Penerbit deepublish kembali menghadirkan webinar untuk mendukung pengembangan karir dosen di dunia akademik. Kali ini, webinar yang diselenggarakan bertajuk Standar Buku Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Karir Dosen. 

Seperti yang diketahui, dosen dalam Tri Dharma memiliki sejumlah tugas pokok. Tidak hanya sekedar mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Dosen juga berkewajiban untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan temuan-temuannya. 

Salah satu proses penyebarluasan pengetahuan dan temuan tersebut adalah dengan menulis dan menerbitkan buku ilmiah. Supaya buku ilmiah ini mampu mendukung karir dosen, sudah tentu perlu ditulis dan dipublikasikan sesuai dengan standar. 

Webinar Standar Buku Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Karir Dosen 

Webinar Standar Buku Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Karir Dosen

Webinar bertajuk Standar Buku Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Karir Dosen diselenggarakan pada Jumat, 22 April 2022 mulai pukul 14.00 WIB. Penyelenggaraan webinar sendiri dilakukan daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti ratusan peserta. 

Melalui webinar ini akan dibahas mengenai standar penerbitan buku yang dilakukan kalangan dosen agar sesuai dengan standar dari Dikti Ristek. Selain itu juga bertujuan untuk mendorong para dosen agar lebih produktif menulis dan menerbitkan buku. 

Sebab kegiatan tersebut membantu pengembangan karir akademik dosen agar bisa memangku jabatan fungsional sampai ke jenjang tertinggi. Yakni Guru Besar atau Profesor. 

Adapun pemateri atau narasumbernya adalah Prof. Dr. Muhammad Tajuddin, M.Si. yang merupakan Tim Penilai Kenaikan Jabfung LLDIKTI Wilayah VIII, Reviewer Dewan Pendidikan Tinggi LLDIKTI Wilayah VIII, dan juga Seorang Dosen DPK Universitas Bumi Cora Mataram. 

Di awal webinar, Dr. Muhammad Tajuddin menjelaskan sistematika penyampaian materi webinar yang terbagi menjadi beberapa bagian. 

Dimulai dari alasan kenapa dosen perlu melakukan publikasi dalam bentuk buku, pengembangan karir dosen, kode etik sebagai penulis buku, sistematika penulisan buku referensi dan monograf sesuai PO PAK Dikti, contoh buku referensi, dan bagaimana buku referensi dan monograf dinilai oleh tim penilai angka kredit dosen. 

Baca Juga:

12 Tipe Mengajar Dosen Masa Kini di Kampus, Valid kan?

Seberapa Penting Dosen Menulis Buku? Temukan Jawabannya Disini

10 Alasan Perlunya Dosen Menjalin Hubungan Baik dengan Mahasiswa

Mengapa Dosen Perlu Publikasi dalam Bentuk Buku? 

mengapa dosen perlu publikasi dalam bentuk buku?

Dr. Muhammad Tajuddin menjelaskan seorang dosen mau tidak mau harus menulis dan melakukan publikasi. Sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di tanah air dan juga di dunia. 

Proses menulis dan menerbitkan buku, juga menjadi bukti peran serta dosen dalam mengabdi kepada masyarakat. Sehingga bisa ikut membantu menyelesaikan masalah di tengah masyarakat sekaligus mengembangkan teknologi maupun sarana dan prasarana yang nantinya dimanfaatkan masyarakat luas. Alasan mempublikasikan buku bagi dosen antara lain: 

  1. Menulis adalah bagian dari kehidupan dosen sebagai kalangan akademik. Mengasah keterampilan menulis yang ikut mengasah keterampilan membaca dan mengakses literasi digital. 
  2. Bisa berkontribusi dalam kehidupan, baik dalam kehidupan profesi maupun berbangsa dan bernegara. 
  3. Lewat menulis dosen bisa mempelajari dan menemukan ilmu pengetahuan paling mutakhir. Sebab dalam menulis dosen perlu banyak membaca referensi dan sekaligus bisa mengakses ilmu pengetahuan terkini. 
  4. Lebih dikenal luas oleh masyarakat. 

Hubungan Menulis dan Pengembangan Karir Dosen

Dr. Muhammad Tajuddin juga menjelaskan, jika dosen tidak menulis dan mempublikasikan buku. Maka seorang dosen menjadi tidak produktif dan tidak bisa memenuhi BKD yang dilaporkan berkala per semester. 

Dampak kedua, dosen tidak akan qualified atau tidak diakui oleh masyarakat sebagai kalangan akademisi yang berkontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Dampak ketiga, dosen sudah melanggar ketentuan di dalam UU Nomor 12 tahun 2012 sebab lewat UU ini dijelaskan dosen wajib meneliti dan menulis. Dampak lainnya adalah karir dosen terhambat karena susah naik jabfung, susah naik pangkat, dan susah mengembangkan kompetensi. 

Aturan terbaru menjelaskan untuk penerbitan buku baik referensi, buku ajar, maupun monograf minimal terbit 1 buku per tahun. Sehingga bisa membantu meningkatkan jenjang karir dosen. Jika dalam setahun bisa menulis lebih banyak maka judul lain bisa dicantumkan ke laporan BKD. 

Kode Etik sebagai Penulis Buku 

Selanjutnya, Dr. Muhammad Tajuddin juga menjelaskan bahwa dosen dalam menulis perlu memahami kode etik. Terdapat etika-etika yang harus dilakukan dosen, sehingga tidak biasa sembarangan dalam menulis. Kode etik ini adalah: 

  1. Bekerja dengan jujur, baik jujur terhadap diri sendiri maupun terhadap data orang lain. Sehingga jika ada rujukan maka perlu mencantumkan sumbernya. 
  2. Menulis dengan cermat, tepat, dan teliti. Jangan sampai salah dalam menulis, termasuk kesalahan ketik (typo) karena bisa menyebabkan miskomunikasi ke pembaca. 
  3. Menjaga orisinalitas dari karya ilmiah yang disusun. Dianjurkan agar dosen memiliki novelty atau kebaruan pada karya ilmiah yang disusun. 
  4. Menjaga kebenaran dan makna informasi, agar informasi di dalam karya ilmiah dosen tidak menyesatkan pembaca.  
  5. Bertanggung jawab terhadap tulisan, yakni sesuai dengan data dan fakta yang ada. 
  6. Hasil tulisan bermanfaat, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat kecil, masyarakat luas, dan bangsa dan negara. 

Sistematika Penulisan Buku Sesuai Referensi dan Monograf  

Dr. Muhammad Tajuddin kemudian menjelaskan mengenai sistematika penulisan buku sesuai dengan standar Dikti. Didasarkan pada PO PAK Tahun 2019. Diantaranya adalah: 

  1. Buku referensi disusun sesuai dengan bidang keilmuan atau sesuai kompetensi dosen, sehingga jangan sampai keluar dari kompetensi dosen yang bersangkutan. 
  2. Sistematika sesuai standar Dikti, yaitu: 
  • Judul buku referensi. 
  • Pendahuluan. 
  • Rumusan masalah yang memiliki novelty atau kebaruan. 
  • Tujuan penelitian. 
  • Metodologi atau pemecahan masalah. 
  • Teori mutakhir. 
  • Pembahasan. 
  • Simpulan. 
  • Daftar pustaka. 
  1. Buku monograf membahas mengenai satu topik di bidang keilmuan yang ditekuni dosen yang bersangkutan. Sedangkan untuk sistematika sama dengan buku referensi yang sudah dipaparkan sebelumnya. 

Baca Juga:

5 Tipikal Dosen saat Menguji Sidang Skripsi, Relate Banget?

Berikut ini Tips Menulis Buku Referensi dengan Tim Dosen

Berikut Langkah Mengetahui Penerbit Buku Dosen yang Berkualitas

Penilaian Buku Referensi dan Monograf 

Oleh Dr. Muhammad Tajuddin juga dipaparkan mengenai ketentuan buku referensi maupun monograf yang bisa diajukan untuk kenaikan jabatan fungsional. Yakni memenuhi ketentuan sebagai berikut: 

  1. Isi buku sesuai kompetensi atau bidang keilmuan yang ditekuni dosen. 
  2. Merupakan hasil penelitian atau pemikiran yang original. 
  3. Memiliki ISBN. 
  4. Ketebalan buku paling sedikit adalah 60 halaman. 
  5. Menggunakan ukuran standar untuk proses cetak yakni UNESCO 15 x 23 cm. 
  6. Diterbitkan oleh penerbit badan ilmiah, organisasi, maupun penerbit perguruan tinggi (penerbit kampus). 
  7. Isi tidak menyimpang dari isi Pancasila maupun Undang-Undang. 

Disajikan pula beberapa contoh buku monograf maupun referensi oleh Dr. Muhammad Tajuddin. Sehingga bisa membantu para dosen yang menjadi peserta webinar untuk mengetahui detail standar penulisan buku seperti apa oleh Dikti. 

Penulisan buku sesuai standar Dikti sangat penting agar bisa membantu dosen untuk naik jabatan fungsional. Sehingga perlu memahami standar tersebut. Selain itu, penting juga bagi dosen untuk menulis isi buku yang berkualitas dan tentunya bermanfaat. 

Webinar kemudian berlanjut ke sesi tanya jawab dimana para peserta aktif mengajukan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk kemudian diberikan jawaban lengkap oleh Dr. Muhammad Tajuddin selaku narasumber. 

Lewat webinar ini diharapkan para dosen semakin paham bagaimana menulis buku ilmiah yang baik dan benar. Sehingga bisa membantu menunjang kenaikan karir akademik dosen sekaligus bermanfaat secara optimal di masyarakat, bangsa, maupun negara. 

Artikel Terkait:

Pedoman Penulisan Modul Bagi Para Dosen

Pedoman Penulisan Buku Referensi Bagi Para Dosen

Pedoman Penulisan Buku Monograf Bagi Para Dosen

Pedoman Penulisan Buku Ajar bagi Dosen

Keuntungan Menerbitkan Buku Ajar dan Buku Referensi