10 Penggunaan Huruf Kapital Dalam Membuat Buku

Pernahkah kita berpikir tentang kesalahan penulisan huruf kapital pada sebuah kata atau kalimat ketika sedang dalam proses membuat buku?

Pernahkah kita berpikir tentang kesalahan penulisan huruf kapital pada sebuah kata atau kalimat ketika sedang dalam proses membuat buku?

Kesalahan dalam penulisan huruf pada dasarnya merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari oleh penulis. Dengan kata lain, penulis secara tidak sadar pernah membuat sebuah kesalahan dalam membuat buku. Mulai dari kesalahan yang paling kecil (huruf) hingga yang paling besar (paragraf atau substansi). Salah satu kesalahan yang terkadang sulit untuk disadari oleh penulis sendiri adalah kesalahan dalam menuliskan huruf kapital pada sebuah kata. Tidak sedikit orang yang merasa kesulitan dan kebingungan ketika akan menuliskan sebuah kata, apakah seharusnya menggunakan huruf besar ataupun kecil. Beberapa orang mungkin menyadari posisi yang sesuai untuk membuat huruf kapital pada sebuah kata, tetapi tidak sedikit orang yang merasa kebingungan. Meskipun mungkin bagi pembaca bukan menjadi sesuatu yang besar untuk diperdebatkan, penggunaan huruf kapital yang tepat pada sebuah kata memiliki nilai yang cukup penting karena bisa menyangkut harga diri individu, kelompok, bahkan negara.

Salah satu cara alternatif yang bisa digunakan penulis untuk menghindari kesalahan tersebut adalah dengan melakukan tahap penyuntingan. Dalam membuat buku, tahap penyuntingan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dilakukan sebelum buku yang ditulisnya terbit. Adapun caranya yaitu dengan membaca kembali tulisan yang sudah kita buat, dari awal hingga akhir. Berhubung aspek yang ingin kita lihat adalah penulisan huruf kapital, maka fokus kita harus ditujukan pada penulisan huruf kapital. Tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyuntingan dalam hal penggunaan huruf kapital tersebut. Sebelum melakukan penyuntingan, alangkah lebih baiknya terlebih dahulu kita mengetahui aturan main yang digunakan dalam penulisan huruf kapital. Dengan kata lain, kita harus mengetahui terlebih dahulu kapan kita harus menggunakan huruf kapital dalam membuat buku.

Lalu, bagaimana aturan main yang harus kita perhatikan dalam penulis huruf kapital ketika kita sedang berada dalam proses membuat buku?

Dalam membuat buku buku, setidaknya ada 10 aturan main yang harus kita perhatikan ketika akan menulis huruf kapital dalam sebuah kata. Dari beberapa aturan di bawah ini, sebagian penulis sudah memahami cara penulis huruf kapital. Di sisi lain, ada beberapa aspek yang terkadang dilupakan penulis dalam menulis huruf kapital. Meskipun biasa dilihat sebagai hal yang kecil, kesalahan dalam menggunakan huruf kapital akan berdampak pada kualitas tulisan yang kita buat, termasuk kemungkinan menyinggung aktor-aktor yang kita sebutkan dalam tulisan kita. Berikut 10 aturan main yang harus kita ketahui dalam menulis huruf kapital. Huruf kapital akan ditulis dalam bentuk bold dan underline untuk mempermudah penjelasan.

  1. Huruf pertama dalam petikan langsung.

Petikan langsung adalah salah satu cara penulisan yang didasarkan pada percakapan atau kalimat yang dilisankan oleh individu ataupun kelompok. Dengan kata lain, ketika kita sedang membuat buku, petikan langsung akan kita gunakan apabila kita ingin mengutip secara langsung sebuah percakapan yang diucapkan oleh seseorang. Berikut merupakan salah satu contohnya.

 

Maaf, saya terpaksa berdusta kepada seseorang yang berasal dari bagian keuangan,” kata dia kepada orang tuanya.

 

  1. Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan dan kitab suci.

Penggunaan huruf kapital juga harus kita gunakan ketika kita sedang menulis sebuah kata yang berhubungan dengan Tuhan atau kitab suci. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kita terhadap agama karena agama atau kepercayaan menjadi bagian terpenting dari hidup seseorang. Penggunaan huruf kapital juga diperlukan untuk menyebut sebuah agama tertentu. Berikut adalah salah satu contoh penggunaan huruf kapital dalam konteks ini.

 

Nabi Muhammad menjadi nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan pengaruh Islam melalui Al-Qur-an.

 

  1. Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Selain agama, penggunaan huruf kapital juga berlaku pada sebuah nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan. Hal tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menghormati orang yang bersangkutan. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa dilihat dari penggunaan huruf kapital dalam konteks tersebut.

Salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang berasal dari Yogyakarta adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

 

Adapun pembicara dalam pengajian mala mini adalah Kyai Haji Agus Salim.

 

  1. Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti oleh nama orang yang bersangkutan.

Penggunaan huruf kapital pada sebuah kata sebagai bentuk penghargaan kepada orang lain juga berlaku bagi jabatan yang dimiliki oleh seseorang. Selain diikuti oleh nama orang yang bersangkutan, huruf kapital pada jabatan yang melekat juga sering diikuti oleh pengganti nama tertentu seperti nama instansi atau nama tempat. Berikut adalah salah satu penggunaan huruf kapital pada konteks ini.

 

Upacara bendera yang diselenggarakan pada hari ini dibuka langsung oleh Direktur Bank Republik Indonesia.

 

Prosesi wisuda bulan ini akan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Pancasila.

 

  1. Huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Aturan ini menjadi salah satu aspek yang selalu dihafal oleh para penulis karena aturan ini cukup mudah untuk diingat dan diimplementasikan. Penggunaan huruf kapital pada konteks ini juga menjadi salah satu bentuk penghargaan kita terhadap nama orang yang kita tuliskan ketika kita sedang membuat buku. Berikut adalah contoh dari konteks ini.

 

Tim sepakbola yang berasal dari Kabupaten Sleman berhasil menang tipis 1-0 berkat gol cantik Anang Hadi.

 

  1. Huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Penggunaan huruf kapital untuk nama bangsa, suku, dan bahasa pada dasarnya juga dilakukan untuk memperjelas sebuah identitas kelompok. Selain untuk memberikan penghargaan, penggunaan huruf kapital pada konteks ini juga dilakukan untuk menegaskan sesuatu yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang atau masyarakat global.

 

Tidak sedikit orang Jawa yang bekerja dan menetap di Kalimantan.

 

Bahasa Tagalog adalah salah satu bahasa yang tidak digunakan dalam bahasa resmi PBB.

 

  1. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Penggunaan huruf kapital pada dasarnya juga diaplikasikan pada rentan waktu seperti bulan dan peristiwa sejarah. Hal tersebut harus ditulis kapital untuk menegaskan keterangan waktu yang digunakan oleh penulis ketika sedang membuat buku. Berikut adalah beberapa contoh kalimat yang termasuk dalam konteks ini.

 

Tahun Naga adalah salah satu tahun yang dipercaya oleh masyarakat Tiongkok sebagai tahun yang baik.

 

Kita akan selalu teringat perjuangan luar biasa mahasiswa Indonesia pada Tragedi Semanggi tahun 1998.

 

Bagi umat Islam, Idul Fitri menjadi momen yang cocok untuk pulang ke daerah asal.

 

  1. Huruf pertama nama geografi.

Pada aspek ini, kita harus menggunakan huruf kapital pada kata-kata yang merujuk pada sebuah nama tempat atau daerah secara geografis. Berikut adalah salah satu contoh dalam konteks ini.

 

Sejak tahun 2009, kakak saya telah tinggal di Banjarmasin.

 

  1. Huruf pertama semua unsur nama negara.

Penggunaan huruf kapital juga harus kita gunakan apabila kita merujuk pada sebuah nama negara sebagai bentuk penekanan. Berikut adalah salah satu contoh dalam konteks ini.

Pada tahun 2014, saya telah mengelilingi berbagai negara seperti Norwegia, Belanda, Inggris, Jerman, dan Turki.

 

  1. Huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan.

Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah penggunaan huruf kapital pada judul sebuah tulisan atau karangan. Ketika kita sedang membuat buku, tidak jarang kita menulis kembali beberapa judul buku atau karangan yang kita kutip sebagai referensi. Pada konteks ini, ada beberapa kata-kata yang tetap ditulis dalam menggunakan huruf kecil pada awalannya yaitu di, ke, dari, dan, yang, dan untuk apabila kata-kata tersebut tidak berada dalam posisi awal kalimat.

Salah satu judul buku yang menjadi favorit saya adalah Banyak Jalan Menuju ke Roma.

Dari Mata Turun ke Hati adalah salah satu novel yang laris di pasaran tahun 2014.

 

Apakah Anda sedang atau ingin menerbitkan buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang teknik menulis  anda dapat melihat Artikel-artikel berikut:

  1. Teknik Menulis Judul Buku Ilmu Komputer Supaya Diterima Penerbit Buku
  2. Teknik Menulis Judul Buku Menarik dan Diterima Penerbit Buku!
  3. Cara Membuat Buku: 4 Kriteria Judul Buku Yang Menarik!
  4. Teknik Menulis : Perihal Membuat Judul Menarik dalam Menulis Buku

Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

Referensi

Sugihastuti, 2007, Bahasa Laporan Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

[Bastian Widyatama]



This post has been seen 3433 times.
(Visited 1,010 times, 8 visits today)

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *