Artikel ilmiah. Seorang peneliti untuk mempublikasikan karyanya supaya dapat dibaca oleh masyarakat secara umum haruslah membuat suatu karya atau laporan, karya tersebut adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah ini sangat penting bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mengunggah karya mereka, baik secara nasional atau internasional.

 Sebelum kita mempelajari lebih jauh mengenai artikel ilmiah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan artikel ilmiah? Nah, kesempatan kali ini kita akan mempelajari artikel ilmiah mulai dari pengertian, struktur, jenis, langkah-langkah membuat, dan contohnya. Simak sampai dengan selesai ya!

Pengertian Artikel Ilmiah

Artikel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan suatu karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya. Sedangkan ilmiah, maksudnya adalah ilmu pengetahuan; memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Artikel ilmiah dapat disebut dengan suatu karya tulis lengkap (sesuai dengan struktur) yang memenuhi syarat ilmu pengetahuan dan dipublikasikan di jurnal.

Di bawah ini adalah beberapa pengertian artikel ilmiah menurut para ahli, supaya lebih memudahkan memahami maksud artikel ilmiah tersebut.

1. Komara (2017)

Artikel ilmiah merupakan sebuah karangan faktual atau nonfiksi tentang suatu permasalahan yang dimuat di jurnal, majalah, atau buletin dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta, guna meyakinkan, mendidik, dan menawarkan solusi dari suatu permasalahan.

2. Maryadi (2000)

Artikel ilmiah adalah suatu artikel yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Kaidah-kaidah keilmuan berarti bahwa artikel ilmiah menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajiannya dengan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang lain; objektif, logis, empiris, lugas, jelas, dan konsisten.

3. Brotowijoyo (2002)

Artikel ilmiah sebagai bagian dari karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

4. Suyitno (2011)

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat di jurnal atau buku kumpulan artikel, ditulis dengan tata cara ilmiah disesuaikan dengan konvensi ilmiah yang berlaku.

Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas, dapat diambil simpulan bahwa artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya. Artikel ilmiah biasanya dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berskala nasional dan internasional. 

Ciri-ciri Artikel Ilmiah

Untuk memahami artikel ilmiah, ada beberapa ciri-ciri yang perlu dipahami. Ciri-ciri artikel ilmiah berdasarkan ranahresearch.com, adalah sebagai berikut.

  • Objektif, artinya isi artikel ilmiah tersebut hanya dapat dikembangkan secara aktual dan eksis, maksudnya adalah eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya berbeda antarbidang ilmu satu dengan yang lainnya
  • Rasional
  • Kritis, karena berfungsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan dalam artikel tersebut
  • Reserved, maksudnya adalah menahan diri, hati-hati, dan tidak mudah overclaiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi dan kepentingan tertentu.
  • Artikel ilmiah memiliki gaya bahasa yang formal atau baku, sehingga fokus dalam ilmu dan tidak menggunakan gaya bahasa tertentu dalam penulisannya
  • Pengutipan sumber jelas dan disertai dengan daftar pustaka.

Struktur Artikel Ilmiah

Rifa’i (2012) menyatakan bahwa apabila artikel ilmiah dibedah secara anatomi, mengandung beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut, yaitu judul, baris kepemilikan (instansi/lembaga), abstrak, kata kunci, isi atau tubuh teks, persantunan, bibliografi, dan lampiran. Penjelasan lebih rinci mengenai strukturnya menurut Ghufron (2014:4-6) bisa dipelajari seperti di bawah ini.

1. Judul

Judul pada artikel ilmiah merupakan jiwa, semangat, esensi, inti dan citra keseluruhan isi sebuah karya ilmiah. Oleh karena itu, judul lebih merupakan label, alih-alih sebuah pernyataan yang secara ringkas menangkap dan mewadahi keseluruhan substansi subjek yang ditangani.

Judul merupakan bagian artikel yang paling banyak dibaca orang dan sangat menentukan nasib suatu artikel ilmiah selanjutnya apakah artikel tersebut akan ditelaah dan diacu serta dimanfaatkan atau sama sekali tak acuh, tidak dipedulikan, dan dilewati sehingga terbuang begitu saja. Oleh karena itu, penulis harus menyediakan waktu khusus untuk memikirkan dan menyiapkan formulasi judul karyanya dengan sebaik-baiknya, sehingga judul tersebut dapat mengungkapkan isi keseluruhan artikel.

2. Baris Kepemilikan

Bagian baris kepemilikan ini merupakan bagian integral dari suatu artikel dan merujuk pada hak kepengarangannya dan hak kepemilikannya, yaitu lembaga tempat dilakukannya kegiatan tersebut atau dapat dikatakan bahwa penulis di bawah naungan lembaga atau instansi tertentu.

Kaitannya dengan baris kepemilikan, pemegang hak cipta atau hak untuk memperbanyak dan menyebarluaskan suatu artikel ilmiah adalah berkala tempat diterbitkannya artikel yang dimaksud. 

3. Abstrak

Abstrak adalah penyajian singkat keseluruhan artikel dan merupakan bagian artikel kedua yang paling banyak dibaca orang setelah judul. Dengan demikian, abstrak itu ikut menentukan nasib artikel selanjutnya, apakah akan terus ditelaah secara keseluruhan atau tidak dipertimbangkan sama sekali.

Panjang abstrak yang direkomendasikan oleh UNESCO adalah tidak lebih dari 200 kata. Beberapa adakalanya menggunakan istilah ringkasan atau summary, namun sekarang disepakati bahwa ringkasan merupakan abstrak yang diperluas. Idealnya, abstrak mengandung pokok masalah dan tujuan penelitian, menunjukkan pendekatan atau metode yang dipakai memecahkannya, dan menyuguhkan temuan penting serta simpulan yang didapatkan.

4. Kata kunci

Kata kunci atau disebut dengan keywords adalah pilihan kata yang bermakna dari sebuah dokumen yang dapat dipakai untuk mengindeks kandungan isinya. Kata kunci sengaja disajikan untuk membantu pembaca yang mencari artikel terkait dengan permasalahan yang dihadapinya. Untuk itu, orang hanya perlu memasukkan kata kunci pada mesin pencari di internet. 

Manfaat kata kunci sangatlah besar, dalam tahun-tahun belakangan ini, deretan kata kunci terpampang dalam artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan orang. Umumnya deretan kata atau kata kunci tersebut disajikan di bawah abstrak. Jumlah kata kunci biasanya terdiri atas 3-5 kata, dan kata-kata yang terdapat dalam kata kunci tidak boleh mengulang judul.

5. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini menguraikan apa saja yang menjadi permasalahan sehubungan dengan penelitian, sekaligus menyajikan parameter yang digunakan. Supaya menarik, pada bagian pendahuluan boleh menonjolkan masalah yang dibahas secara tuntas dalam artikel yang telah dipublikasikan orang lain. Roh pendahuluan pada dasarnya adalah argumentasi penulis tentang masalah yang harus diselesaikan.

Achmadi (dalm Ghufron, 2014:5) memaparkan bahwa bagian pendahuluan ini berisi paparan tentang penelusuran kepustakaan atau teori yang relevan dengan masalah yang dibahas. Paparan tersebut dimaksudkan untuk menyusun kerangka atau konsep yang digunakan dalam penelitian.

6. Metode

Metode penelitian dalam artikel ilmiah merupakan wadah yang menampung secara garis besar rancangan penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengambilan data, teknik analisis data, dan validitas data. Hal yang penting dalam bagian ini adalah proses kerja atau langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian tersebut bukan definisi-definisinya.

7. Hasil dan Pembahasan

Bagian hasil dan pembahasan dalam artikel ilmiah disajikan secara singkat, padat, dan jelas, serta dapat dibantu dengan tabel, gambar, diagram, grafik, dan sebagainya, yang diberi penjelasan. Bagian ini memuat hasil analisis data, bukan data mentah ataupun analisis ragamnya, sedangkan prosesnya tidak disajikan.

Pembahasan bertujuan untuk menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan yang sesuai dengan permasalahan penelitian. Bagian ini memuat penafsiran terhadap temuan-temuan penelitian, pengintegrasioan temuan ke kumpulan pengetahuan yang mapan, diskusi dengan penelitian lain (penelitian terdahulu yang relevan), dan penyusunan teori atau modifikasi teori yang ada.

8. Simpulan dan saran

Simpulan dan saran dalam artikel ilmiah merupakan bagian akhir atau penutup. Simpulan merupakan pernyataan singkat dan akurat dari hasil dan pembahasan, bukan hasil penelitian yang ditulis ulang namun makna yang didapatkan dari hasil penelitian. 

Simpulan merupakan pembuktian singkat akan kebenaran hipotesis dan menjawab permasalahan-permasalahan penelitian yang telah ditentukan. Sedangkan saran adalah masukan-masukan yang berkaitan dengan penelitian untuk para peneliti selanjutnya.

9. Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih pada suatu artikel ilmiah bisa jadi hal yang penting bagi sebagai penulis. Ucapan terima kasih diberikan atau dituliskan penulis kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap penelitian yang telah dilakukan tersebut. Ucapan-ucapan tersebut umumnya ditujukan pada pihak yang mendanai penelitian, dosen pembimbing, dan rekan-rekan peneliti lainnya.

10. Daftar Pustaka

Daftar rujukan atau daftar pustaka adalah daftar rujukan-rujukan atau referensi yang digunakan dalam artikel ilmiah tersebut. Bagian daftar pustaka harus lengkap dan sesuai dengan acuan dan sudah disebut dalam batang tubuh. Sistematika penulisan daftar pustaka dapat dilihat berdasarkan pedoman atau gaya selingkung dari tiap jurnal, karena tiap jurnal memiliki gaya selingkung masing-masing. 

Baca Juga :

Bagian Utama Jurnal Ilmiah

Jenis Karya Ilmiah

Contoh Karya Ilmiah

Aspek Kebahasaan Artikel Ilmiah

Aspek kebahasaan dalam suatu artikel ilmiah sangat penting untuk diperhatikan. Markhamah (dalam Ghufron, 2014:6)  menjelaskan bahwa ada beberapa aspek kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam penulisan artikel ilmiah. Aspek kebahasaan tersebut yaitu, 

1. Pemilihan kata

Kata yang digunakan harus dipilih secara cermat, tepat, dan bukan kata-kata logat.

2. Penyusunan kalimat

Kalimat-kalimat haruslah disusun secara sistematis, jelas, runtut, sederhana atau mudah dipahami, hemat, objektif, dan yang terpenting adalah menarik.

3. Pengembangan paragraf

Paragraf yang disusun hendaknya dikembangkan secara variatif dan sistematis.

Langkah-langkah dalam membuat Artikel Ilmiah

Farid (2017:2-5) menyebutkan ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam penulisan. Langkah-langkah tersebut yaitu, mengembangkan ide, proses penulisan artikel, dan menyesuaikan format penulisan artikel. Penjelasannya secara lebih luas seperti di bawah ini.

1. Pengembangan ide

Ide biasanya didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dengan; membaca buku, jurnal ilmiah, diskusi, seminar, dan fenomena yang terjadi masyarakat, dan sebagainya. Diskusi dengan pembimbing atau ahli dalam suatu bidang ilmu tertentu akan memberi kesempatan penulis agar dapat pandangan tentang suatu gagasan atau ide.

Salah satu hal yang dapat menghambat mulai penulisan adalah ide tersebut harus “brilliant” atau mengguncangkan dunia, barulah menggerakkan kita untuk berkarya. Menulislah dari hal-hal yang dari sederhana, jangan menunggu sempurna, karena ide tersebut dapat berkembang secara bertahap.

2. Proses penulisan artikel

Laptane (dalam Farid, 2017:2) menjelaskan bahwa dalam proses penulisan itu dibagi menjadi lima tahap, yaitu, brainstorming, drafting, revising, editing, dan publishing. 

  • Pertama, yaitu brainstorming, adalah suatu proses yang disebut dengan pencatatan ide-ide yang ditemukan ke media, bisa berupa tulisan di kertas dan sebagainya. 
  • Kedua, yaitu drafting, adalah suatu proses yang dimulai dengan melengkapi kalimat-kalimat utuh, paragraf dan subtopik yang dilakukan saat proses brainstorming. Selanjutnya adalah dengan membuat penghubung di antara kalimat dan subtopik.
  • Ketiga, yaitu revising, adalah proses setelah tulisan sudah selesai secara keseluruhan, kemudian merevisi tulisan tersebut supaya menjadi tulisan yang baik. 
  • Keempat, yaitu editing, proses editing ini merupakan proses yang bisa dilakukan oleh beberapa orang atau sendirian, yang memperhatikan tata bahasa dan format artikel atau gaya selingkung dari suatu jurnal yang akan dituju.
  • Kelima, yaitu publishing, proses publishing ini merupakan proses akhir dari penulisan, sebelum memasukkannya ke jurnal, sebagai seorang penulis harus yang dengan tulisannya tersebut, apakah sudah layak dan matang untuk diterbitkan, atau masih perlu diperbaiki lagi.

3. Penyesuaian format penulisan artikel

Format atau sistematika penulisan artikel harus diperhatikan supaya artikel kita dapat dilirik oleh pengelola jurnal. Pengelola atau editor jurnal hanya akan mempertimbangkan artikel yang menyesuaikan gaya selingkung atau format, atau yang biasa disebut dengan template jurnal. 

Artikel yang akan di-submit di suatu jurnal, wajib untuk menyesuaikan template yang sudah disediakan dari jurnal, sehingga pihak pengelola jurnal tersebut lebih mudah untuk memahami naskah artikel tersebut. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pedoman penulis atau author guidelines. Peraturan tersebut harus dipenuhi oleh penulis yang ingin memasukkan artikelnya ke jurnal yang dituju. Beberapa jurnal ada yang mengenakan biaya untuk pemrosesan artikel, dan ada juga yang tidak. Bahkan, ada beberapa jurnal yang justru memberikan honorarium untuk para penulis yang artikelnya dipublikasikan di jurnal tersebut.

Baca Juga: 

Halaman Persembahan

Tinjauan Pustaka

Teknik Menghindari Plagiarisme

Publikasi Artikel Ilmiah

Secara umum, ada dua cara yang dapat dilakukan supaya artikel ilmiah dapat dipublikasikan, yaitu dengan cara mengikuti konferensi/seminar dan memasukkan artikelnya pada jurnal (nasional/internasional). Setelah sudah jadi atau selesai, selanjutnya adalah tahap untuk publikasi. Penjelasan secara rinci mengenai publikasi menurut Farid (2017:5) bisa dipelajari di bawah ini.

1. Konferensi/Seminar 

Konferensi atau seminar nasional/internasional adalah suatu pertemuan ilmiah para akademisi yang bertujuan untuk membagikan hasil penelitian-penelitian yang pada akhirnya akan dipresentasikan. Konferensi yang diadakan suatu kampus atau instansi tertentu biasanya bisa bertaraf nasional bahkan internasional.

Mengikuti konferensi yang bertaraf nasional/internasional menjadi sebuah impian para penulis supaya bisa bertemu dengan para akademisi dari berbagai daerah dan negara. Hasil dari mengikuti suatu konferensi/seminar tersebut, pada akhirnya karya-karya para penulis yang telah dikirim pada penyelenggara akan dimuat pada majalah ilmiah, yaitu prosiding. Prosiding dalam KBBI berarti kumpulan makalah seminar yang telah dibukukan; bunga rampai.

2. Jurnal Nasional/Internasional

Mengirimkan artikel ilmiah pada jurnal, dan sampai akhirnya bisa dipublikasikan di jurnal yang bereputasi, dapat meningkatkan kualitas penulis sebagai seorang akademisi. Di Indonesia sendiri, apabila para mahasiswa, dosen, peneliti dapat mempublikasikannya di jurnal yang terindeks pada sinta atau scopus adalah pencapaian yang luar biasa.

Jurnal-jurnal Indonesia yang terakreditasi secara nasional apabila sudah terindeks dengan sinta, sedangkan untuk jurnal nasional atau internasional yang dikatakan terakreditasi apabila sudah terindeks dengan scopus, Web of science (WOS), Thomson reuters, dan sebagainya. 


Apakah Anda sedang atau ingin melakukan cara membuat buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silahkan isi data diri Anda di : Daftar Menjadi Penulis Buku

Jika Anda Membutuhkan Referensi Tambahan, Kami Menyediakan EBOOK GRATIS yang Spesial Kami Persembahkan untuk Anda. Adapun Macam Ebook yang Bisa Anda Download sebagai Berikut:

Ebook : Cara Praktis Menulis Buku

Ebook : Rahasia Menulis Buku Ajar

Ebook : Self Publishing

Ebook : Pedoman Menulis Buku Tanpa Plagiarisme

Ebook : Strategi Jitu Menulis Buku Monograf

Ebook : Cerdas Menulis Buku Referensi