3 Jenis Teknik Menulis Catatan Kaki dalam Karya Tulis Anda

teknik menulis penerbit buku

Pentingnya Mengetahui Teknik Menulis Catatan Kaki bagi Anda yang Sedang Menyusun Karya Ilmiah.

Teknik Menulis Catatan Kaki | Dalam sebuah tulisan tidak jarang kita menemukan catatan di akhir halaman yang disebut catatan kaki atau footnote. Catatan tersebut biasanya terkait dengan penjelasan dari paragraph terkait yang berisi informasi sumber referensi yang digunakan atau catatan penjelas yang menerangkan suatu istilah atau bisa juga gabungan dari keduanya. Menurut Keraf (1971:190), catatan kaki adalah berbagai keterangan tambahan dari bagian-bagian naskah tulisan ilmiah yang diletakkan di kaki halaman (di bawah), dan jika keterangan tersebut ditulis di akhir tulisan atau bab. Keterangan yang termuat dapat berupa sumber pustaka yang dikutip atau penjelasan atas istilah yang dikemukakan tepat di halaman itu. Jika dalam satu naskah terdapat beberapa catatan kaki maka kutipan atau keterangan yang diberi penjelasan diberi nomor-nomor secara berurutan (http://skpm.fema.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/pedoman-menulis-laporan-studi-pustaka-111111.pdf).

Di mana keterangan tambahan pada catatan kaki berfungsi untuk:

(1) Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (reference footnote);

(2) Penjelasan komentar penulis terhadap penyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan;

(3) Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: Lihat…, Bandingkan…, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam…, dan sebagianya. Dianjurkan penggunaannya tidak berlebihan agar tidak terkesan pamer. Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar. Dimana catatan kaki sebaiknya tidak melebihi sepertiga halaman. Sekiranya halaman tidak memungkinkan, sebagian dari catatan kaki dapat diletakkan di halaman berikutnya (https://istayn.files.wordpress.com/2015/08/penulisan-referensi-dan-footnote.pdf).

Lebih lanjut, penggunaan teknik menulis catatan kaki sebagaimana telah disinggung di awal setidaknya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Catatan Kaki berisi URL  Panjang  [teknik menulis catatan kaki]

Referensi langsung yang berupa alamat website (URL) panjang dicantumkan, hyperlinknya dihilangkan dan tanggal aksesnya dicantumkan. Jika URL-nya tidak cukup dalam satu baris, pemisahan dilakukan di belakang tanda baca (“/”, “_”, “+”, “=” dan lain sebagainya), angka atau kata tertentu.  Contoh

teknik menulis penerbit buku 1

  1. Catatan Kaki Berisi Penjelasan [teknik menulis catatan kaki]

Catatan kaki bisa digunakan jika penulis ingin memberi penjelasan tambahan sebuah istilah, frase, kalimat, dan sejenisnya. Pemakaiannya dengan penjelasan bisa dilihat dalam contoh berikut:

teknik menulis penerbit buku 2

  1. Catatan Kaki Berisi Penjelasan dan Running Notes [teknik menulis catatan kaki]

Catatan kaki bisa juga digunakan jika penulis inging memberi penjelasan tambahan, lengkap dengan referensinya. Dimana running notes atau referensi langsung adalah penyebutan sumber yang dirujuk (referensi) yang diletakkan di teks utama sebuah karya ilmiah. Contoh catatan kaki yang menjelaskan suatu teks lengkap dengan referensinya adalah sebagai berikut:
teknik menulis penerbit buku 3

Sumber: (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-ali-mustadi-mpd/handout-seminar-karya-tulis-ilmiah_2.pdf)

Selain itu, penulisannya dilakukan dengan menggunakan beberapa istilah singkatan. Beberapa istilah singkatan yang sering digunakan yaitu:

Ibid. merupakan kependekan dari Ibidem yang artinya “pada tempat yang sama”, dipakai apabila suatu kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang mendahuluinya, yang tidak disela oleh sumber atau footnote lain.  Contoh:

teknik menulis penerbit buku 4

  1. Op.Cit.

Opera Citato atau disingkat Op.Cit. yang memiliki arti “dalam karangan yang telah disebut”, dipakai untuk menunjuk pada suatu buku atau sumber yang disebut sebelumnya lengkap pada halaman lain dan telah diselingi oleh sumber lain. apabila nama penulis sama dan buku yang dikutip lebih dari satu, untuk menghindari kesalahan sebaiknya disebutkan sebagian dari judul buku atau sumber tersebut. Contoh:
teknik menulis penerbit buku 5

  1. Loc. Cit.

Loco Citato yang berarti “pada tempat yang telah disebut” disingkat Loc.Cit. Istilah ini dipakai untuk menunjuk pada suatu buku atau sumber yang disebut sebelumnya pada halaman yang sama dan telah diselingi oleh sumber lain. Contoh:

teknik menulis penerbit buku 6
Sumber:(http://pjih.fh.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Pedoman-Penulisan-Padjadjaran-Jurnal-Ilmu-Hukum.pdf)

Penggunaan istilah pada catatan kaki tersebut pada dasarnya untuk mempermudah penulisan sumber yang sama yang telah disebutkan sebelumnya.  Baik sumber yang sama secara berurutan maupun sumber yang sama yang diselingi oleh sumber lain.

Buat Anda yang sedang atau ingin menerbitkan buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang Teknik Menulis Catatan Kaki  Anda dapat melihat Artikel-artikel berikut:

  1. Teknik Menulis : Kaidah Penggunaan Catatan Kaki
  2. Mari Mengenal Catatan Kaki dalam Menulis Buku!
  3. Cara Membuat Buku: Footnote Pada Buku

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!
Referensi:

  1. Pedoman Teknik Penulisan Laporan Studi Pustaka, http://skpm.fema.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/pedoman-menulis-laporan-studi-pustaka-111111.pdf
  1. Teknik Penulisan Referensi, https://istayn.files.wordpress.com/2015/08/penulisan-referensi-dan-footnote.pdf
  1. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-ali-mustadi-mpd/handout-seminar-karya-tulis-ilmiah_2.pdf
  1. Pedoman Penulisan Padjajaran Jurnal Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, http://pjih.fh.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Pedoman-Penulisan-Padjadjaran-Jurnal-Ilmu-Hukum.pdf


This post has been seen 1774 times.
(Visited 205 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *