Supaya kuliah lebih berwarna dan kaya pengalaman, bisa mencoba mempelajari cara menjadi asisten dosen. Kemudian berusaha menjadi salah satu asisten dosen di kampus tercinta. 

Asisten dosen yang kemudian akrab disapa asdos adalah salah satu profesi yang bisa ditekuni mahasiswa yang masih aktif kuliah. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi asdos dan seringnya berasal dari mahasiswa berprestasi. 

Lalu, bagaimana agar bisa menjadi asdos? Apakah memang harus berprestasi menjadi syarat mutlak? 

Pengertian dan Tugas Asisten Dosen 

Asisten dosen pada dasarnya adalah mahasiswa yang direkrut dan ditugaskan untuk membantu seorang dosen dalam melaksanakan tugas-tugasnya terkait kegiatan perkuliahan. Umumnya asdos mudah dikenal karena sering menggantikan dosen di kelas. 

Asdos kemudian sering mengajar di kelas dan mengajar temannya sendiri maupun adik kelas. Sehingga sosoknya sangat terkenal karena dianggap bisa menggantikan posisi dosen yang secara keilmuan dan pengalaman lebih matang. 

Hal ini menunjukan asdos punya nilai tambah untuk mengisi posisi tersebut. Selain bertugas untuk mengajar menggantikan dosen sementara waktu. Asdos juga memiliki tugas lain, biasanya disesuaikan kebijakan kampus maupun ketentuan dari dosen yang bersangkutan. 

Tugas asisten dosen lebih ke pekerjaan yang bersifat administratif dan teknis. Tugas teknis ini seperti mengajar mahasiswa secara langsung yang bisa jadi adalah temannya sendiri. Sedangkan tugas administratif ini adalah tugas berkaitan dengan dokumen dan kearsipan. 

Misalnya tugas untuk membuat daftar absensi mahasiswa, menyusun tugas harian, menyusun soal-soal ujian, mengoreksi hasil ujian mahasiswa, input nilai mahasiswa ke sistem kampus, mengarsip seluruh dokumen yang dimiliki dosen, dan lain sebagainya. 

10 Cara Menjadi Asisten Dosen yang Wajib Diketahui

Tugas seorang asisten dosen sesuai pemaparan di atas tentunya terbilang kompleks. Padahal asisten dosen juga harus disibukkan dengan kuliahnya sendiri. Sehingga banyak yang merasa tata cara menjadi asisten dosen tidak perlu dipelajari. 

Sebab dianggap bisa menyulitkan kegiatan perkuliahan dan mengancam nilai-nilai mereka. Namun, sebelum berpikir demikian ketahui dulu alasan-alasan menguntungkan yang membuat asisten dosen tepat untuk ditekuni selama kuliah. Misalnya: 

1. Mendapat Penghasilan 

Meskipun tugas menjadi asisten dosen cukup beragam, namun apa yang kamu lakukan bukan untuk beramal. Melainkan oleh kampus akan diberi gaji, sesuai dengan kebijakan kampus tersebut. Rata-rata satu kali mengajar, asdos bisa mendapat gaji Rp 100 ribuan. Lumayan, bukan? 

2. Mendapat Pengalaman 

Menjadi asisten dosen juga menjadi bentuk pengalaman. Bahkan bisa dibilang pengalaman berharga yang cocok dicantumkan ke CV. Informasi ini akan menggaet perhatian HRD. 

Sebab menjadi asdos menunjukan kamu mahasiswa pintar dan teladan selama kuliah. Perusahaan manapun tentu akan bersedia menyambut calon karyawan yang dikenal baik dan punya prestasi akademik bagus. Sehingga kamu bisa segera mendapat pekerjaan pertama setelah lulus kuliah. 

3. Relasi Lebih Luas 

Belajar cara menjadi asisten dosen membantu kamu sukses menekuninya. Salah satu keuntungan tambahan yang bisa didapatkan adalah memiliki relasi yang luas. Mulai dikenal oleh dosen, adik kelas, teman satu angkatan, dan seluruh warga kampus. 

Jika relasi semakin luas maka kamu punya banyak teman. Semakin banyak teman semakin mudah update informasi apapun. Tentunya di masa mendatang bisa terus update informasi yang bermanfaat untuk karir, jodoh, dan perkara krusial lain dalam hidup kamu. 

4. Paham Materi di Luar Kepala 

Menjadi asisten dosen membantu kamu untuk mengingat dan memahami materi perkuliahan secara mendalam. Tidak perlu repot-repot mengulang, karena sebelum mengajar dijamin kamu mempelajarinya dengan serius dan mendalaminya. 

Sehingga materi tersebut bisa kamu kuasai dengan baik dan di kemudian hari dijamin memberi manfaat dalam kehidupan yang kamu jalani. Oleh sebab itu, jika ingin menguasai materi perkuliahan tanpa perlu mengulang. Silahkan menjadi asisten dosen saat kuliah. 

Cara Menjadi Asisten Dosen 

Setelah memahami apa itu asisten dosen dan tugas-tugasnya, sekaligus berbagai alasan kenapa profesi asisten dosen menarik untuk ditekuni. Mungkin akan muncul keinginan yang kuat menjadi salah satunya, dan bisa dicoba saat masih aktif kuliah. 

Menjadi asisten dosen identik dengan prestasi akademik yang bagus, namun tidak semua asdos bermodalkan IPK. Ada juga yang bermodalkan keberanian dan keinginan untuk terus belajar. Sehingga diterima dosen menjadi asistennya. 

Selain itu, prosedurnya juga seperti melamar pekerjaan. Pertama, kampus akan membuka informasi mengenai lowongan asdos. Kedua, jika cocok dengan dosen yang bersangkutan, silahkan lengkapi lamaran dan diserahkan ke pihak panitia. 

Ketiga, akan dilakukan proses rekrutmen asisten dosen. Biasanya ada tahap pengecekan administrasi berkas, kemudian tes tertulis, dan terakhir adalah wawancara. Melamar sebagai asdos membantu mahasiswa untuk memahami alur rekrutmen karyawan di dunia kerja. 

Jika lulus, maka sudah bisa mendampingi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma dan memperoleh berbagai manfaat selama menjalaninya. Meskipun menjadi asisten dosen tidak harus pintar. Namun jika kampus membuka rekrutmen, maka IPK menjadi syarat mutlak. 

Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menjadi kandidat yang kuat saat rekrutmen asdos dibuka. Berikut adalah daftar cara menjadi asisten dosen yang bisa dipersiapkan sejak jauh-jauh hari: 

1. Menentukan Subjek Mata Kuliah 

Hal  pertama atau katakanlah cara menjadi asisten dosen yang pertama adalah menentukan subjek mata kuliah. Maksudnya adalah, perlu memilih satu mata kuliah diantara sekian mata kuliah yang sudah diterima. Kenapa? 

Sebab saat menjadi asdos maka akan fokus mendampingi dosen di satu mata kuliah tertentu. Fokus sejak awal di satu mata kuliah membantu menguasainya dengan baik sehingga nilai ujian memuaskan. 

Sekaligus bisa menyampaikan materi di mata kuliah tersebut kepada adik kelas dengan baik. Penguasaan materi tentu penting agar lebih percaya diri saat mengajar sesama mahasiswa di dalam kelas. 

2. Menjadi Mahasiswa yang Rajin  dan Aktif 

Jika ingin menjadi asisten dosen atau asdos, usahakan membangun citra yang baik selama menjadi mahasiswa. Khususnya ketika berada di kelas. Tunjukan kalau kamu termasuk mahasiswa yang rajin sehingga tidak pernah absen atau membolos. 

Kemudian, tak hanya rajin masuk kelas kamu juga perlu aktif selama ada di dalam kelas. Tunjukan eksistensi kamu di depan dosen dengan aktif bertanya, aktif menjawab pertanyaan dosen, dan lain sebagainya. 

Semakin kamu aktif maka semakin mudah dosen mengingat kamu, tentunya dalam sisi yang positif. Suatu hari saat melamar sebagai asisten dosen tersebut maka ada peluang besar untuk diterima. 

Mana mungkin dosen menolak punya asisten yang rajin? Apalagi jika kamu termasuk pintar dengan nilai ujian yang memuaskan. Dijamin akan lebih mudah menjadi asisten dosen. Sehingga cara menjadi asisten dosen satu ini wajib diterapkan. 

Baca Juga:

Apa itu PhD? Ini Perbedaaan PhD dan Doktor

Apa Itu Asesor? Ini Syarat dan Cara Menjadi Asesor

Skema Perhitungan Angka Kredit Dosen Terbaru

3. Membangun Relasi dengan Salah Satu Dosen 

Sama seperti mata kuliah, persiapan menjadi asisten dosen juga perlu memilih satu dosen diantara dosen lainnya. Selama kuliah dijamin kamu akan bertemu dan diajar oleh belasan bahkan puluhan dosen. 

Banyak sekali dosen di satu kampus dan satu dosen kadang mengajar lebih dari satu mata kuliah. Semua berpotensi membutuhkan asisten dosen di kemudian hari, khususnya dosen senior. 

Jadi, tentukan dosen mana yang di masa mendatang kamu ingin menjadi asistennya. Pilih dosen yang mata kuliahnya kamu sukai, cara mengajarnya cocok dengan karakter kamu dalam belajar, dan dosen yang enak diajak komunikasi secara profesional. 

Silahkan membangun relasi dengan dosen tersebut, sehingga eksistensi lebih  terlihat jelas di mata dosen. Suatu hari jika dosen tersebut butuh asisten dosen dan membuka rekrutmen, lalu kamu melamar. Maka dosen langsung ingat dan tahu siapa kamu. Besar kemungkinan kamu akan diterima. 

4. Berusaha Memiliki Nilai yang Bagus 

Jika menelisik berbagai sumber yang memaparkan tata cara menjadi asisten dosen. Memang selalu dijelaskan untuk menjadi mahasiswa pintar. Namun, asisten dosen dengan IPK kurang maksimal juga ada di dunia ini. 

Biasanya asisten dosen tersebut mampu membuktikan keinginannya untuk belajar, berkembang menjadi lebih baik, dan mampu meyakinkan hal tersebut pada dosen yang bersangkutan. 

Hanya saja, harus diakui jika sudah punya modal IPK yang memuaskan maka kesempatan menjadi asisten dosen terbuka lebih lebar. Oleh sebab itu, selama kuliah harus belajar sungguh-sungguh agar bisa memiliki nilai yang bagus. 

5. Memiliki Prestasi 

Memiliki prestasi atau mungkin sebuah karya yang menarik dan menunjukan kreativitas serta daya inovasi yang kamu miliki. Ternyata menjadi salah satu pembuka pintu untuk lulus rekrutmen asisten dosen. Kenapa? 

Sebab, sebagian dosen memilih asisten dari kalangan mahasiswa yang menunjukan kemampuannya. Kelebihannya. Sehingga kamu yang bisa menunjukkannya lewat prestasi, baik akademik maupun non akademik. 

Atau mungkin lewat karya, bagi mahasiswa di jurusan tertentu. Maka ada peluang menjadi asisten dosen. Oleh sebab itu, selama kuliah bisa mencoba terus mengembangkan diri dan aktif mengikuti berbagai hal positif. Sehingga bisa menghasilkan prestasi dan karya membanggakan sebagai modal menjadi asdos. 

6. Mengasah Kemampuan Public Speaking 

Asisten dosen sesuai penjelasan sebelumnya memang tidak hanya bertugas menggantikan dosen mengajar mahasiswa di kelas. Namun juga ada tugas lain diluar kegiatan mengajar. 

Namun, tugas yang butuh usaha keras harus diakui adalah mengajar. Sebab tidak cukup hanya menguasai materi. Persiapannya kompleks. Selain materi sudah paham, juga perlu kepercayaan diri, punya kompetensi pedagogik, dan lain sebagainya. 

Kunci utama agar bisa lebih mudah dalam mengajar adalah punya keterampilan public speaking yang baik. Sehingga salah satu cara menjadi asisten dosen adalah dengan mengasah keterampilan ini. Bagaimana caranya? 

Caranya banyak sekali. Bisa dimulai dengan perbanyak membaca, sebab semakin banyak tahu semakin mudah bercerita banyak hal selama di kelas. Membaca juga memperbanyak kosakata, sehingga tidak ada istilah kehabisan kata. 

Kemudian, terus berlatih. Kemampuan berbicara di depan umum tidak muncul secara alami seperti matahari terbit dari timur dan terbenam ke barat. Harus diasah secara konsisten agar bisa mumpuni. 

7. Belajar untuk Mengajar 

Supaya lebih siap lagi mengikuti proses rekrutmen asisten dosen dan menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Maka bisa belajar untuk mengajar. Sebab tugas utama asisten dosen adalah mengajar di kelas menggantikan dosen. 

Belajar mengajar penting agar punya pengalaman sehingga lebih percaya diri saat tampil sebagai asisten dosen di depan kelas. Mulai dulu dengan mengajari les privat anak sekolah. 

Bisa juga mendaftar sebagai pengajar bimbel, guru mengaji, dan lain-lain. Semua kegiatan mengajar bisa menjadi media pembelajaran. Sehingga punya kesiapan untuk mengajar selama menjadi asisten dosen. 

Baca Juga:

Apa Itu Asesor? Ini Syarat dan Cara Menjadi Asesor

Prosedur Menjadi Dosen Tetap Yayasan

10 Kegiatan Saat Puasa di Rumah Bagi Dosen

8. Menjadi Mahasiswa yang Baik di Kampus 

Asisten dosen berasal dari kalangan mahasiswa teladan, hal ini perlu diakui benar adanya. Selain diisi oleh mahasiswa berprestasi, biasanya juga diisi oleh mahasiswa yang dikenal rajin, tekun, taat aturan kampus, dan sejenisnya. 

Sebagai mahasiswa, tentu ada kebutuhan untuk menyadari pentingnya mematuhi aturan yang ada selama aturan tersebut baik. Jadi, selama di kampus kamu bisa menjadi mahasiswa teladan yang mematuhi aturan yang berlaku. 

Tidak pernah terlibat permasalahan apapun, baik secara hukum maupun masalah sosial dengan orang sekitar. Hal ini penting, karena dengan reputasi yang baik maka jalan menjadi asisten dosen akan terasa lebih lancar bebas hambatan. 

9. Selalu Percaya Diri 

Belajar tata cara menjadi asisten dosen sejak dini sangatlah penting, dan satu poin yang masuk ke dalamnya adalah membangun rasa percaya diri. Artinya, kamu harus menjadi mahasiswa yang punya rasa percaya diri tinggi. 

Bisa ditunjukan dengan keaktifan kamu bertanya maupun menjawab pertanyaan di kelas. Kemudian keaktifan kamu di organisasi kemahasiswaan, dan keaktifan dalam bentuk lain di lingkungan kampus. 

Semakin kamu aktif maka pada dasarnya menunjukan kalau kamu punya rasa percaya diri yang baik. Calon asisten dosen membutuhkannya, karena nantinya akan mengajar adik kelas sehingga rentan diremehkan. 

Selain itu, mengajar di kelas butuh rasa percaya diri yang tinggi agar penyampaian materi bisa jelas dengan suara lantang dan intonasinya tepat. Jadi, silahkan belajar memperkuat rasa percaya diri agar menjadi kandidat unggul asisten dosen. 

10. Selalu Up To Date 

Jika membahas mengenai cara menjadi asisten dosen, seringnya kebutuhan untuk selalu up to date sering terlewatkan. Padahal poin ini sangat penting bahkan bisa membantu menjadi asisten dosen yang sukses. 

Khususnya sukses dalam mengajar, karena tugas yang penuh dengan tantangan bagi asdos adalah mengajar. Pastikan kamu menjadi pribadi yang up to date, tdak hanya berkutat dengan buku saja. 

Melainkan juga aktif berselancar di dunia maya, akrab dengan media sosial dan menggunakannya secara positif, rajin bersosialisasi sehingga supel dengan siapa saja, dan lain sebagainya. Sehingga bisa terus update informasi. 

Apa fungsinya? Fungsinya membantu kamu untuk melewati tahap wawancara saat rekrutmen dosen. Selain itu, pemahaman mengenai apa saja yang terjadi di sekitar dan di dunia bisa menjadi bahan obrolan di kelas. 

Saat mengajar, kamu tentu tidka ingin kaku hanya menjelaskan materi perkuliahan. Sisipi setiap momen mengajar dengan mendiskusikan hal-hal terkini, hal ini akan membantu membangun kedekatan dengan adik kelas yang diajar. Sekaligus membantu mendapatkan respek mereka. 

Menjadi asisten dosen bisa dianggap sebagai bentuk “pemanasan” untuk kamu yang punya cita-cita menjadi guru maupun dosen. Sebab selama menjadi asdos dijamin akan aktif mengajar sehingga punya kesiapan menjadi pendidik di masa mendatang. 

Tak hanya sampai disitu saja, pengalaman sebagai asdos juga membantu membangun citra positif. Hal ini bisa dimasukan ke dalam CV sehingga  HRD sebuah perusahaan tahu kalau kamu mahasiswa yang pintar dan rajin. 

Tidak rugi rasanya sudah meluangkan banyak waktu selama kuliah untuk mempersiapkan diri menjadi asdos. Sehingga perlu dicoba. Beberapa cara menjadi asisten dosen di atas menjadi prioritas tentu membantu mewujudkan keinginan tersebut.

Artikel Terkait:

Syarat dan Prosedur Pengajuan NIDN Dosen Perguruan Tinggi

Syarat Menjadi Dosen yang Harus Dipenuhi

Syarat-Syarat Sertifikasi Dosen yang Wajib Diketahui

Mengenal Lebih dalam Seputar Dosen Luar Biasa

Prosedur Menjadi Dosen Tetap Yayasan