Jenis Plagiarisme dalam Teknik Menulis Karya Ilmiah

teknik menulis, penerbit buku

Dalam teknik menulis buku karya ilmiah, mengutip menjadi hal yang tidak dapat kita hindari. Apalagi jika akan diterbitkan penerbit buku.

Tidak sedikit akademisi yang melakukan teknik menulis dengan plagiarisme yang tentunya hal tersebut akan merusak citra akademik yang telah dibangun dalam waktu yang lama. Bukan hanya citra akademik, tetapi juga penerbit buku terkait. Pada dasarnya tindakan plagiarisme dapat dibagi menjadi dua, yaitu plagiarisme yang disengaja dan tidak disengaja.

Tindakan teknik menulis dengan plagiarisme yang disengaja (Intentional Plagiarism) ini dapat terjadi karena menyalin tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Sementara teknik menulis denganb plagiarisme yang tidak disengaja (Unintentional Plagiarism) dapat terjadi apabila kita mengutip artikel atau tulisan orang lain asal-asalan.

Selain itu, plagiarisme tidak sengaja dapat terjadi karena kelalaian. Meskipun demikian, hal tersebut tetap berakibat fatal. Misalnya, melakukan parafrase suatu kalimat dengan serampangan hanya dengan mengganti kata-kata tanpa mengubah struktur kalimat atau sebaliknya. Kelalaian lain yang juga dapat berakibat fatal adalah ketelitian dalam penulisan daftar pustaka.

Meskipun kita telah melakukan sitasi sesuai pedoman pada bagian isi tulisan, namun apabila sumber tersebut tidak dicantumkan dalam daftar pustaka dapat dikategorikan sebagai unintentional plagiarism.

Selain kedua plagiarisme tersebut, menggunakan karya ilmiah sendiri yang sudah pernah diterbitkan tanpa sitasi dapat dikategorikan sebagai tindakan teknik menulis dengan plagiarisme. Hal ini biasanya disebut dengan self-plagiarism atau auto-plagiarism.

M. Salman A.N dalam bahan Tayang Etika Penulisan Karya Ilmiah dan Plagiarisme memaparkan bahwa penggunaan kembali data atau hasil riset yang hampir sama dengan yang ada di makalah yang telah dipublikasikan tanpa menyebut (merefer) makalah tersebut (sengaja disembunyikan) dapat dianggap sebagai duplikasi makalah. Lebih lanjut, tindakan tersebut menjadi illegal apabila copyright  (hak cipta) publikasi sebelumnya telah ditranser ke pihak lain (misalnya penerbit jurnal).

Self-plagiarism berbeda dengan plagiarisme, sebagaimana yang diuraikan oleh The American Psycological Association (2010) yang menjelaskan bahwa : “Plagiarisme mengacu pada praktek mengklaim kata-kata, ide, dan konsep orang lain, self-plagiarisme mengacu pada praktek menyajikan kembali karyanya sendiri yang diterbitkan sebelumnya seolah-olah baru”.

Hal senada juga diuraikan oleh Roig (2006) yang menunjukkan, self-plagiarism terjadi “ketika penulis menggunakan kembali tulisan yang telah mereka kerjakan sebelumnya atau data dalam karya tulis ‘baru’ tanpa memberi tahu pembaca bahwa bahan tersebut telah disajikan di tempat lain”. Roig mengidentikasi self-plagiarism menjadi tiga jenis sebagai berikut:

  1. Mempublikasikan karya tulis yang sama yang telah diterbitkan di tempat lain tanpa memberitahu pembaca atau penerbit jurnal.
  2. Penerbitan sebuah studi yang signifikan sebagai studi yang lebih kecil untuk meningkatkan jumlah publikasi daripada penerbitan satu studi besar.
  3. Menggunakan kembali bagian dari suatu tulisan sebelumnya (baik teks yang diterbitkan atau tidak diterbitkan).

Mengingat sanksi yang akan dikenakan bagi plagiator baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen/ peneliti/ tenaga kependidikan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 tidak ringan, perlu dilakukan beberapa upaya yang dapat menghindari teknik menulis dengan plagiasi, di antaranya:

1. Memacu Budaya Menulis dan Kesadaran Literasi

Pembelajaran menulis sudah dimulai sejak masuk taman kanak-kanak, namun belum menjadi budaya. Kegiatan menulis seolah menjadi hal yang eksklusisif, yang hanya dilakukan oleh orang-orang teretnte, sehingga perlu mengenalkan budaya menulis sejak dini.

Selain itu, kebudayaan menulis juga harus diimbangi dengan kesadaran literasi yang baik. Dengan adanya budaya literasi yang baik diharapkan akan muncul kesadaran untuk menghargai karya orang lain dengan mencantumkan sumber tulisan sesuai pedoman yang ada.

2. Sosialisasi tentang Plagiarisme

Sosialisasi tentang apa dan bagaimana plagiarisme serta upaya pencegahannya secara berkesinambungan di seluruh khalayak masyarakat, terutama di sekolah dan perguruan tinggi. Pemerintah dapat bekerjasama dengan pihak sekolah dan universitas sebagai lingkungan yang mencetak para akademisi untuk  memahami etika dan pedoman penulisan yang baik bagi para siswa dan mahasiswa serta para tenaga pendidiknya.

3. Menciptakan Iklim Akademik yang Sehat

Sekolah dan perguruan tinggi harus dapat menciptakan iklim yang sehat agar mampu mencegah timbulnya teknik menulis dengan plagiarisme akademik melalui mekanisme chek & re-check terhadap suatu karya tulis.  Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti piranti lunak pemindai plagiasi.

4. Pemberian sanksi Tegas

Memberikan sanksi yang tegas serta memberi efek jera bagi plagiator. Pemberian sanksi harus dilakukan secara adil tanpa memihak.

Apabila hal tersebut di atas dapat diterapkan, maka akan muncul kesadaran akan pentingnya pertanggungjawaban dalam menulis sebuah karya akademik. Bukan hanya menulis asal-asalan sebagai syarat kelulusan atau akreditasi, melainkan sebagai sebuah karya akademik yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian artikel berjudul Jenis Plagiarisme dalam Teknik Menulis Karya Ilmiah. Selamat menulis, tetap Semangat! [Ulin Nafiah]

 

 

Referensi:

 

 

Anda TAK HARUS PUNYA NASKAH siap cetak untuk mendaftarkan diri Jadi Penulis di penerbit buku kami. Dengan mendaftarkan diri, Anda bisa konsultasi dengan Customer Care yang siap membantu Anda dalam menulis sampai menerbitkan buku. Maka, Anda tak perlu ragu untuk segera MENDAFTAR. Silakan isi form di laman ini. 🙂

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download

penerbit buku | teknik menulis



This post has been seen 3604 times.
(Visited 1,371 times, 5 visits today)

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *