Cek plagiarisme dibutuhkan untuk menghindari penulis dari dugaan plagiarisme atau mencuri karya orang lain. Betul, membuat karya orisinil memang tidak mudah, namun sebagai penulis profesional tentu kualitas tulisan tetaplah menjadi yang utama. Apalagi jika sampai karya kita terbukti plagiat, nama baik Anda yang jadi taruhannya.

Jangan salah, plagiarisme sendiri merupakan suatu tindakan kriminal yang ada hukumannya. Contohnya saja dalam kasus plagiat karya ilmiah. Sanksi Plagiat berdasarkan UU No. 20/2003 tentang lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan maka mereka akan mendapatkan sanksi pencabutan gelar (Pasal 25 ayat 2).

Kemudian mereka juga dapat dipidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak 200 juta rupiah (Pasal 70). Pidana penjara paling singkat satu bulan dan/atau denda paling sedikit 1 juta rupiah, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak 5 milyar rupiah. Mengingat bahaya plagiarisme yang tidak boleh disepelekan, maka kita harus waspada dan berhati-hati dengan cara cek plagiarisme.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang itu melakukan tindakan plagiarisme terutama untuk penulisan karya ilmiah, faktor-faktor tersebut antara lain:

#1. Kurangnya Pengetahuan Tentang Aturan Penulisan

Kurangnya pengetahuan mereka tentang tata cara penulisan karya ilimiah merupakan suatu penyebab terjadinya plagiarisme atau copy paste. Referensi yang hanya sebagai penguat gagasannya hendaknya dia mencantumkan sumber referensi tersebut sebagai penghargaan terhadap orisinalitas sebuah karya.

Alhasil kurangnya pengetahuan membuat dia mencari referensi dari karya orang lain, sayangnya bukan untuk dijadikan kutipan atau diolah menjadi kalimat lain, justru malah copy paste yang mudah dan cepat selesai.

#2. Sanksi Belum Ditegakkan Secara Tegas

Masih banyaknya kasus plagiarisme meski sudah ada banyak himbauan untuk cek plagiarisme disebabkan karena sanksi yang masih belum ditegakkan secara tegas. Dalam hal ini perlu diberlakukan sanksi yang tegas bagi para pelakucopy paste. hal ini amat diperlukan karena dalam hal proses pendidikan bagi civitas akademis sendiri agar menjauhkan mereka dari tindakan tersebut.

#3. Tidak Percaya Diri

Selain itu yang menjadi penyebab plagiarisme masih sering terjadi karena munculnya rasa tidak percaya diri yang mendasari seseorang untuk melakukancopy paste. Ketidaksiapan seseorang dalam membuat suatu tugaslah yang menyebabkan hal ini dapat terjadi. Oleh karena itu peran serta dari sang dosen untuk memotivasi para mahasiswanya.

#4. Rasa Malas

Sifat malas merupakan sifat manusiawi, tak terkecuali bagi bagi kita. Rasa  jenuh dan malas akan menghadapi Anda ketika banyak tugas yang belum selesai. Tugas dari berbagai mata kuliah tidak jarang mempunyai deadline yang hampir bersamaan. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa kurang optimal mengerjakan tugasnya. Maka dari itu banyak mahasiswa mengerjakan tugas dengan jalan pintas. Berdalihkan keterbatasan waktu, mahasiswa melakukancopy  pasteatau plagiarisme dari pekerjaan teman ataupun hasil browsing di internet.

#5. Penyalagunaan Teknologi

Kemajuan teknologi telah memperkenalkan internet kepada masyarakat. Di dalam internet inilah mahasiswa mendapatkan kemudahan untuk memperoleh referensi. Seorang mahasiswa yang hendak mencari referensi tinggal mengetik ”kata kunci” dan beberapa saat kemudian referensi – referensi yang di inginkan muncul dalam layar monitor. Kemudahan-kemudahan dalam mengakses internet inipun tidak jarang disalahgunakan oleh mahasiswa.

Tanpa berpikir panjang, mahasiswa melakukan copy  paste tanpa mencantumkan sumbercopy-an dari referensi tersebut. Bahkan tidak jarang mahasiswa mengumpilkan tugas dari hasil copy paste tanpa adanya pengeditan terlebih dahulu. Padahal dengan bantuan aplikasi cek plagiarisme kita bisa terus mengingat dan mengaplikasikannnya setelah selesai menulis. Aplikasi cek plagiarisme akan membantu kita untuk mengetahui tulisan mana saja yang ternyata plagiarisme.

cek plagiarisme mudah

Jika Anda sudah mengerti tentang bahaya plagiarisme. Maka saatnya kita belajar,

Cara cek plagiarisme yang benar dan efektif :

#1. Tentukan buku yang hendak Anda baca

Dari beberapa faktor yang menyebabkan plagiarisme, yang paling sering dijumpai adalah malas membaca. Sudah tahu bahwa ilmu dalam menulis buku tidak mudah, maka jika Anda tertarik seperti ini, Anda setidaknya harus bisa cek plagiarisme secara akurat. Supaya rasa malas berkurang sebaiknya sediakan beberapa kertas kecil (seukuran saku) dan satukan dengan penjepit.

#2. Setelah selesai membaca buku, anda fokus pada catatan anda

Cara cek plagiarisme selanjutnya yakni dengan fokus pada catatan kita. Maksudnya ketika selesai membaca buku, Anda bisa fokus pada catatan Anda. Catatan Anda akan semakin meyakinkan klien dan supaya kita tidak semua terpengaruh dengan basa basi dan omongan orang lain. Ketika menulis artikel, maka jika ingin menyitir dari buku yang telah Anda baca, fokuslah pada kertas catatan.

Tulis judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, jumlah halaman pada kertas kecil paling depan. Sembari membaca buku, salin ide utama yang anda dapatkan pada kertas-kertas kecil tersebut.

#3. Kenali topik yang dibahas

Kenali topik yang Anda bahas untik cek plagiarisme. Dengan memahami topiknya, Anda lebih sanggup menulis dalam kalimat Anda sendiri, bukan sekadar menyatakan ulang definisi yang dikemukakan orang lain. Carilah informasi tentang topik yang Anda ingin tulis. Anda bisa mendapatkannya lewat internet atau buku-buku, tetapi buku hampir selalu lebih berwibawa dibandingkan internet.

Triknya adalah menggunakan beberapa sumber informasi. Kalau mengandalkan satu sumber saja–buku tentang perbudakan, misalnya–Anda bisa-bisa tidak sengaja menyalin atau melakukan plagiarisme.

#4. Rapalkan topik itu beberapa kali

Kuncinya adalah memahami materi dan sanggup menyatakan maknanya dalam kalimat Anda sendiri. Hindari terlalu banyak membaca materi penulis lain karena Anda cenderung menyatakan ulang kalimat sang penulis.

cara cek plagiarisme online

Sumber asli: “Budak-budak bekerja 12 jam sehari, sejak matahari terbit hingga terbenam, berusaha bertahan hidup dengan 1.200 kalori dari pati serta darah, keringat, dan air mata mereka.”

Tulisan ulang: “Bertahan hidup dengan sekitar separuh dari apa yang hari ini kita anggap asupan kalori minimal, budak-budak pada abad ke-19 bekerja sepanjang jam-jam yang sangat menyiksa tubuh mereka. (Jefferson, 88)”

#5. Sebutkan kutipan dan sumber Anda

Untuk cek plagiarisme, Anda harus mencantumkan daftar pustaka atau literatur yang dikutip dalam karya tulis Anda. Kalau menggunakan kutipan langsung dari karya penulis lain, Anda harus mengutipnya dengan benar. Banyak dosen yang menerima format MLA (Modern Language Association), kecuali standar format lain disyaratkan.

Anda bisa menghindari plagiarisme yang tidak disengaja dengan langsung menyertakan tanda petik (saat menggunakan kutipan) dan menyebutkan sumber saat mengutip atau menyertakannya dalah paragraf.

Tulisan ulang: “Pada abad ke-19, budak-budak bekerja selama matahari bersinar, sembari menderita kurang gizi. (Jefferson, 88)”

#6. Menyampaikan pesan dengan bahasa Anda sendiri

Satu trik untuk menyampaikan pesan dalam kalimat Anda sendiri: Gunakan layanan Google Terjemahan untuk menerjemahkan sebuah artikel ke dalam bahasa lain. Misalnya, dari bahasa Indonesia ke bahasa Jerman. Kemudian terjemahkan ulang teks hasil terjemahan itu, kali ini ke dalam bahasa lain lagi. Misalnya, dari bahasa Jerman ke bahasa Portugis.

Kemudian terjemahkan ulang teks hasil terjemahan itu ke dalam bahasa Indonesia. Anda akan jumpai teks dalam bahasa Indonesia carut-marut, yang sangat sulit dipahami. Gunakan pengetahuan Anda seputar topik itu, yang telah Anda peroleh sebelumnya dengan membaca dan meneliti. Kini Anda bisa memperbaiki teks dalam bahasa Indonesia yang berantakan itu dan memiliki artikel yang mengandung suara Anda.

#7. Gunakan Aplikasi Cek Plagiarisme

Di internet ada layanan atau aplikasi yang bisa memindai karya tulis untuk mendeteksi konten plagiarisme. Kalau cemas, Anda bisa mempertimbangkan layanan atau aplikasi tersebut. Ada banyak aplikasi cek plagiarisme yang tersebar di internet. Kuncinya satu, ketika Anda yakin dengan karya Anda, Anda pasti akan mempertaruhkan hasil karya Anda dengan plagiarisme.


 

Kontributor: Novia Intan

Ayo baca juga artikel: