menjalankan sholat sunnah gerhana. 

Pada saat bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan yang berada pada satu garis lurus yang sama. 

Hal ini membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu. Bayangan bumi kemudian menutupi bulan dan terkesan bulan tertutup oleh bayangan hitam yang besar. 

3. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kemiskinan

Masalah Kemiskinan 

Kemiskinan secara umum merupakan kondisi dimana masyarakat memiliki jumlah penghasilan yang rendah. Penghasilan yang rendah ini menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan harian. Seperti kebutuhan makan, sandang, apalagi papan. 

Masyarakat yang miskin kemudian memiliki sejumlah ciri khas. Salah satunya tinggal di rumah yang kurang layak, seperti gubuk yang reyot. Kemiskinan juga sering memaksa mereka mendirikan bangunan tempat tinggal di lahan milik negara. 

Sebab mereka tidak memiliki kemampuan secara finansial untuk membeli tanah sendiri. Selain masalah papan, kebutuhan pangan juga menjadi PR besar. Banyak masyarakat miskin yang berhadapan dengan masalah kelaparan dan gizi buruk. 

Kemiskinan terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu keterbatasan kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Faktor penyebab terjadinya masalah tersebut adalah karena musibah, bangkrut, perbudakan, hingga struktur sosial.

Faktor masalah kemiskinan didominasi oleh struktur sosial dan perilaku. Selain itu perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang tidak sesuai dengan pemasukan membuat masyarakat lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.

Meskipun masalah kemiskinan bisa disebabkan banyak faktor, namun faktor gaya hidup bisa diatasi lebih mudah. Dimana masyarakat mulai meningkatkan kesadaran akan pentingnya membuang rasa gengsi. 

Sehingga penghasilan yang didapatkan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan penting bukan memenuhi gaya hidup. Sedangkan kemiskinan yang disebabkan pada faktor minimnya lapangan pekerjaan. 

Maka perlu dukungan dari pemerintah agar masyarakat bisa menjadi wirausahawan. Sehingga mereka tidak lagi mencari lapangan pekerjaan. Melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

4. Contoh Teks Eksplanasi tentang Perubahan Budaya

Perubahan Budaya 

Budaya tidak selalu identik dengan hal-hal yang bersifat tradisional, seperti: pakaian, bahasa, kesenian, makanan khas, dan lainnya. Tetapi seringkali saat kita mendengar kata “budaya” maka yang terlintas di pikiran adalah simbol budaya dari suatu daerah atau negara. 

Misalnya saja seperti pakaian, bahasa, makanan, bentuk bangunan, adat istiadat, tari-tarian, musik, dan sebagainya. SIfatnya khas yang mempresentasikan keunikan dari suatu negara tersebut. 

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu antara satu daerah dengan daerah yang lain mempunyai budaya yang berbeda. 

Budaya yang ada pada suatu daerah juga dipengaruhi oleh masa lampau dan kini.Hasil budaya dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu kepercayaan, pengetahuan, dan estetika. 

Ketiga hal ini saling berpengaruh satu sama lain yang menghasilkan produk budaya seperti hukum, bahasa, adat istiadat, teknologi, pakaian, makanan, tempat tinggal, dan lainnya.

Budaya selalu berkembang dan berubah seiring berjalannya zaman. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Faktor pertama adanya manusia berhubungan satu dengan yang lainnya secara langsung maupun tidak langsung antar daerah atau wilayah. Saat ini, perkembangan teknologi dapat dengan mudah saling mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lain.
  • Manusia selalu berkembang sehingga menghasilkan terjadinya perubahan cara hidup, kebutuhan hidup, dan sebagainya sehingga memberikan pengaruh pada perubahan budaya.
  • Terjadinya perubahan lingkungan yang lumayan ekstrim.

Oleh karena itu, perubahan budaya akan selalu terjadi, dan wacana mengenai pelestarian budaya hanya akan berbentuk wacana yang simbolis saja karena manusia sudah pasti tidak bisa hidup dengan menggunakan cara hidup yang lama. 

Tetapi perlu kita perhatikan bahwa budaya lama tetap akan menjadi acuan untuk melahirkan budaya baru, sehingga dapat dikatakan bahwa budaya baru merupakan hasil modifikasi budaya lama.

Tidak selamanya perubahan budaya berarti buruk walaupun ada beberapa hal dari budaya lama yang punah atau hilang dan hal ini sangat disayangkan. Menjadi sebuah ironi bahwa di satu sisi hilangnya budaya lama sangat disayangkan.

5. Contoh Teks Eksplanasi tentang Pengangguran

Tingginya Angka Pengangguran

Pengangguran adalah suatu fenomena sosial yang berhubungan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Telah banyak usaha yang dijalankan untuk mengatasi masalah ini, tetapi belum juga dapat teratasi.

Pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi hampir di semua negara. Ada juga yang mengartikan bahwa pengangguran merupakan orang dewasa pada usia produktif yang tidak bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan atau yang tidak memiliki pekerjaan secara formal sehingga tidak mendapatkan penghasilan.

Salah satu faktor dasar yang menjadi penyebab adanya pengangguran yaitu terjadinya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Perubahan struktural dalam perekonomian juga menjadi sebab pengangguran.

Perubahan tersebut menyebabkan timbulnya kebutuhan akan tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang beragam sehingga pencari kerja tidak bisa mendapat pekerjaan karena tidak sesuai dengan tuntutan. Pengangguran juga disebabkan karena pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.

Pengangguran mengakibatkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Jika jumlah pengangguran banyak, maka akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat dan potensi kriminal semakin tinggi.

Oleh karena itu pengangguran merupakan masalah besar yang harus segera diatasi. Salah satu cara adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan pekerjaan.  Selain itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja juga dapat mengurangi pengangguran. 

Bisa juga dengan memberikan keterampilan yang mencukupi kepada mereka sehingga mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan berbagai cara lain dapat dilakukan agar masalah pengangguran teratasi.

6. Contoh Teks Eksplanasi tentang Lingkungan

Lingkungan 

Sampah adalah sebuah perwujudan benda yang tidak memiliki nilai pakai sama sekali, bersifat mengganggu dan merugikan. Umumnya sampah dapat berasal dari limbah hasil produksi, konsumsi, proses pemakaian dan lain sebagainya. 

Menurut klasifikasinya, sampah dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni sampah organik dan sampah non-organik.Sampah organik adalah jenis sampah yang mampu diuraikan oleh bakteri pembusuk maupun mikroba. 

Contoh sampah organik yang dapat ditemukan disekitar kita adalah, daun kering, bangkai binatang, buah-buahan, sisa-sisa makanan, sayur mayur dan masih banyak lagi. 

Karena dapat diuraikan oleh bakteri maka sampah organik dikategorikan kedalam sampah yang ramah lingkungan. Selain itu sampah organik juga dapat dimanfaatkan kembali dengan melalui proses proses tertentu seperti sampah daun kering dapat diolah dan dijadikan pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanah. 

Sedangkan sampah non-organik adalah jenis sampah yang tidak bisa diuraikan oleh mikroba dan bakteri pembusuk. Berlawanan dengan sampah organik, sampah jenis ini dikategorikan kedalam sampah yang tidak ramah lingkungan.

Meskipun terlihat kecil, namun pada dasarnya sampah merupakan persoalan besar yang tidak boleh untuk dianggap remeh. Jika sampah yang timbul lama kelamaan akan menumpuk dalam jumlah besar. 

Hal ini tentunya dapat mengganggu kesehatan, keindahan dan kenyamanan yang ada di lingkungan sekitar masyarakat. Dampak negatif yang timbul akibat sampah yang menumpuk dapat dipastikan yakni pencemaran udara, munculnya penyakit diare, demam berdarah, muntaber, hingga menyebabkan banjir. 

Sampah memang banyak menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan manusia. Dalam beberapa kasus di negara dan kota-kota tertentu permasalahan sampah merupakan sebuah masalah yang sulit untuk diselesaikan dan diatasi. 

Pasalnya tanggung jawab permasalahan sampah yang terjadi umumnya hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Padahal untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan adanya kesadaran diri yang dimiliki seluruh anggota masyarakat.

Yakni untuk senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban dalam hal membuang sampah. Pemerintah juga diharapkan bisa memberi penyuluhan kepada masyarakat pentingnya mengelola sampah dengan baik dan benar. 

7. Contoh Teks Ekplanasi tentang Gempa Bumi

Gempa Bumi

Minggu, 26 Desember 2004 sekitar pukul 07.58 WIB, terjadi gempa bumi laut yang menyebabkan tsunami di Aceh. Gempa bumi terjadi di kedalaman 30 km di dasar Samudera Hindia, lepas pantai Sumatera. Pada peristiwa tersebut, terjadi subduksi antara lempeng Hindia dan lempeng Burma.

Gempa bumi tersebut berkekuatan 9,1-9,3 SR dan mengguncang Pulau Sumatera, khususnya Aceh. Di bagian laut dalam, gempa menimbulkan air yang bergerak cepat. Akibatnya, ketika gelombang menuju bagian yang landai, yaitu pantai, gelombang menjadi semakin tinggi. Ketinggian gelombang tsunami Aceh mencapai 30 meter.

Gelombang tersebut tidak hanya bergulir sampai Aceh, tetapi ke pesisir pantai yang terhubung dengan Samudra Hindia. Negara lain yang terkena juga berdampak terkena hantaman gelombang, yaitu Sri Lanka, Kenya, Thailand, Maladewa, Myanmar, Malaysia, Seychelles, Bangladesh, Somalia, Tanzania, dan India. Namun gelombang paling kuat ada di Aceh. Tsunami tersebut menelan sekitar 230.000 korban jiwa.

8. Contoh Teks Ekplanasi tentang Gempa Bumi Lainnya

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah suatu guncangan yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Guncangan tersebut berasal dari dasar bumi. Ada beberapa daerah tertentu yang rentan mengalami bencana alam gempa bumi. Daerah tersebut merupakan daerah-daerah di sekitar gunung merapi aktif dan daerah di sekitar lautan luas.

Pergeseran atau gerakan lapisan dasar bumi dan letusan gunung merapi yang sangat kuat merupakan penyebab mengapa gempa bumi terjadi. Tidak hanya itu, gempa bumi juga berlangsung dalam waktu yang sangat singkat namun efeknya sangat besar terhadap lingkungan sekitar.

Getaran penyebab gempa bumi tersebut kemudian menyebar ke segala penjuru dan meruntuhkan banyak bangunan. Kejadian seperti ini juga banyak memakan korban jiwa. Gempa bumi dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu gempa bumi vulkanik dan tektonik. Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.

Itulah beberapa pembahasan tentang teks eksplanasi. Semoga pembahasan ini memberikan wawasan baru.

Artikel Terkait:

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama